Perjalanan Seorang Pemuda Miskin Menuju Kesuksesan

Perjalanan Seorang Pemuda Miskin Menuju Kesuksesan
Bab 48


__ADS_3

"Naruto?" Kejut Eric.


Naruto berbalik dan menyadari kehadiran seseorang," Siapa kamu?" Kejut Naruto juga.


Naruto saat ini tidak mengenali Eric dengan penampilan barunya. Dia mengenakan jas hitam mewah seperti anak muda dari keluarga kaya.


"Siapa aku?" Tanya Eric dengan tersenyum kecut," Katakan dima kamu menyembunyikan nanako! " Tanya Eric dengan dingin.


Naruto berkata dengan serius," Katakan sejujurnya siapa sebenarnya kamu dan siapa yang menyuruhmu datang keseini?"


Eric mencibir dan berkata, "Oh apakah kamu sudah melupakan aku? Tidakkah kamu mengenali suaraku? Kamu sendiri yang memanggilku kesini dan kamu menanyakan siapa yang memanggilmu datang kesini. Bukankah ini lelucon."


Mendengar makna Kata-kata tadi tubuh Naruto gemeteran, 'Eric? Bagaimana mungkin dia Eric, tapi suaranya jelas mirip seperti Eric, 'tanya Naruto dalam hatinya.


Naruto berkata dan mencibir, "Oh bagus kalo begitu! Untung saja kamu datang tepat waktu, jika tidak maka anak buah ku akan memperkosa nanako sebagai penebus kesalahanmu."


Eric yang mendengar ini sangat marah, rasanya dia ingin mematahkan tulang mereka menjadi seribu pecahan.


Eric berkata dengan nada marah, "Dimana kalian sembunyikan nanako? Cepat katakan sebelum aku patahkan tulang kalian semua."


Mendengar perkataan Eric, Naruto dan gangster lainya tertawa terbahak-bahak.


Naruto berkata dan mencibir, "kamu ingin mematahkan tulang kami? Haaa.. Lihatlah betapa arogan dan sombongnya kamu saat situasi seperti ini." Naruto merasa kata Eric lucu," Cepat buka bagasi mobilmu, berikan dia melihat nanako sebelum kita menghabisinya."


Para gangster yang menculik nanako membuka bagasi mobilnya. Disana ada tubuh seorang gadis cantik yang tak sadarkan diri. Siapa lagi kalo bukan nanako.


Eric tidak bisa menahan amarah nya kali ini, Kalian semua tidak manusiawi, apa sebenarnya mau mu Naruto sehingga menculik nanako?"

__ADS_1


Naruto menjawab dan berkata, " Pertama kamu berani mempermalukan ku didepan teman sekelas ku tadi. Kedua kamu berani merebut Lyra dari aku pas acara. Dan yang ketiga nanako temanmu ini berani memprovokasi ku. Maka kalian berdua harus merasakan karena telah berani memprovokasi ku."


Eric berkata," Kalo kamu memang seorang pria, kenapa kamu bermain seperti pengecut menculik nanako. Kenapa tidak aku yang kamu menculik?"


Naruto mencibir dan tertawa," Haaa.. Itu karena aku ingin menjadikan nanako jaminan, jika kamu tidak datang maka aku yang akan pertama kali memperkosa nanako." Naruto tertawa penuh kemenangan.


Eric mendengar ini tak bisa menahan amarah nya. Rasanya energi dalam dirinya akan segera meledak. Eric sudah kehilangan kesabaran, dia berlari menyerang kearah Naruto. Naruto masih tertawa dan tidak melihat serangan Eric.


Seketika tubuh Naruto terpental jatuh ke tanah. Naruto akhirnya menyadari kalo Eric baru saja menyerangnya, dia berdiri dan siapa melawan.


Eric seperti orang yang kerasukan Setan. Beberapa serangan pukulan tendangan dilakukan kepada Naruto, tetapi Naruto bisa mengimbanginya.


Tetapi karena terlalu banyak serangan Naruto tidak bisa mengimbanginya lagi. Naruto terkejut melihat kelilaihan Eric dalam bertarung.


Dia tidak pernah menyangkan kalo Eric bisa seni beladiri.


Beberapa dari anak buah Naruto menyadari serangan serius Eric, lalu berdua dari mereka maju menyerang kearah Eric.


Kedua gangster itu tak bisa bangun lagi, mereka meraung-raung kesakitan di tanah. Lalu Eric melihat tongkat bisboll ditangan kedua gangster tadi dan mengambilnya.


Lalu dia berjalan kearah Naruto dengan Aura ingi membunuh. Naruto terkejut melihat semua kejadian ini, dia seperti bermimpi melihat semua yang terjadi saat ini.


Naruto saat ini kehabisan efektifitas tempur akibat serangan dari Eric. Dia sekarang menyadari betapa ngerinya Eric. Melihat Eric membawa tongkat bisbol kearah nya membuat dia bergidik ketakutan.


"Oh brother Eric! Tenangkan dirimu dulu, tadi aku hanya bercanda mengatakan itu semua. Bagaimanapun kita kan teman sekelas, jadi jangan anggap serius kata-kataku tadi. "Ucap Naruto memohon berusaha mencairkan suasana.


Namun Eric sama sekali tidak terpengaruh, dia hanya tersenyum sinis dan terus berjalan menuju Naruto.

__ADS_1


Naruto ketakutan dan kencing dicelana nya melihat Eric berjalan kearah nya dengan Aura membunuh.


"Eric! Kumohon jangan pukul aku. Bagaimanapun aku juga masih sepupunya Lyra. Bagaimana jika Lyra tau kalo kamu memukuli ku, bukankah dia akan marah kepadamu." Naruto berusaha mengubah suasana keadaan menjadi damai.


Eric duduk berjongkok didepan Naruto dan berkata, " Biarkan saja Lyra mengetahui perbuatan bejatmu ini, dan biarkan juga polisi tau perbuatan ku memukulmu."


Kata-kata Eric membuat Naruto putus asa. Bagaimana pun dibalik permasalahan ini, dialah biang kerok utamanya. Dialah yang akan disalahkan jika Lyra atau polisi mengetahui kejadian ini. Naruto tak bisa berkata-kata lagi, dia hanya diam putus asa.


Naruto dengan putus asa berkata, " Eric! Aku mohon ampuni kesalahan ku. Aku tahu aku salah, tapi bagaimanapun kamu tidak boleh memukuliku terlalu berlebihan karena kita teman sekelas."


Eric tersenyum kecut dan berkata, " Bukankah kamu bilang akan menghabisi ku? Bagaimana jika aku di posisimu? Bukankah kamu akan melakukan hal yang sama? Bukankah kamu akan menghabisi lebih parah dari ini? " Eric tersenyum lalu melanjutkan," Jangan beralasan kamu sepupunya Lyra, jangan beralasan kamu teman sekelas ku. Jika kamu berani menyakiti orang sekitar ku! Maka jangan harap hidupmu akan selamat. Jika kamu berani mengulangi kesalahanmu ini, aku akan membuat kamu seperti ketua gangster mu sebelumnya"


Naruto terkejut seperti tersambar petir, " Apakah kamu yang membunuh ketua kami sebelumnya?" Tanya naruto dengan ketakutan.


Eric memelototi naruto dan berkata, "Kamu tidak pantas mengetahui hal itu, yang pasti ketua mu sebelumnya telah berani memprovokasi ku." Eric tersenyum sinis lalu melanjutkan," Dan aku akan memberimu kesempatan kali ini, jika kamu berani memprovokasi ku lagi. Maka jangan harap hidupmu selamat."


Mendengar ini Naruto bergidik ketakutan, jelas-jelas ketua gangster sebelumnya mati dengan cara mengenaskan.


Namun akhirnya naruto menghela nafas setelah Eric mengatakan dia akan memberinya kesempatan. "Terima kasih Eric telah mengampuni dan memberi ku kesempatan. Aku berjanji tidak akan melakukan kesalahan lagi dimasa depan."


Eric tertawa kejam dan berkata, "Memang benar aku mengampuni mu, tapi aku hanya mengampuni kematian mu. Tetapi aku tidak mengampuni mu dari kesalahan mu ini."


Naruto mendengar ini merasa bingung dan ketakutan," Lalu apa yang mau kamu lakukan terhadapku?" Tanya naruto dengan gugup.


Eric tersenyum sinis dan berkata, " Tentu saja aku ingin melihatmu tidur di bangsal rumah sakit selama sebulan."


Naruto bergidik ketakutan, "Apa maksud mu?"

__ADS_1


"Maksudku ini!" Setelah mengucapkan itu Eric mengangkat tongkat bisbol yang berada di tangannya dan memukul kaki naruto.


"Krekk.. "


__ADS_2