Perjalanan Seorang Pemuda Miskin Menuju Kesuksesan

Perjalanan Seorang Pemuda Miskin Menuju Kesuksesan
Bab 75


__ADS_3

Elena sangat frustasi ketika dia mendengar Eric menyebut klub malam, " Eric, anda baru saja bertanya klub malam yang dimiliki oleh black kobra kan melalui telepon tadi? Anda tidak akan pergi kesana kan?"


"Tidak" Eric tersenyum sedikit dan berkata, " Aku akan pergi dan merasakan kehidupan malam yang terkenal di cina."


Elena berseru," Bahakan itu masalah nya, kita bisa pergi ke klub malam yang dimiliki oleh black kobra! Akan sangat berbahaya disana terutama kamu baru saja menyinggung Luke."


Eric tertawa dan berkata, " Itu pasti akan sangat berbahaya, tetapi pada akhirnya, kita akan melihat siapa yang paling berbahaya."


Ketika Elena melihat ekspresi ceria di wajah eric, dia semakin bingung tentang asal usul eric.


Berdasarkan panggilan telepon yang baru saja dilakukan oleh eric, Elena dapat menyimpulkan bahwa eric tidak melakukan ini dengan sembrono seperti yang terlihat. Dia bahkan mungkin sudah menyelidiki bagaimana kekuatan black kobra dengan jelas, dan mungkin dia sudah merencanakan sebelumnya.


Elena tidak bisa tidak memikirkan hal ini, lalu dia bertanya kepada eric. "Siapa sebenarnva Anda?"


"Aku?" Eric tertawa dan berkata, " Aku adalah orang yang tidak boleh diprovokasi oleh siapapun, "


Elena tidak bisa menahan diri untuk tidak mengerutkan kening, dia juga jauh lebih berhati-hati saat ini lalu bertanya kepada eric, "Apa sebenarnya yang anda ingin lakukan di wuhan cina?"


Eric mengangkat alisnya dan berkata dengan acuh tak acuh," Aku datang kesini untuk menegakkan keadilan."


Elena terkejut dan kebingungan. Dia benar-benar tidak memahami kata-kata Eric sama sekali. Kata-kata yang diucapkan Eric selalu meragukan antara kebenaran atau kepalsuan bagi Elena, dan sangat sulit baginya untuk memahami karakter seperti Eric.


Kesan pertamanya tentang Eric telah berubah dalam beberapa jam setelah bertemu dengannya.


Pada awalnya, dia merasa bahwa Eric tampaknya cukup cuek dan tidak banyak bicara.


Ketika mereka bertemu dengan luke, Elena merasa bahwa Eric tampaknya kurang pintar, agak semberono dan tidak tau bagaimana menilai situasinya.

__ADS_1


Selain itu, tindakan Eric berinisiatif untuk meraih tangannya membuat Elena merasa bahwa entah bagaimana Eric tiba-tiba tidak masuk akal.


Selain itu, sikap Eric ketika dia menolak meninggalkan wuhan membuat Elena merasa seolah-olah Eric benar-benar tidak mengetahui situasi nyawanya dalam bahaya.


Tetapi sekarang, dia merasa pendapat nya tetang Eric sebelumnya sepertinya salah besar.


Eric memang tidak takut, tetapi dia tidak takut karena bodoh. Sebaliknya, Eric tidak takut karena sudah mengenal musuh.


Saat Elena memikirkan hal ini dia memandang Eric dan bertanya, " Bisakah anda memberi tahu saya keadilan macam apa yang ada ingin tegakkan di wuhan?" Tanya Elena dengan berhati-hati kepada Eric.


Awalnya Elena bersikap biasa kepada Eric, namun ketika dia lebih memikirkan nya dia takut dan sedikit berhati-hati terhadap Eric sekarang.


"Keadilan macam apa yang ingin nona Elena aku lakukan?" Ucap Eric.


Eric berkata sambil tersenyum, " Aku tidak bisa memberitahumu untuk saat ini. Aku akan membiarkan kamu memikirkan nya sendiri biar ada sedikit misteri."


Elena tidak bisa menahan diri untuk tidak memperingati dan bertanya lagi, "Apa anda pernah berfikir tentang apa yang anda akan lakukan jika luke menargetkan anda? Bagaimana anda bisa mengalahkan black kobra sendirian di Cina?"


Elena berfikir bahwa Eric membual lagi, dia merasa bahwa Eric sangat menguras emosinya. Elena hanya bisa menggelengkan kepalanya tanpa daya dan berkata, " Oke, Anda menang!"


Setelah itu, Elena hanya bisa keluar dari tempat parkir bersama dengan Eric.


Ketika mereka berdua keluar dari tempat parkir, mereka berdua masuk youri streat, tempat itu sangat ramai dan besar.


Selain arus pelanggan yang ramai ditempat itu, banyak salesmen yang mengkhususkan diri dalam penjualan dan promosi serta banyak area untuk pameran komoditas.


Ada beberapa stan yang tertata rapi di tempat itu, Dan spanduk universitas elena tergantung disemua stan. Banyak mahasiswa berseragam rapi sibuk didepan stan.

__ADS_1


Elena dalam suasana hati yang rumit saat dia bersama Eric ke stan ini, Yang merupakan tempat dia dan teman-temannya melakukan penjualan amal mereka.


Ketika mereka melihat Elena datang, banyak siswa yang terkejut, dan banyak juga dari mereka berkumpul untuk menyambutnya.


Salah satu laki-laki berkata bertanya kepada Elena, " Mengapa kamu terlambat datang kesinii Elena?"


Elena tersenyum sedikit dan berkata, " Aku mempunyai beberapa urusan yang harus dikerjakan, makanya aku sedikit terlambat datang kesini." Elena menghela nafas dan balik bertanya," Bagaimana penjualan hari ini?"


"Tidak terlalu bagus" Anak laki-laki itu bernama Fir'aun lalu berkata dengan kecewa, "Kita baru menghasilkan dua puluh ribu dolar cina sejak penjualan kita dari pagi. Aku awalnya berfikir kita setidaknya akan menghasilkan lima puluh ribu dolar cina."


Elena menyemangati," Itu tidak masalah, dua puluh ribu dolar cina juga uang yang banyak. Itu layak dipuji,"


Fir'aun menghela nafas dan berkata, " Elena, kamu telah menyumbangkan ratusan ribu dolar cina untuk dirimu sendiri. Begitu banyak dari kita yang sibuk dan hanya bisa mengumpulkan uang segitu. Ini benar-benar memalukan."


Elena buru-buru berkata, " Fir'aun, amal bukan untuk siapa yang menyumbangkan paling banyak, tetapi seberapa ikhlas kamu dalam menyumbangkan uang itu."


Setelah mengatakan itu, dia mengambil kardus dari tangan Eric dan menyerahkan nya kepada anak laki-laki itu," Fir'aun, ini ada beberapa barang pribadiku yang belum pernah aku gunakan. Aku sudah menandai harga jualnya, dan total semuanya tidak lebih dari dua puluh ribu dolar cina sesuai dengan label harganya."


Setelah mengatakan itu, Elena mengangkat tangannya menyemangati teman-temannya, Semuanya tolong bekerja keras. Kita akan menjual semua barang yang telah kita kumpulkan sesegera mungkin. Selain itu, aku juga meminta siswi lain di Universitas untuk menyumbangkan barang-barang pribadi yang tidak terpakai sebanyak yang mereka miliki. Setelah mendapatkannya, kita pasti akan menambah pengadilan penjualan amal kita."


Kerumunan mulai bersorak karena telah mendengarkan motivasi penyemangat dari Elena, dan mereka semua penuh dengan energi lagi.


Pada saat ini, seorang gadis yang halus dan tampak lembut memandangi Eric dan bertanya, " Elena, siapa pria tampan ini? Kamu belum memperkenalkan nya kepada kita! "


Elena memandang Eric dan berkata kepada banyak orang yang melihatnya, " Ini adalah Eric brown, dia adalah tamu keluarga ku."


"Tamu?" Gadis itu tersenyum dan berkata, " Elena, mungkinkah ini tunangan mu yang diatur oleh keluargamu untukmu?"

__ADS_1


"Bagaimana mungkin?" Elena merasa seolah-olah dia mengalami gangguan emosional ketika dia mendengar kata tunangan, jadi dia berkata tanpa ragu, "Jangan memulai gosip apapun disini. Eric adalah teman ayahku, dan dia datang ke cina untuk membicarakan beberapa hal dengan ayahku. Aku sementara sebagai pemandunya untuk mengajak dia berkeliling karena dia belum pernah ke Wuhan sebelumnya."


"Aku mengerti." Gadis itu berkata dengan menyesal, "Elena, pria tampan ini sebenarnya sangat cocok denganmu! Kamu bisa mempertimbangkan untuk berkencan dengannya! Aku sudah lama mengenal mu, tapi aku belum pernah melihatmu berkencan sebelumnya. Semua orang akan menantikan untuk melihat dengan siapa kamu akan berakhir sebelum kita lulus nanti."


__ADS_2