Perjalanan Seorang Pemuda Miskin Menuju Kesuksesan

Perjalanan Seorang Pemuda Miskin Menuju Kesuksesan
Bab 63


__ADS_3

Nanako yang barusan melihat vidio itu bergidik ketakutan seolah dia seperti orang sedang kerasukan. Nanako berteriak dan menjabat rambutnya karena tidak menerima kenyataan, " Tidak... Itu bukan eric... Itu bukannnn....."


Nanako tiba-tiba seperti orang gila ketakutan dengan keadaan. Bagaimanapun dia baru pertama kali melihat pembunuhan sadis seperti itu dalam hidupnya. Apalagi orang yang didalam vidio adalah orang yang dia cintai saat ini.


Mengingat kejadian di dalam vidio itu, nanako tidak bisa tidak merasa ingin gila, nanako terus terbayang dengan kejadian dalam vidio itu hingga membuat nanako juga ikut pingsan tak sadarkan diri.


Bagaimana tidak, kejadiannya benar-benar tragis dipandang, apalagi orang dalam vidio adalah orang dekat kita.


Naruto melihat keduanya pingsan segera memanggil ambulans.


Beberapa saat Kemudian Lyra terbangun dari pingsannya. Melihat sekeliling ia sudah terbaring di bangsal rumah sakit. Dia sedikit bingung dengan keadaanya, dia linglung dan mengingat kembali kejadian sebelumnya.


Dipikirannya terus terlintas eric mati dalam keadaan kepala terpenggal. Lyra menangis mengingat itu semua.


"Eric! Benarkah yang terjadi hari ini. Aku ingin bertemu dengan eric.," Ucap Lyra.


Lyra sudah dikelilingi oleh neneknya, Naruto dan teman-temannya. Melihat Lyra seperti itu, neneknya tahu betul perasaan yang dirasakan oleh cucunya itu.


Kehilangan seseorang yang kita sayang dan cintai sungguh sangat menyakitkan. Dan perasaan ini yang dirasakan sekarang oleh Lyra.


Neneknya kemudian memeluk dan menghiburnya "Lyra! Tenangkan dirimu dulu. Eric baik-baik saja disana."


Lyra hanya terus menerus menangis dan tidak kepercayaan dengan kejadian hari ini.

__ADS_1


Semua orang yang telah menonton vidio pembunuhan eric itu menjadi ngeri. Dan orang-orang terdekat eric yang melihat vidio merasakan jantung nya terasa tercabik-cabik.


Mereka semua tidak tahu kalo itu hanyalah vidio pembunuhan palsu. Tidak ada seorang pun yang berfikiran kalo itu vidio hasil editing yang dikombinasikan dengan visual, sehingga membuat vidio itu seperti nyata di film Holywood.


Orang yang baru dan lama mengenal eric merasa tidak percaya dengan kematian eric yang begitu cepat. Termasuk nanako yang kini depresi berat akibat trauma melihat pembantaian eric dalam vidio itu.


Bagaimanapun Eric sudah menjadi pria terdepan dalam hatinya. Tapi orang yang dia cintai kini sudah hilang untuk selamanya, sungguh menyirat hati ditinggal pergi oleh orang yang kita sayangi.


---


Saat ini perjalanan Eric ke puncak gunung titlis di Switzerland selama berhari-hari, mereka terus berjalan menghindari keramaian.


Sebab masalah Eric belum sepenuhnya hilang dari perbincangan publik. Varani khawatir jika seseorang melihat Eric lalu mengenalinya, maka ini akan menjadi masalah besar nantinya. Bisa jadi masalah ini akan menjadi dua kali lebih rumit dari sebelumnya.


Eric menggigil kedinginan, ia benar-benar merasa tubuhnya didalam kulkas es. Sedangkan varani dan kismoshi sangat bersahabat dengan suhu di gunung itu. Bagaimanapun mereka sudah tinggal selama bertahun-tahun disana, jadi mereka berdua sudah sangat bisa beradaptasi dengan suasana di gunung itu.


Karena suhu terlalu dingin, Eric tidak mengatakan apapun selama perjalanan. Dia hanya mengikuti langkah varani dan kismoshi sampai mereka menemukan sebuah gubuk kayu yang lumayan besar.


Terlihat beberapa orang disana sedang berlatih Beladiri. Tak banyak orang yang berlatih disana, hanya 4 orang yang terlihat berusia rata-rata 30 Tahun. Varani membawanya masuk ke sebuah ruangan yang sedikit terlihat tua. Ruangan itu didesain seperti bangunan kayu pada zaman yunani kuno. Kayu-kayu bangunan itu sudah menghitam tapi masih terlihat sangat kuat dan abadi.


Terlihat seorang laki-laki tua berusia sekitar 80 tahun yang sedang duduk di ruang belajar. Lelaki tua itu walaupun terlihat tua tapi dia terlihat masih berenergi dan masih bugar.


"Guru! Terimalah salam hormat saya," Ucap varani.

__ADS_1


Orang tua tadi berbalik dan melihat varani, dia adalah guru varani dan kismoshi selama bertahun-tahun di gunung es titlis ini. Laki-laki tua itu bernama jaremiah. Dia menghabiskan waktu muda sampai tuanya digunung es titlis ini untuk menikmati hidupnya.


"Duduk! Hal apa yang membuatmu datang kembali? Lalu siapa pemuda tampan bersamamu itu, "Tanya jaremiah kepada varani.


Varani dengan hormat Buru-buru berkata, "hormat saya guru! Perkenalkan dia adalah Eric brown. Anak dari yule brown yang berhasil selamat atas insiden kecelakaan keluarga nya."


Ketika varani mengatakan ini, air mata jaremiah tiba-tiba menetes.


Varani terkejut melihat gurunya tiba-tiba meneteskan airmata nya. Ia hidup selama bertahun-tahun bersama gurunya, baru kali ini varani melihat jaremiah meneteskan airmata kesedihan.


"Sini nak" Jaremiah Buru-buru menyuruh Eric datang dan memeluknya.


Jeremiah merasa bahagia bercampur aduk dengan kesedihan," Nak! Perkenalkan namaku Jeremiah. Aku dulu adalah teman dekat dengan ayahmu, dia sering berkunjung kesini dan sesekali belajar ilmu beladiri." Jeremiah mengatakan itu dengan wajah serius lalu melanjutkan, "Ayahmu dulu adalah orang yang sangat baik dan rendah hati. Dia adalah orang paling sering membantuku dalam kesusahan. tapi sayangnya, ayahmu begitu cepat pergi dan aku belum sempat membalas semua kebaikan ku kepadanya. Ini adalah penyesalan terbesar dalam hidupku karena belum bisa membalas kebaikannya."


"Tetapi aku tidak pernah menyangka akan bertemu dengan putranya. Pantas saja! pertama kali melihatmu tadi wajahmu sangat terlihat familiar. Wajahmu terlihat sangat mirip dengan yule brown, ayahmu. Tuhan benar-benar memberikan ku untuk berbalas budi kepada ayahmu." Jeremiah saat ini dipenuhi dengan kebahagiaan.


Yang menjadi kekhawatiran nya selama bertahun-tahun adalah, tidak dapat membalas budi seseorang. Termasuk ayahnya Eric. Ayah Eric dulu adalah orang yang paling sering membantu Jeremiah dalam kesusahan apapun, bisa dibilang ayah Eric dulu adalah seorang dermawan.


Jeremiah dari sejak kecil waktunya dihabiskan untuk belajar seni beladiri. Dia terus menelusuri dan meningkatkan seni beladiri nya sampai menghabiskan waktu mudanya.


Kemampuan sosialnya dengan orang sama sekali tidak ada, ketika dia dewasa, dia bingung mau melakukan apa untuk hidup makan. Jeremiah adalah orang yang rendah hati dan rendah sosial. Dia sama sekali tidak bisa berkomunikasi dengan orang akibat dia tidak pernah melakukan apapun selama masa mudanya dengan orang luar. Komunikasinya dengan orang tidak menyambung, dia bingung dengan dunia luar.


Saat itu dia hanya sebagai gelandangan di kota yang hanya bekerja mengumpulkan barang bekas. Walaupun dia sangat mahir dalam beladiri, tetapi dia tidak tau bagaimana cara menghasilkan dengan ilmu beladiri nya. Dikarenakan kemampuan komunikasi sosialnya sangat rendah.

__ADS_1


__ADS_2