
Lalu Naruto memanggil pelayanan dan bertanya,
Naruto yang saat ini sudah panik dengan cepat mencegah pelayanan restoran itu untuk menjelaskan situasinya. "Tunggu sebentar. Biar aku jelaskan dulu. aku hanya akan melunasi tagihan untuk makanan yang aku pesan dimeja ini. Untuk makanan di meja itu, tidak ada urusan nya denganku."
Pelayan restoran itu membalas pernyataan naruto dengan mengangguk ringan." Baik tuan, saya mendengar itu!
Setelah mengatakan itu, pelayan restoran itu melanjutkan mengantar makanan.
Naruto benar-benar terkejut. Jika dia harus membayar semua tagihan untuk semua hidangan khas ini, dia pasti tidak akan punya cukup uang untuk membayar makan malam malam ini.
Itu juga alasan mengapa Naruto hanya memesan dua hidangan yang lebih murah saja.
Pada saat itu juga Naruto benar-benar terasa baru saja ditampar pipinya oleh seseorang sangking malunya, awal mulanya dia ingin mempermalukan Eric, tapi dia tidak pernah menyangka kalo kejadiannya akan seperti ini.
Naruto dengan sedikit amarah berjalan kearah meja Eric." Eric apa kamu tau berapa uang yang dihabiskan untuk makanan sebanyak ini? Ini akan menghabiskan biaya setidaknya $200 ribu apa kamu sanggup membayar nya?" Naruto menyeringai dingin sambil berkata lagi." Jangan harap aku aku membantumu membayarnya."
Setelah mengatakan itu, Naruto memelototi Eric sebelum dia keluar dari Restoran dan segera pulang duluan bersama Akira.
Haruka juga merasa sedikit panik mendengar pernyataan naruto barusan. Dia benar-benar takut jika Eric yang memesan semua makanan ini dan Eric tidak mampu membayarnya.
Dengan sedikit kegugupan, Haruka menatap Eric sambil bertanya."Eric, Apakah benar kamu yang memesan semua makanan ini?"
Eric tersenyum sebelum menjawab, "Haruka, tidak apa-apa. Semuanya baik-baik saja. Apakah kamu sudah cukup makan? Apakah kamu sudah kenyang Jika Anda sudah kenyang, ayo pergi dan selesaikan tagihannya sekarang. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan ku sama sekali! "
Haruka mengangguk ringan mendengar pernyataan Eric. Kemudian, dia mengikuti Eric menuju konter pembayaran.
"Pelayan berapa jumlah total harga makanan dimeja sebelah sana itu?" tanya Eric dengan hormat.
Pelayan tersenyum dan menjawab. "Totalnya keseluruhannya adalah $213 ribu tuan, tapi semua makanan dimeja itu sudah dibayar oleh seseorang tadi."
Eric mengalami sedikit keterkejutan. Memang benar bukan Eric yang memesan makanan itu. Pada awalnya, Eric mengira kalo naruto lah yang memesan makanan itu untuk menjebak dan memperlakukan nya. Eric tentu tidak merasa panik karena dia memiliki uang untuk Membayar Tetapi Eric salah dengan hal itu.
"Ahh dibayar oleh seseorang katamu? Siapa orang itu, dimana dia?" ucap Eric dengan penuh keterkejutan.
Pelayan tersenyum dan menjawab." Betul tuan! Semua makanan dimeja anda sudah dibayarkan oleh kedua orang yang sedang duduk dimeja sebelah sana! "
__ADS_1
Eric menengok ke arah yang ditunjuk oleh pelayan itu.
Eric melihat dua orang duduk sambil mengacukan jempol dan tersenyum menatapnya, mereka berdua yang tak lain adalah dua orang yang selalu mengikutinya dan menyelamatkannya.
Setelah melihat dua orang itu, akhirnya Eric paham, apa yang sebenarnya terjadi barusan.
Sambil tersenyum Eric juga mengacukan jempolnya kepada dua orang itu.
Dalam pikiran Eric, 'kenapa dua orang itu memesan dan membayar makannya dan bahkan selalu mengawasi kemanapun dia pergi.apa sebenarnya mau bos mereka terhadap ku?' ucap Eric dalam hatinya.
Disela mengkhayal nya Eric pundaknya ditepuk oleh Haruka, "Eric apa kamu berhasil membayar semuanya?"
Eric berbalik badan dan tersenyum, "seperti nya begitu Haruka, kalo begitu ayo kita pulang seperti sudah terlalu larut malam."
Haruka sedikit terkejut mendengar itu. Bagaimana pun, jika dilihat dari tampang Eric,dia tidak memiliki banyak uang. Akan tetapi haruka salah, kini Eric berhasil membayar semua makanan ini.
"Wow aku tidak menyangka kau akan bisa membayar nya Eric, kau punya banyak uang ternyata." ucap haruka memuji Eric.
Eric menggaruk kepalanya dengan malu mendengar pujian dari haruka."Ahhh kamu terlalu memuji Haruka, aku tidak mempunyai uang sebanyak itu seperti yang kamu pikirkan."
Setelah beberapa saat berbicara, Eric dan haruka langsung berpisah untuk pulang,
Sepulang dari restoran red lantern, Eric langsung beristirahat di apartemen nya. Sambil mengingat kejadian yang ia alami Selama ini, Eric bertemu dengan beberapa gadis yang sangat menggerakkan hatinya.
Tentu, Bella adalah salah satunya.
Lalu, ada Lyra. Meskipun Lyra sudah pergi menghilang, tapi Eric tidak dapat menyangkal bahwa Lyra yang cantik itu benar-benar telah menggerakkan hati Eric.
Setelah itu, Haruka muncul dalam hidupnya.
Eric merasa seolah-olah dia hidup dalam mimpi.
Sebaliknya, Lyra bahkan lebih cantik dan anggun dibandingkan dengan Haruka.
Karena Eric juga seorang pria, dia jelas senang melihat gadis-gadis cantik.
__ADS_1
Terlebih lagi, Lyra adalah gadis cantik yang tidak memandang rendah orang miskin, dan dia bukan tipe orang yang hanya berteman dengan orang-orang kaya.
Sambil memandangi foto Lyra hingga terbawa tertidur.
Keesokan paginya, Eric langsung bergegas datang ke Universitas, karena dia memiliki jam kuliah pagi ini.
Eric berangkat dan dengan cepat, dia tiba di Universitas itu.
Saat hendak Eric memasuki kelas, tetapi tiba-tiba seseorang menepuk bahunya dari belakang.
"Eric, apa kamu punya rencana setelah pulang kuliah ini?" ucap haruka menyapa Eric dengan tersenyum
Eric dengan cepat menoleh untuk mencari sumber suara itu, dia menemukan sosok haruka yang berbicara.
Sambil tersenyum,Eric mama balas haruka." Tidak, aku tidak memiliki rencana apapun. Memangnya ada apa kamu menanyakan itu?"
Ketika haruka mendengar itu, dia dengan malu-malu berkata kepada Eric." Bolehkah aku meminta bantuan mu?"
Eric ketika mendengar itu langsung mengangguk." Tentu saja bisa. Bantuan apa yang mau aku bantu?"
Haruka menghela nafas panjang sambil berkata dengan ragu-ragu." Bisakah kamu menemaniku bertemu dengan teman-temanku?"
Mendengar itu, Eric langsung mengangguk setuju." Oh itu, tentu saja aku bisa. Kapan waktunya?
Ketika haruka melihat Eric menyetujuinya, dia berkata lagi tetapi kali ini dia menundukkan kepalanya dengan malu." Tapi di acara ini, semua temanku membawa pacar mereka masing-masing, jadi apakah kamu mau membantu ku untuk berpura-pura menjadi pacarku?"
Eric terkejut dan langsung tertegun mendengar pernyataan Haruka memintanya untuk berpura-pura menjadi pacar haruka.
Eric menelan ludahnya dengan ketidak percayaan.
Melihat Eric tidak meresponnya, haruka mencubit kerah baju Eric sambil berkata."Ayo lah Eric, aku tidak tau harus minta bantuan kepada siapa lagi.."
Mendengar haruka terus-terusan memintanya, Eric dengan cepat membalas haruka dengan nada pelan." Haruka...! dikelas kita kan banyak laki-laki yang tampan, kenapa kamu tidak meminta bantuan kepada mereka saja, kenapa harus aku? Lagi pula kita belum terlalu saling mengenal kan?."
Haruka menatap Eric dengan penuh harapan sambil berkata." Dengar Eric, meskipun aku sudah lama berkuliah disini, tapi aku belum memiliki teman dekat pria di kampus ini kecuali kamu, ayolah bantu aku kali ini."
__ADS_1
Eric tertegun sejenak, kemudian setelah mempertimbangkan nya, dia mengangguk dan membalas haruka."Baiklah nona Haruka, aku akan membantumu."