
Lyra disamping itu tak perlu repot-repot melihat kearah Naruto. Seumur hidup Lyra, dia hanya pernah makan dengan laki-laki bernama Eric.
Naruto terus memohon " Lyra ayo lah! Aku tidak akan merepotkan mu disana. Kamu hanya duduk saja dan tidak ada yang mengganggumu.
Lyra adalah orang yang selalu ingin mengetahui hal-hal baru.
Lyra menjawab dan berkata, "baiklah! Aku akan membantumu kali ini. Tapi kau jangan menyentuhku atau terlalu dekat denganku. Bagaimana? Kalo tidak mau aku tidak akan pergi."
Naruto langsung bersemangat dan berkata, " Percaya padaku Lyra, aku tidak akan pernah melakukan hal-hal seperti itu.
Naruto sekarang adalah pemimpin beberapa gangster di daerah kota Yokohama. Jadi dia adalah anak berandalan tapi tidak pernah memiliki pengalaman mendekati wanita. Melainkan banyak wanita yang mendekatinya. Tetapi begitu Lyra tiba di Jepang dia langsung terpukau akan kecantikan Lyra. Walaupun Lyra adalah sepupunya, Naruto sangat ingin menjadikan Lyra pacarnya tapi Lyra bukan orang yang mudah ditaklukkan baginya. Oleh karena itu dengan diterimanya tawaran oleh Lyra. maka ini bisa dianggap sebagai kencan pertamanya dengan Lyra. Naruto sangat bersemangat.
"Eric aku sudah menunggu kamu lebih awal didepan universitas. Kamu jangan terlalu lama-lama, nanti kita ketinggalan acaranya." Ucap nanako diseberang telepon.
Eric menjawab dengan santai" Nanako! Aku sampai lima belas menit disana."
Nanako membalas, "Oke! Sampai bertemu kembali!"
Eric segera bergegas menuju universitas, la mengendarai Taxi.
Seperti biasa Eric tidak berpenampilan kerennya, melainkan dia mengenakan pakaian yang sederhana tetapi tetap masih rapi.
Jika dilihat dimata orang-orang, mereka hanya bisa menganggap Eric sebagai orang miskin. Sebab, anak muda di Jepang jarang sekali ada yang menggunakan pakaian murah. Mereka selalu menggunakan baju trend dan mahal-mahal.
Eric sebenarnya ingin sekali menggunakan penampilannya yang sebenarnya. Tetapi tidak untuk bersama nanako, sebab dia belum terlalu mengenal nanako.
Tak lama perjalanan Eric tiba gerbang universitas, tapi dia tidak melihat tanda-tanda keberadaan nanako.
"Hai haruka selamat sore!!" Ucap Eric.
Haruka mendengar suara yang agak terdengar familiar. Dia menyadari sosok yang mengapa nya tadi adalah Eric. Lalu Haruka berbalik dan menjawab, "Hai juga" Setelah mengatakan itu Haruka di mulai berbalik dan pergi.
Eric yang melihat tanggapan Haruka terhadap dirinya membuat menyerngit, 'mungkinkah dia masih marah terhadapku 'ucap Eric kebingungan dalam hatinya. Tapi dia tidak terlalu memikirkan nya.
Tiba-tiba datang mobil BMW hitam Seri 9 melaju dan berhenti tepat di depan Eric. Dua orang keluar dari mobil dan itu adalah jiso dan nanako.
Eric terkejut dan berkata, " Nanako! Kamu ingkar janji, kenapa jiso juga ikut?"
Jiso maju dan menjawab, " Eric! Aku tidak pernah habis pikir kalo nanako akan berinisiatif untuk mengajakmu kencan berdua. Apa kamu tahu? kalo ini pertama kali nanako berani mengajak seorang laki-laki berkencan?"
Wajah Nanako disamping itu memerah karena malu, " Jiso kamu terlalu banyak bicara! Aku sudah bilang kepadamu jangan terlalu banyak bicara ketika bertemu dengan eric."
__ADS_1
Jiso tertawa dan berkata, " Nanako tidak usah malu-malu. Lagi pula aku mengatakan ini sesuai fakta bukan? Hehee akhirnya sekian lama kamu tidak akan menjomblo lagi."
Mendengar perkataan jiso nanako tidak bisa menahan malunya lagi.
Nanko menarik tangan jiso dan berkata, " Eric jangan terlalu mendengarkan kata-kata jiso. Otaknya sudah gila."
Jiso membalas dan tertawa, "Hahaa... Beginilah kalo sedang jatuh cinta, teman sendiri pun dianggap gila. Ya sudah kalian bisa menghabiskan waktu bersama, aku mau pergi dulu."
Setelah berkata begitu jiso masuk mobil dan menginjak pedal gas. jiso meninggalkan nanako dan Eric.
"Nanako apakah itu mobil kamu?" Tanya Eric.
Nanako menjawab dengan malu-malu, "iya! Itu mobilku"
Eric berkata," Lalu kenapa jiso membawanya pergi? Bukankah kita juga akan pergi?"
Nanako menjawab, "Ya kita akan pergi. Tapi aku malu mengendarai mobil seperti itu.
Eric kebingungan dan menjawab, " Kamu malu? Apakah mobilnya terlalu jelek? Menurut ku mobil itu bagus."
Nanako menjawab dengan malu-malu. "Bukan itu masalahnya, aku tidak terbiasa memakai mobil seperti itu bertemu temanku. Apakah kamu tidak keberatan kita menaiki taksi untuk pergi?"
Eric merasa tersentuh dengan sifat rendah hati nanako, "Oh tidak sama sekali, aku tidak keberatan.”
Yang membuat hati Eric tersentuh adalah, nanako sama sekali tidak malu ketika berdekatan dengan Eric, bahkan berinisiatif mengajak Eric untuk jalan-jalan.
Selama hidupnya, dia hanya pernah diajak sekali makan oleh perempuan yang tak lain adalah Lyra. Kali ini! Dia benar-benar akan diajak untuk bertemu teman nanako.
Mereka berdua duduk sambil menunggu taksi datang.
"Nanako! Kenapa kamu berinisiatif mengajak ku? Kenapa tidak mengajak jiso atau yang lain?" Tanya Eric.
Nanako menjawab dan berkata, " Jiso sibuk hari ini! Dan aku tidak terlalu memiliki teman, jadi itu sebabnya aku meminta mu untuk membantu ku. Tidak apa-apa kan?"
Eric bertanya "Bagaimana dengan Akio? Sepertinya dia suka terhadapmu. Bagus juga jika kamu mengajak dia untuk hadir bukan aku."
Nanako menjawab dengan cemberut," Aku tidak pernah ingin berteman dengan dia! Tapi dia selalu berusaha mendekati ku. Dan aku tidak memiliki teman lain lagi selain jiso. jadi itulah sebabnya aku meminta mu bukan dia."
Eric menjawab " Apakah seperti itu?"
Nanako hanya mengangguk sebagai jawaban.
Nanako kali ini merasakan sesuatu di hatinya ketika berada di dekat Eric. Dia memiliki semacam emosi aneh untuk Eric.
__ADS_1
Lyra diperlakukan seperti ratu oleh Naruto. Dia membuka pintu mobil perlahan dan membiarkan Lyra masuk. Seolah-olah dia sebagai bodyguard Lyra.
Lyra sama sekali tidak mempedulikan sepupunya ini. Dia hanya masuk mobil dan diam sepanjang waktu.
Suasana didalam mobil sangat canggung. Hanya terdengar suara mesin mobil. Naruto tak berani bersuara tetapi suasana didalam mobil terlalu sepi.
"Lyra! Mengapa kamu tiba-tiba pindah kuliah ke Jepang?" Tanya Naruto. Sebenarnya dia sudah tau alasan Lyra pindah ke Jepang, cuma dia ingin memperjelas rumor itu. Apakah benar atau tidak.
Lyra dengan dingin berkata, " Apa hakmu menanyakan masalah pribadiku?"
Naruto berkata dengan gugup," Bukan seperti itu Lyra, tapi aku hanya ingin tau alasanmu pindah yang sebenarnya."
Lyra membalas dengan marah berkata, " Sejujurnya aku tidak akan pernah mau keluar jalan-jalan bersama mu. Tapi nenek yang memintaku untuk melakukannya." Lyra berkata dengan nada marah lalu menambahkan. " Kamu jangan terlalu bertanya omong kosong kepadaku, cepat hentikan mobilnya aku ingin pulang."
Mendengar ini Naruto panik.
Naruto segera berkata " Lyra, ku mohon jangan tersinggung dulu. Maafkan aku, aku tidak akan banyak bicara lagi." Naruto memohon dengan tulus lalu menambahkan, " Jika nenek mengetahui kamu tidak pulang bersamaku, nenek tidak akan pernah mau menemui ku, dengan alasan aku tidak menjagamu dengan baik. "
Sejujurnya, Naruto adalah orang yang pendiam dan dingin. Mustahil dirinya pernah memohon kepada gadis. sifat nya yang keras kepala kini sudah hilang dengan kemunculan Lyra dalam hidup nya.
Walaupun Lyra sepupunya, tapi tidak ada larangan untuk menyukai sepupunya.
Lyra mendengar pernyataan Naruto hanya diam dengan pandangan keluar jendela.
Naruto tidak berani bertanya atau berkata-kata lagi didepan Lyra, dia hanya diam sepanjang waktu. Mobil itu terasa sunyi dalam perjalanan hingga sampai tujuan.
Dia membukakan Lyra pintu mobil seperti sebelum. Naruto membimbing Lyra masuk restoran.
Teman sekelas mereka sudah banyak yang sampai duluan. Pada saat Lyra dan Naruto masuk, semua pandangan mata tertuju kepada mereka berdua.
Mereka semua terkejut dengan kecantikan bersama Naruto.
"Naruto apakah ini pacar barumu. Aku akui dia adalah dewi kecantikan, " Ucap teman Naruto.
Naruto mendengar ini sangat senang, tapi dia takut jika Lyra akan muak dan keluar dari sini ketika mendengar ini.
Naruto meraih kerah baju temannya yang berbicara tadi dan memukulinya. Semua orang tahu kalo Naruto adalah anak pendiam tapi pemimpin gangster.
Lyra mendengar dan melihat Naruto memukuli temannya, tapi dia tidak peduli. Lyra mencari kursi kosong dan duduk sendirian.
Semua teman sekelas alumni Naruto tak berani menyapa Lyra. Mereka hanya bisa mengagumi kecantikan Lyra.
__ADS_1