
Pada saat ini haruka benar-benar merasa malu mengatakan hal seperti ini, Haruka tidak pernah berspekulasi untuk meminta eric menjadi pacarnya di hari reuni teman lamanya, dari segi pandang Haruka juga, Eric sedikit menjijikkan jika di lihat, namun hanya Eric harapan terakhirnya.
Eric sendiri juga bingung, apa yang harus dia lakukan untuk menjadi pacar Pura pura nya Haruka, Eric benar-benar tidak pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita dalam hidupnya selama ini.
Untuk berfikir menjadi seorang pacar seperti Haruka ini hanyalah mimpi bagi sebagian banyak pria di sana, sebab haruka sendiri adalah gadis berprestasi yang cantik dan juga imut. "Haruka kalo boleh aku tahu, kapan acara reuni temanmu itu?" Eric bertanya dengan nada sedikit malu malu.
Haruka sendiri memilih Eric sebagai pacar pura pura, hanya untuk mencari tahu lebih dalam tentang Eric. "Ohh acaranya nanti setelah jam kampus Eric, di di kafe Restoran Raisa Kitchen di sebelah Red lantern, Kamu nanti pokonya harus berangkat bareng dengan ku kesana," Haruka tersenyum menatap Eric lalu pergi dengan malu-malu," Kalo begitu sampai jumpa nanti setelah jam kampus selesai ya".
Eric tersenyum kecil membalas Haruka, "Kamu tidak perlu khawatir Haruka, akan aku lakukan yang terbaik untukmu nanti."
Eric agak sedikit takut bertemu teman teman Haruka. Mengingat penampilan nya saat ini, yang ada kemungkinan Haruka nanti bakalan jadi bahan bully sama teman nya. Eric siap untuk dibully, tetapi dia tidak tega melihat orang dibully karena dia.
Jam kampus saat ini Eric tidak masuk kelas, melainkan dia pergi ke perpustakaan untuk membaca buku sambil menenangkan pikirannya. Didalam perpustakaan, banyak sekali gadi-gadis cantik untuk membaca buku, Eric disana tidak membaca buku, melainkan hanya menenangkan pikirannya.
Sesekali Eric memainkan ponselnya untuk memandangi foto Lyra, ' Lyra,semoga kita dipertemukan nanti,' ucap Eric dalam hati.
Disaat terus melamun memikirkan Lyra, tiba-tiba Eric mengeluarkan darah dari hidung nya, dia Mimisan. Darah yang keluar dari hidung Eric tak henti, Eric saat itu sangat malu dikarenakan orang-orang disekelilingnya adalah gadis-gadis Jepang yang sangat cantik.
"Ini! Pakai tisu ini untuk menyeka dan membersihkan darahnya." Ucap salah satu gadis cantik yang berada disampingnya sambil menyodorkan tisu.
Eric dengan cepat mengambil tisu itu dan berlari keluar perpustakaan untuk menyembunyikan rasa malunya. Saat itu Eric benar-benar malu dengan adegan mimisan ini, sebab, banyak gadis yang melihat mimisan tadi.
Setelah kejadian itu, Eric tidak masuk kelas, melainkan dia menghabiskan waktunya dikantin kampus untuk istirahat.
Setelah istirahat beberapa jam, sudah waktunya jam kelas Eric selesai, jadi sudah waktunya berangkat untuk membantu haruka menjadi pacar pura-pura.
Namun pada saat itu, cuaca sedang hujan, Eric berjalan keluar untuk menunggu haruka didepan pintu gerbang universitas.
Tiba-tiba, Eric mendengar teriakan keras.
__ADS_1
Ketika dia menoleh untuk melihat sumber suara, dia melihat seorang gadis berpakaian putih yang tampaknya sedang mengalami kecelakaan.
Eric dengan cepat datang menghampiri gadis itu sambil menyapa. "Apa kamu baik baik saja?"
"Tolong aku, aku baru saja tidak sengaja terjatuh dan kakiku mengalami keseleo!" ucap gadis itu sambil mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang menyapanya tadi.
Eric sedikit terkejut ketika dia melihat wajahnya. "Itu kamu yang berada di perpustakaan kan?"
Dia adalah gadis baik hati yang memberikan Eric tisu ketika dia mimisan didalam perpustakaan beberapa waktu sebelumnya.
Gadis itu juga menunjukkan raut wajah terkejut melihat sosok Eric berdiri didepannya.
Dengan raut wajah kesakitan, gadis itu membalas pertanyaan Eric," lya itu aku! "
Ingatan akan peristiwa itu membuat Eric malu.
Dia tidak hanya mimisan saat itu, tetapi dia juga bersin. Sungguh hal yang memalukan untuk diingat!
Eric menatap gadis itu sambil bertanya, " Kenapa kakimu bisa keseleo seperti ini? Apa sebenarnya yang terjadi denganmu?"
Gadis itu berkata sambil mengingat kejadiannya." Awalnya aku ingin menyebrangi hujan ini untuk sampai didepan gerbang sana, akan tetapi karena jalan yang licin akibat air hujan, aku terjatuh seperti ini dan kakiku terasa patah tulang!"
Eric mengangguk ringan mendengar itu." Lalu kemana kamu akan pergi sekarang?"
Gadisi itu menggelengkan kepalanya, " Aku ingin pulang ke rumah, tetapi sekarang aku tidak bisa pulang! Kakiku..!" ucap gadis itu sambil memandangi kakinya yang sakit.
Eric bisa melihat raut wajah gadis itu sedang kesakitan, jadi Eric dengan cepat berkata." Apakah kamu tidak keberatan jika aku membawamu ke rumah sakit?"
Meskipun Eric masih cukup asing dengan perempuan ini, tetapi gadis ini juga yang pernah membantunya dari rasa malu sebelumnya. Eric tidak biasa melupakan kejadian yang memalukan saat itu. Jadi, Eric masih merasa berkewajiban untuk membantunya dan sekaligus berbalas budi kepada gadis ini.
__ADS_1
Bagaimanapun, gadis yang berada di depan Eric ini bisa dikatakan gadis kecantikan Jepang yang alami. la memiliki kulit sebening susu, dan tubuh yang sangat langsing seperti model.
Jadi, bagaimana mungkin Eric akan begitu tega melihat gadis secantik ini mengalami keseleo. Bagaimanapun, Eric masih berhutang budi kepada gadis ini.
Ketika mendengar Eric mengatakan itu, gadis itu ragu-ragu dan akhirnya dia menganggukkan kepalanya, "Ayo bawa aku cepat! Ini benar-benar sakit!!"
Eric kemudian dengan cepat membantu gadis itu berdiri dan berjalan, tetapi sepertinya gadis itu tidak memiliki kekuatan di kakinya untuk berjalan.
"Aduh! Aku tidak sanggup untuk berjalan. Kakiku,, kakiku benar-benar sakit," ucap gadis itu menyeringai kesakitan.
Mendengar gadis itu kesakitan, Eric dengan cepat berkata, "Apakah kamu tidak bisa berjalan?"
Gadis itu mengangguk ringan sambil cemberut.
Kemudian Eric berkata dengan serius." Bagaimana jika aku menggendong mu pergi ke rumah sakit? Hanya itu satu-satunya caraku supaya kita dengan cepat sampai dirumah sakit!. Itupun jika kamu tidak keberatan"
Mendengar tawaran Eric yang serius, gadis itu merasakan bahwa Eric tidak memiliki niat buruk kepadanya. Dia bisa melihat raut wajah polos Eric.
Kemudian dengan cepat gadis itu mengangguk, "Boleh! Asalkan aku cepat tiba dirumah sakit, tidak apakah kamu melakukan itu!" Ucap gadis itu menggigit bibirnya dengan sedikit malu.
Setelah mendengar gadis itu mengizinkannya, Eric kemudian langsung duduk di depan gadis itu sambil berkata, "Ayo cepat kalo begitu!"
Gadis itu perlahan menaiki punggung Eric sambil dia memegangi payungnya ditangannya untuk menutupi air hujan membasahi mereka berdua.
Eric mengalami sedikit kegugupan ketika dia menggendong gadis ini. Ini adalah pertama kalinya Eric memberanikan diri untuk menggendong seorang wanita seperti ini. Eric merasa sedikit baper dengan situasi ini.
Tetapi, dengan cepat Eric tersadar kalo dia sudah memiliki Lyra dihatinya. Jadi mengapa dia masih terlalu memikirkan situasi ini?
Eric menggelengkan kepalanya sedikit untuk menjernihkan pikirannya sebelum mulai berjalan lebih cepat menggendong gadis itu.
__ADS_1
Bip, bip!
Sebuah truk besar melintas dengan kecepatan tinggi disamping Eric dan gadis itu. Seketika semua air hujan menyembur membasahi sebagian pakaian Eric dan gadis itu. Semua itu disebabkan oleh truk yang melintas tadi.