
Dia adalah orang yang membawa nanako keliling selama perjalanan liburan nanako di Switzerland.
Nanako sama sekali tidak mempercayai rumor itu, "jika kamu takut! Kamu tidak perlu ikut dengan kami. Aku dan teman ku akan pergi sendiri. Lagipula kami berdua hanya mengambil beberapa foto di sana dan tidak akan tinggal berlama-lama."
"Baiklah kalo begitu! Aku tidak berani ikut. Aku akan menunggu nona di sini!" Ucap gaet itu.
Nanako mendengus dengan dingin," Pengecut! Ayo jiso, kita bisa mendapatkan beberapa foto yang indah didalam sana." Nanako memalingkan wajahnya lalu beranjak pergi sambil menarik tangan jiso.
"Nanako! Mungkin yang di katakan benar! Bagaimana jika itu benar-benar ada? Apa yang bisa kita lakukan?" Peringat jiso terhadap nanako.
Nanako Buru-buru berkata dengan sarkas," Kamu dengan dia sama saja pengecut! Kamu terlalu berfikiran buruk. Tenang saja kita aman pasti." Jelas nanako.
Mereka berdua memasuki hutan yang indah itu, pohon-pohon cemara yang indah tumbuh tertata rapi dengan dikombinasikan rumput-rumput hijau yang tumbuh dengan subur.
Sesekali mereka berdua terus mengambil beberapa gambar dengan ponsel mereka. Sampai ketika, segerombolan orang tiba-tiba menghampiri mereka dan mengepung mereka.
Mereka semua sepertinya seusia dengan nanako dan jiso. Mereka datang menghampiri jiso dan nanako.
nanako dan jiso benar-benar panik saat ini. Bagaimanapun, mereka langsung teringat kata-kata gaet itu, kalo ditempat ini banyak pencuri dan sering menyekap wisatawan asing.
Gaet itu sudah memperingatinya, tetapi nanako bersikeras ingin masuk jalan-jalan dan inilah kenyataan yang mereka temukan.
"Siapa kalian!" Ucap nanako panik.
Pemimpin dari kelompok itu maju dan tertawa, "Haaa! Kamu tidak perlu takut cantik, "Ucap dia sambil tersenyum mesum.
"Bos! Gadis ini benar-benar cantik, sepertinya dia dari Jepang. Sangat langka menemukan momen seperti ini dalam hidup kita," Ucap bawahan kelompok itu.
Mendengar kata-kata itu nanako dan jiso menjadi sangat panik. Bagaimanapun, makna dari kata-kata mereka sudah jelas dan mereka juga terlihat sangat mesum.
"Apa mau kalian!" Ucap nanako panik.
Lalu pemimpin kelompok itu tertawa senang Haaaa! Aku tidak pernah berkhayal sebelumnya akan menemukan mangsa secantik kalian. Aku sudah tidak sabar menikmati tubuh indah mu yang cantik itu"
__ADS_1
Mereka semua tertawa senang dan bahagia.
Nanako dan jiso benar-benar menyesal tidak mendengar kata-kata gaet tersebut, dan sekarang mereka berdua benar-benar dalam bahaya.
Nanako berteriak meminta bantuan dengan berteriak kencang.
"Haaaa! Berteriak lah sepuasmu gadis cantik. Tidak akan ada orang yang mendengar mu disini," Setelah mengatakan itu dia tersenyum lalu menjilat lidahnya dengan mesum.
Ketua kelompok itu mengulurkan tangannya untuk menyentuh nanako.
Nanako dan jiso benar-benar panik dan pasrah kali ini. Tetapi Ketua kelompok itu tidak sempat menyentuh tubuh nanako, Tiba-tiba sesosok tangan menariknya terbang kebelakang.
Sosok itu adalah Eric! Untungnya dia tepat waktu. Pendengaran Eric sangat kuat walaupun itu jauh, jadi dia mendengar suara orang meminta tolong, jadi dia Buru-buru mencari sumber suara itu.
Tanpa mengatakan apapun, Eric melompat menyerang semua kelompok pencuri itu. Dengan cepat Eric mematahkan lengan dan membuat mereka semua pingsan tak sadarkan diri.
Dengan kemampuan nya sekarang, sekelompok kecil pencuri ini baginya seperti membunuh semut dengan jari kelingkingnya.
Nanako dan jiso melihat seseorang memukuli para pencuri benar-benar membuat mereka merasa lega dan aman.
Ketika Eric berbalik, dia menemukan sesosok gadis cantik yang terlihat sangat familiar. Dia terus mengingat dan memikirkan wajah tersebut. Dengan cepat Eric menyadari orang yang berdiri didepannya adalah nanako temannya dulu di jepang.
"Nanako?" Ucap Eric dengan terkejut.
Nanako juga menyadari kalo penolongnya itu agak terlihat sangat familiar. Dan ketika Eric berbalik dan memanggil namanya membuat nanako benar-benar terkejut.
Dia dan jiso merasakan terkejut seperti tersambar petir. barang-barang yang ia pegang semuanya jatuh ke tanah karena terkejut melihat sosok Eric di depannya.
Nanako benar-benar tidak bisa mempercayainya kalo sesosok orang yang berdiri didepan adalah Eric. Bagaimanapun yang dia tahu dan lihat dengan mata kepalanya sendiri, Eric dibunuh sadis dalem vidio itu. Semenjak dia melihat vidio itu, Eric tidak pernah muncul lagi dari pandangannya selama bertahun-tahun, ini membuat nanako juga beranggapan kalo Eric benar-benar sudah mati.
Namun, semua itu kini dipatahkan oleh kemunculan Eric yang berdiri didepan nanako.
Nanako tidak mengatakan apapun, dia kemudian berlari dan langsung memeluk erat Eric.
__ADS_1
Eric merasakan tubuhnya seperti dililit ular piton karena pelukan erat dari nanako.
Perasaan nanako kali ini benar-benar tidak bisa dijelaskan. Betapa bahagianya dan terharunya seseorang yang melihat orang yang sudah meninggal tetapi orang yang meninggal itu masih hidup dan berdiri didepan dia. Itu yang dirasakan oleh nanako saat ini.
Nanako tidak peduli jika sosok yang di peluknya adalah hantu, tetapi sosok ini mirip dan sama dengan Eric.
Nanako menangis sejadi jadinya karena terharu bercampur bahagia. Dia terisak isak sambil berkata, "Aku percaya kalo kamu masih hidup, aku benar-benar percaya hal itu!"
Nanako menangis dan menyandarkan kepalanya di dada Eric.
Eric saat ini bingung mau merespon dan berkata apa untuk menjelaskan situasinya, dia mau melepaskan pelukan nanako, tetapi melihat nanako seperti orang kesurupan memeluknya, Eric hanya bisa diam sembari melihat wajah nanako.
Nanako meraba tubuh Eric, dia memegang pipi dan memeriksa wajah Eric untuk memastikan keasliannya.
"Apakah ini benar-benar kamu Eric?" Tanya nanako sambil terisak nangis.
Mendengar pertanyaan nanako, Eric menjawab sambil memencet lembut hidung nanako," Apakah menurutmu aku seperti hantu sekarang?" Tanya canda Eric.
Sekarang setelah ia hidup dan tinggal di gunung titlis, ketampanan Eric tidak bisa disembunyikan walaupun dia hanya memakai pakaian sederhana.
Nanako terus memeluk Eric dengan ketidak percayaan, "Eric!" Panggil nanako.
Eric menunduk, "Ya ada apa? "
Nanako tidak mengatakan apapun, dia memeluk erat Eric lagi. Perasaan saat ini benar-benar dipenuhi dengan rasa syukur dalam suasana ketidak percayaan.
"Aku yakin kamu belum mati! dari sejak kepergian mu, siang malam aku selalu bermimpi dalam bayang-bayangmu kalo kamu benar-benar masih hidup. " Ucap nanako sambil terus memeluk Eric.
Eric mengelus rambut nanako dengan tangannya," Tidak perlu memikirkan ku sekarang. Kamu sudah melihatku kan? "
Nanako mengangguk dengan berlinang air mata.
Sedangkan jiso yang berdiri didepan masih bingung terkejut dan pelanga-pelongo seperti orang bodoh. Dia maju memeriksa tubuh Eric, dia benar-benar takut kalo sesosok yang didepannya adalah makhluk jadi-jadian seperti yang dia tonton di televisi.
__ADS_1
Dia sesekali menjambak rambut Eric mengetes keasliannya, " Benarkah ini Eric? Lalu vidio itu?" Tanya jiso dengan keheranan.