
Insiden seperti ini tidak akan terjadi jika dia tidak membawa Lyra pada acara tersebut. Lagi pula nanako lah yang membawanya ke acara itu sehingga ia bisa bertemu kembali dengan Lyra
Inilah alasan mengapa Eric tidak ragu untuk membelanya dan berjuang keras untuknya ketika dia melihat bahwa dia dalam masalah hari ini.
Ketika Eric melihat bahwa Nanako sudah baik-baik saja, dia ingin kembali ke apartemen nya untuk beristirahat. Namun, Nanako menolak untuk membiarkannya pergi dan bersikeras untuk pergi ke rumah sakit bersamanya.
Sepanjang jalan, Nanako memegang tangan Eric dengan erat.
Eric tidak tahu apa yang dipikirkan Nanako.dia hanya memainkan ponsel miliknya untuk membalas WeChat dari Lyra.
Eric sangat khawatir dan gugup untuk mengatakan sesuatu, tetapi sebelum Eric bisa mengatakan apa-apa, Nanako tiba-tiba melepaskan tangan Eric. Dia bahkan memintanya untuk pergi sendiri.
Jiso juga terkejut melihat kearah nanako yang tiba-tiba memiliki wajah yang emosi.
Eric tercengang. "Apa yang salah?"
Nanako menjawab, "Tidak apa-apa. Saya baru saja memikirkan mengapa anda menolong saya, dan mengapa anda masih memperlakukan saya dengan sangat baik sekarang. Lagipula, sepertinya kamu tidak memperlakukanku sebagai temanmu sama sekali berdasarkan caramu meninggalkanku sendirian pulang sebelum ini!"
"Kamu seharusnya tidak menyelamatkanku hari ini. Aku sudah sangat sedih karena kamu pergi meninggalkanku sendiri dengan orang lain, tapi sekarang, aku harus merasa bersyukur lagi padamu. Apa yang kamu mau dari aku?!" Nanako bertanya sambil menghentakkan kakinya frustasi.
Eric menjawab, "Aku hanya tidak ingin kamu terluka. Aku benar-benar menganggapmu sebagai temanku!"
Nanako juga tipe gadis yang sangat langka. Dia tidak materialistis dan dia juga sangat baik dan cantik. Selain itu, dia selalu memperlakukan Eric dengan sangat baik. Jadi, tentu saja Eric menganggapnya sebagai teman.
"Oke, izinkan aku menanyakan sesuatu padamu ..." kata Nanako sambil mendekati Eric, menatapnya lekat.
"Apa itu?" Tanya Eric.
Semua orang menunggu jawaban dari nanako.
Jiso yang berada di kursi depan saat sedang mengemudi juga memiringkan tubuhnya untuk mendengar percakapan Eric dan nanako.
Melihat jiso mau menguping membuat nanako merasa kalo jiso merusak suasana. "Jiso, bisa tidak kamu membiarkan aku tenang sehari saja! "
Jiso mendengar ini mau tak mau tertawa lucu dalam hatinya,' ah! Nanako ini benar-benar gadis yang lugu. ' ucap tertawa jiso dalam hati.
__ADS_1
"Baiklah tuan putri nanako yang cantik! Aku tidak akan menggangu mu lagi. Aku akan fokus menyetir dulu."
Melihat suasana kembali tenang, hati nanako sedikit lega lalu ia melanjutkan pertanyaannya tadi.
"Katakan padaku! Mengapa Anda meninggalkan saya tadi dan pergi dengan Lyra? Katakan padaku yang sebenarnya! Apa mungkin kamu pacar dia?" Nanako bertanya ragu.
Namun, Nanako sudah tahu bahwa Eric berasal dari latar belakang keluarga miskin. Seperti yang dikatakan jiso. Pria ini sangat membosankan, jadi bagaimana mungkin dia punya pacar?!
Eric adalah tipe laki-laki yang tidak terlalu peka terhadap perasaan, jadi dia menganggap pertanyaan nanako itu seperti pertanyaan yang dijawab pada umumnya.
"Lyra maksud mu? Kami hanya berteman cukup dekat, jadi do'akan saja aku bisa menjadi pacar dia!" Eric menjawab dengan lugu tanpa menyaring kata-kata nya.
Meskipun Eric tidak cukup narsis untuk berpikir bahwa seseorang seperti Nanako akan menyukainya, dia bukan playboy atau apa. Tetapi Eric benar-benar masih lugu terhadap perasaan kepada wanita.
Jadi ketika dia memberi nafas buatan ke nanako lalu nanako bangun dan akhirnya mereka pun berciuman, tetapi Eric tidak merasakan kemesraan atau sesuatu yang membuat dirinya menyukai nanako. Jadi dia menganggap kejadian ini hanyalah insiden tidak disengaja.
Nanako tidak bisa tidak merasa sedikit terluka karena suatu alasan. "Apa?! Apakah kau berbohong padaku?"
"Aku tidak berbohong padamu. Aku benar-benar punya ingin mempunyai pacar seprti Lyra. Kami sudah menjadi teman dekat selama lebih dari beberapa bulan. Dia meninggalkan ku pergi ke Jepang untuk alasan tidak aku ketahui, maka dari itu aku pergi ke Jepang juga sambil memastikan keadaan dia!" Eric menjawab sambil tersenyum.
"Iya. Aku sangat menyukainya, dan dia juga peduli padaku walaupun aku tidak punya apa-apa!"
Nanako bisa merasakan kecemburuan dibalik
kata-kata Eric. Bagaimanapun pergi mengejar seseorang keluar negeri itu saja sudah membuktikan cinta Eric ke Lyra.
Jadi nanako dipenuhi dengan rasa kecemburuan dan sakit hati mendengar pernyataan Eric.
"Oh! Maka aku harus pergi ke rumah sakit sendiri! Kamu tidak usah menemaniku lagi. Aku sudah besar dan bisa menjaga diriku sendiri. Silahkan anda keluar Dari mobil saya,anda bisa meninggalkan kami berdua untuk pergi kerumah sakit!" Nanako berkata dengan dingin.
"Jiso hentikan mobilnya, Eric! Dia mau pergi dan tidak perlu mengantar kita kerumah sakit." Nanako sambil menepuk bahu jiso.
Jiso terkejut dan langsung berhenti. Tapi dia tidak mau mengatakan sesuatu mengingat dia tidak ingin mengganggu nanako hari ini. Tapi Jiso sangat bingung dengan perubahan sikap nanako.
Eric tidak tahu kenapa tiba-tiba ada perubahan sikap Nanako dari awal hingga akhir.
__ADS_1
"Apa kamu tidak mendengar Kata-kata ku! Kamu boleh meninggalkan kami berdua, silahkan pergi, tinggalkan kami".ucap nanako dengan dingin.
Eric sangat malu dan bingung pada saat ini. Dia bingung dengan alasan nanako mengusirnya, padahal dia sama sekali tidak melakukan apapun yang membuat nanako merasa risih.
Tetapi Eric tidak menyadari kesalahan dalam Kata-kata nya. Hanya nanako yang merasakan sakit dalam hatinya. Jika semua wanita diposisikan seperti nanako, mungkin semua wanita itu akan merasakan hal yang sama juga seperti yang dirasakan oleh nanako.
Eric menggaruk kepalanya sambil membuka pintu mobil dan keluar, mobil nanako perlahan berjalan dan meninggalkannya.
Namun, itu tidak masalah bagi Eric.
Bagaimanapun, karena dia sudah hampir tiba di rumah sakit, Eric memutuskan untuk Naik taksi supaya mempercepat perjalanan nya.
Dalam mobil nanako tiba-tiba menangis entah kenapa.
Faktanya, nanako tidak dapat memahami kondisi mentalnya sendiri saat ini.
Mengapa? Apa yang terjadi?!
Namun, perasaan terkadang tidak dapat dipahami dan tidak dapat diprediksi.
Nanako tidak tahu kapan dia mulai memiliki perasaan aneh terhadap Eric.
Bagaimanapun, dia hanya ingin melihatnya,
mengenalnya lebih dekat, dan berada di sisinya.
Mungkin saat itulah ketika Eric memberikannya jam tangan? Tetapi yang lebih membuat dirinya memiliki perasaan terhadap Eric adalah,Eric menyelamatkan nya dan dia melakukan ciuman pertamanya dengan seorang pria. Bukankah itu setara dengan pengakuan tidak langsung dari perasaannya untuknya?
Bukankah sebuah pengakuan merupakan promosi tidak langsung dari perasaan dan kasih sayang?
Entah itu orang asing atau teman....
Selama pihak lain mengaku, hubungan antara kedua belah pihak akan berubah dengan sangat cepat.
Jika pihak lain tidak terlalu membenci orang lain, hubungan antara kedua belah pihak tanpa sadar akan menjadi semacam perasaan ambigu.
__ADS_1
Ini jelas yang Nanako rasakan sekarang saat ini.