
Eric bukan tipe laki-laki penggombal atau romantis. Tetapi entah mengapa didepan Lyra dia mempunyai kemampuan itu.
"Tidak mungkin Lyra tidak merindukan mu! Setiap saat dia bercerita tentangmu didepan ku. Dan mungkin setelah kamu pergi Lyra akan membicarakan pernikahannya dengan kamu" Goda neneknya sambil tertawa lagi bersama Eric.
Walaupun Eric dan nenek Lyra baru bertemu, tetapi mereka berdua satu pemikiran dan se frekuensi.oleh karena itu pembahasan mereka selalu nyambung dan tertawa bersama.
Lyra tak tahan lagi, dia sudah tak tahan dengan godaan dari Eric tetapi neneknya malah menambahkan godaan terhadapnya.
Lyra langsung menarik tangan Eric berlari keluar. la sudah tidak tahan dipojokkan seperti itu, maka tidak ada pilihan selain memisahkan neneknya dan Eric.
"Silahkan cepat pulang sudah larut malam"Ucap Lyra.
Eric segera berkata, "bukankah tadi kamu mau aku tinggal lebih lama? "
"Tadi! Sekarang tidak. Aku bahkan berfikir akan mengusir mu saja. Kamu dan nenekku sama saja." Ucap Lyra cemberut.
Eric hanya tersenyum kecil, "Oh ya sudah aku pulang duluan! Jangan lupa salam ku kepada nenek" Lyra mengangguk sebagai jawaban.
Eric berbalik dan pergi. "Eric tunggu!" Ucap Lyra memanggil.
"Ada yang salah?"
Lyra berjalan dan langsung memeluk Eric." Sudah silahkan kamu boleh pergi sekarang. Hati-hati dijalan ya!."
Eric dipeluk mau tak mau sangat bahagia dalam hatinya.
"Ya sudah! Sampai jumpa " Setelah mengatakan itu Eric berbalik dan pergi
Eric menghilang dari pandangan dan Lyra langsung kembali ke neneknya.
"Oh Lyra ! Kenapa kamu mengusir dia? Bukankah kamu sendiri ingin dia disini lebih lama?" Tanya neneknya.
"Tidak.. Tidak... Nenek dan dia bersekongkol memojokkan ku. Jadi bagaimana aku bisa tenang jika dia berlama-lama disini?" Ucap Lyra.
"Hahaa.. Aku sangat menyukai sikap dia. Walaupun aku dan Eric baru bertemu tapi dia bisa membuat nenek tertawa dan bersekongkol menggoda mu. Lain kali kamu ajak dia kerumah untuk kita makan bersama." Jujur saja, kesan pertama nenek Lyra ke Eric benar-benar bagus.
__ADS_1
Baginya jarang menemukan pria yang ceria seperti Eric,
Sekarang kebanyakan pria kaku ketika berhadapan dengan orang tua, tetapi Eric malah ikut membahagiakan orang tua itu.
"Ya! Lain waktu aku akan mengajaknya! "
---
Eric saat ini berjalan keluar, dia berencana ingin menaiki taksi untuk pulang, tetapi sudah terlalu larut malam, tidak ada sama sekali taksi yang beroperasi jam segini.
'Apa aku perlu membeli mobil ya? 'Tanya Eric dalam hatinya.
Setelah menunggu lama tidak ada taksi yang lewat, dia mencoba memesan taksi online tapi semua pengguna sudah offline. Mau tak mau dia harus berjalan kaki untuk pulang ke apartemen.
Apartemen Eric tak jauh dari rumah sakit dan universitas nya, cuma beberapa kilo saja. Berhubungan juga masih banyak pejalan kaki di Jepang, kebanyakan dari mereka enggan menggunakan kendaraan bermotor, dan lebih memilih jalan kaki atau bersepeda.
Eric terus berjalan kaki sampai memasuki daerah sepi pejalan kaki. Namun lampu-lampu dijalan masih terang menyinari jalan.
Eric berjalan dan melihat didepan ada semacam orang berkumpul ditengah jalan. Dia mengabaikan itu dan terus mendekati mereka untuk berjalan ke depan.
Dan ketika dia sudah didepan tiba-tiba orang yang dilihat sedang berkumpul itu tiba-tiba mengepung Eric.
Ada lebih dari 40 orang berpakaian seperti anak motor. Meskipun kebanyakan mereka tidak memiliki beladiri tetapi jika mereka semua menyerang Eric bersamaan. Maka Eric tidak bisa melakukan apa-apa.
"Siapa kalian? Dan apa mau kalian?" Tanya Eric.
Lalu muncul seseorang yang pernah Eric lihat sebelumnya. "Kau masih mengenaliku?"
Eric terkejut ketika melihat orang ini.' bukankah orang ini yang menculik nanako bersama Naruto. Aku sudah mengampuni nya tapi dia sekarang membahayakan ku. ' Gumam Eric dalam hati.
"Kenapa diam? Apa kau bisa takut juga?".
Eric mengutuk dalam hatinya. 'Sialan Naruto itu. Anak itu licik, awas saja jika kamu bertemu dengan dia. Ku beri dia pelajaran lagi.' ucap Eric dalam hati.
Mengasihani musuh sama saja membuat bom waktu ditubuh kita yang sewaktu-waktu bisa meledak. Seperti inilah contohnya.
__ADS_1
"Pasti Naruto memerintah kan kalian ya?" Tanya Eric.
"Kalo memang ia! Memangnya kamu bisa berbuat apa?" Mereka semua tertawa penuh kemenangan.
"Serang dia bersama-sama!" Ucap salah satu dari kelompok itu.
Eric tentu saja panik ketika melihat begitu banyak orang ingin menyerangnya. Dia bingung harus menghadapi yang mana, sebab semua dari mereka membawa senjata tongkat kayu.
Tiba-tiba ketika mereka semua hendak memukul Eric, muncul empat orang berpakaian ninja untuk melawan para gangster itu.
Jepang memang masih banyak menyimpan misteri untuk ditelusuri. Termasuk para ninja, masih banyak keluarga ninja dijepang yang bekerja untuk keluarga kaya dan mereka akan menerima imbalan.
Dengan gesit ke empat ninja itu melawan semua gangster itu. dengan sangat cepat ninja-ninja itu menumbangkan sebagain besar para gangster itu.
Eric saat ini terkejut dan linglung dengan kehadiran ninja itu. Di tengah-tengah linglung nya tiba-tiba ada dua lengan menariknya dan membawanya pergi dari tempat kejadian.
Eric berusaha memberontak, tetapi kekuatan ini terlalu kuat sehingga Eric hanya bisa pasrah.
Eric dibawa lari masuk hutan dengan cepat oleh lengan yang menariknya tadi. Eric menyadari bahwa lengan yang menarik adalah dua orang yang biasa menyelamatkan nya dari bahaya.
Ini membuat hati Eric menjadi lega. Tetapi Eric masih benar-benar bingung dan masih linglung dengan kemunculan ninja barusan.
Bagaimanapun yang Eric tahu kalo ninja jepang itu hanya ada di film kartun dan komik saja. Tetapi ini benar-benar mengejutkan Eric dengan kemunculan mereka.
Bagaimanapun, kecepatan mereka bertarung melawan para gangster tadi tidak diragukan lagi. Kecepatan ninja itu memang benar-benar cepat, tetapi dua orang yang membawa Eric juga lebih cepat.
Tubuh Eric dibawa lari masih kedalam hutan, tubuh Eric seperti kapas dimata kedua orang yang membawa tubuhnya.
Tanpa henti berlarian membawa tubuh Eric sampai tiba di gubuk kecil. Disitulah mereka berdua menurunkan tubuh Eric dan mengembalikan kestabilan tubuhnya.
"Terima kasih telah menyelamatkan ku lagi! Terima kasih!" Ucap Eric.
"Lupakan! Sebaiknya kamu secepatnya meninggalkan Jepang, jangan tinggal lebih lama lagi disini." Ucap salah satu orang itu.
Eric terkejut mendengar permintaan penolongnya itu. Bagaimana dia bisa mengatakan Eric harus meninggalkan Jepang secepatnya?
__ADS_1
"Tunggu dulu! Sudah lama kita bertemu tapi aku tidak mengetahui nama paman. Bisakah paman memberitahuku nama paman?" Tanya Eric mengalihkan pertanyaan.
Mereka berdua saling memandang mendengar pertanyaan Eric," Panggil saja aku kimoshi dan ini saudara tertuaku varani, atau kamu bisa memanggil kami Duo pedang."