
Dengan sedikit ragu Eric berkata "Apakah efeknya benar-benar ada atau tidak guru?"
Jeremiah mendengus, "Sudah! kamu tidak perlu banyak tanya. Lihat saja efeknya besok. "
Setelah mengatakan itu, Jeremiah mengambil gelas dan mencampurkan satu per satu darah itu dan kemudian mengaduknya menjadi satu gelas. Tiga darah itu dicampur di satu gelas yang sama.
Darah itu terlihat masih sangat segar berwarna merah muda. Darah itu tidak bisa busuk walaupun tidak memakai pengawet atau pembekuan untuk menyetabilkannya.
Jeremiah buru-buru menawarkan, "Ini! Minumlah darah ini. Lalu setelah kamu meminumnya, kamu akan berendam didalam darah ini selama satu malam disini."
Eric ragu-ragu sebelum menerima nya, darah itu terlihat sangat menjijikan bagi Eric. Tetapi darah ini manfaat begitu besar seperti yang Jeremiah katakan. Lalu Eric meminumnya dengan menahan nafas supaya tidak terpengaruh dan memuntahkannya.
Setelah meminumnya, Eric merasakan suhu tubuhnya meningkat sehingga pakainya yang ia pakai serasa mau terbakar.
"Tubuh ku terasa sangat panas sekali guru! Apa yang terjadi." Ucap Eric sambil kesakitan.
Jeremiah tersenyum," Kamu tidak perlu khawatir, rendam semua anggota tubuhmu didalam kubangan tiga darah ini. Aku akan meninggalkanmu dan akan kembali besok pagi. Selamat bersemedi." Jeremiah berbalik dan meninggalkan Eric sediri didalam.
Eric tidak ragu menuruti kata-kata Jeremiah, karena tubuhnya juga sangat panas, jadi Eric segera merendam tubuhnya didalam kubangan darah itu.
---
Keesokan paginya, Jeremiah buru-buru menghampiri Eric dan menyuruh Eric membersihkan tubuhnya dari bekas pemandian darahnya selam satu malam.
Eric setelah keluar dari pemandian darah itu merasa dirinya tidak mengalami hal aneh, dia merasa sepertinya tidak ada perubahan.
Dia membersihkan tubuhnya dari bekas darah itu lalu menghadap Jeremiah.
"Guru! Aku tidak merasakan perubahan apapun dalam diriku!" Ucap Eric merasa tertipu dengan gurunya.
Jeremiah tidak merespon atau berkata, melainkan dia menarik satu tangan Eric dan mengeluarkan belati tajam lalu menyirat dan menusuk tangan Eric.
__ADS_1
Eric ketika melihat gurunya mengeluarkan belati dan menusuk tangannya mau tak mau membuat Eric panik dan berteriak kesakitan.
Jeremiah tertawa melihat ekspresi Eric," Lihat dulu tanganmu, tidak ada luka apapun" Ucap Jeremiah.
Eric yang menoleh kesamping karena takut melihat tangannya ditusuk langsung melihat kearah tangannya setelah mendengar perintah gurunya.
Eric terkejut melihat tangannya masih utuh dan tak ada luka apapun, "Hah? Bagaimana bisa?" Ucap terkejut Eric.
Jeremiah melambaikan tangannya, "Lupakan! Itu salah satu efek dari darah yang kamu minum dan mandikan. Kamu tidak akan bisa terluka oleh senjata tajam, senjata api ataupun ilmu guna-guna. Ucap Jeremiah lalu melanjutkan, "kamu hanya bisa terluka ketika kamu sendiri yang melakukannya. Seperti kamu menusuk dirimu dengan pisau maka itu akan membuatmu terluka Jika kamu sendiri yang melakukannya dengan sengaja."
Mata Eric berbinar mendengar dan melihat keajaiban ini, ini mungkin diluar ilmu biologi, tetapi kekuatan semacam ini masih ada dan benar-benar ada. Akan tetapi manusia modern sama sekali tidak mempercayai hal semacam ini.
Eric tak henti berterimakasih kepada Jeremiah.
"Eric! Sekarang kamu sudah boleh turun gunung dan meninggal gunung titlis dan melaksanakan tugas-tugas mu. Sekarang aku benar-benar memastikan kalo kamu mampu melewati segalanya, " Ucap Jeremiah sambil menepuk lembut bahu Eric.
Eric mengepalkan tinjunya dan menunduk," Saya siap menghadapi sekarang guru. Ini semua berkat bimbingan kerja keras guru."
"Jeremiah tersenyum," Lupakan! Sekarang hal yang lebih penting adalah kamu turun dan sesegera mungkin menghancurkan black Kobra. Aku benar-benar kasihan dengan keluarga korban, mereka tidak bisa melakukan apa-apa ketika melihat putri mereka diculik dan dijadikan bahan kesenangan orang kaya." Jeremiah mengepalkan tinjunya dan memukul meja, "Aku harap kamu bisa menyelesaikan tugas ini. "
Jeremiah mengeluarkan sebuah kertas yang bertuliskan sesuatu didalamnya, "Eric! Ini adalah alamat walikota yang aku maksud. Kamu hari melapor dan menyampaikan salam ku kepada walikota.
Eric buru-buru menerima kertas alamat itu, Terima kasih guru!"
Kemudian Jeremiah mengeluarkan kotak kecil lalu membuka nya didepan Eric," Eric! Ini adalah hadiah kecil Terakhir ku. Ini ada tiga biji pil Penopang dan pengawet muda. Jika kamu meminum pil ini, maka semua penyakit yang kamu derita akan segera sembuh. "Jeremiah menyerah kotak kecil itu kepada Eric, " Aku sarankan kamu memberikan satu pil ini kepada kakek ketika bertemu nanti, karena aku dan sedikit akrab dan aku merasa dia adalah orang yang baik. "
Eric menerima semua pemberian Jeremiah, Eric benar-benar menetes kan air mata karena terharu melihat Jeremiah begitu tulus kepada. Meskipun ia belum mengetahui efek dari pil ini tetapi semua yang Jeremiah berikan kepadanya benar-benar asli dan memiliki efek sesuai yang di katakan Jeremiah.
"Eric! Semoga sukses dengan tujuanmu," Ucap Jeremiah sambil memeluk Eric.
Sebenarnya ia enggan berpisah dengan Eric, karena Eric seperti nya sudah menjadi cucunya. Tetapi karena Jeremiah tidak egois, dia tidak akan melupakan tujuan awalnya mendidik Eric, yaitu membalas semua penderitaan dan menegakkan keadilan untuk dirinya.
__ADS_1
Eric dengan segera mengemasi barang-barang yang ia butuhkan. la juga sebenarnya sangat enggan meninggalkan gunung titlis, karena dia sudah nyaman dan damai tinggal disini. Tetapi Jeremiah meminta nya untuk menyelesaikan beberapa masalah, tentu saja Eric tidak berani menolak, jadi dia hanya bisa menerima dan menyelesaikannya.
Tak menunggu siang hari, Eric sudah menuruni dan meninggalkan gunung titlis. la sangat bersedih meninggalkan tempat aman dan damai. Tempat itu juga yang menyelamatkan hidupnya dari pemburuan pembunuhan.
Eric melihat alamat itu dan menunjukan tempat yang ia akan datangi adalah wuhan di Cina. Itu artinya Eric perlu melakukan penerbangan untuk sampai ke Cina.
---
Singkat saja Eric sudah melakukan penerbangan dan baru saja tiba Bandara di Cina. Sekarang ia hanya perlu ke wuhan untuk mencari alamat walikota yang Jeremiah minta.
Eric tak membawa barang apapun, dia hanya membawa ponsel, Eric juga sudah menggunakan penampilan yang keren seperti bodyguard. Memakai jas hitam yang mencolok serta memakai kacamata hitam sebagai pelengkap.
Eric berjalan meninggalkan bandara untuk mencari sebuah kendaraan umum menuju kota wuhan.
Eric berdiri diam di halte untuk menunggu bus datang dengan tujuan kota wuhan. ia hanya berdiam diri seperti patung. Ada seorang gadis disebelahnya tiba-tiba berteriak meminta tolong.
"Tas ku dicuri tolong!!"
Eric melihat sekeliling namun tak ada orang yang mau beraksi menolong gadis itu. Mereka semuanya hanya dia pura-pura tidak mendengar, mungkin mereka tidak mau membuang waktu ikut campur urusan orang.
Eric hanya melihat pencuri itu melarikan diri, lalu dia mengejar nya seperti angin berlari kencang.
Eric menarik tangan pencuri itu dan merebut tasnya, sedangkan pencuri itu panik dan langsung melarikan diri.
Tak menunggu waktu lama Eric kembali dengan membawa tas milik seorang wanita tadi dan menyerahkannya.
"Lain kali hati-hati," Ucap Eric.
Wanita itu menunduk, "Terima kasih atas bantuannya!" Setelah mengatakan itu dia mengeluarkan beberapa ratus dolar dan menyodorkan nya ke Eric."terimalah sebagai tanda terima kasihku.
Eric melambaikan tangan, " Tidak.. Tidak! Aku tidak membutuhkannya, jadi simpan saja untukmu."
__ADS_1
Wanita itu menunduk laku berkata, " Terima kasih banyak atas bantuan nya!
Eric hanya mengangguk sebagai jawaban.