
Nanako mencium Eric seperti adegan drama romantis di TV.
Sedangkan jiso yang melihat itu sangat terkejut, bagaimanapun nanako adalah gadis yang lugu dan tak pernah menyentuh pria manapun. Tetapi pria Eric ini bukan hanya menyentuhnya tetapi juga menciumnya, ini yang membuat jiso terkejut.
Selain terkejut, dia juga sangat tegang, iri melihat adegan nanako. Mau tak mau air liur jiso juga berjatuhan melihat adegan nanako berciuman.' Nanako ini! Tidak ada rasa malu depan sahabatnya, ucap jadi dalam hatinya.
Jiso tidak sempat mengambil gambar apapun pada adegan ini. Dia tidak bisa kembali dari ke terkejutanya, dia hanya terus menonton adegan berciuman nanako dengan Eric tersebut.
Eric benar-benar tidak tahan lagi, badannya panas dan menegang, dia terangsang oleh nanako. Jadi dia buru-buru berhenti dan mendorong tubuh nanako untuk berhenti berciuman.
"Sudah cukup!" Ucap Eric.
Muka nanako memerah karena malu," Terima kasih!"
Eric menghela nafas, "kalo begitu aku akan pergi dulu."
Nanako buru-buru berkata, "lalu bagaimana dengan kami? Apakah kamu akan meninggalkan kami disini? Bagaimana jika para penjahat datang lagi?"
Eric bingung harus berbuat apa kali ini, " Lalu? "
Nanako mengenal nafas, " Kamu harus mengantarkan kami sampai ke perbatasan hutan. Jika tidak, kami takut mungkin masih banyak penjahat disni." Ucap nanako.
Eric buru-buru mengangguk, "Tidak masalah... Tidak masalah... Ayo pergi. "
Nanako memegang tangan Eric dan berkata dengan malu-malu, " Eric! Bisakah kamu menggendong ku sampai perbatasan? "
Eric menyerngit," Bukankah kamu bisa berjalan sendiri?"
Nanako menggelengkan kepalanya, " Tidak.. Tidak... Sepertinya aku lumpuh ketakutan karena pencuri tadi. Aku tidak bisa berjalan terlalu jauh, kamu harus menggendong ku sampai sana."
Eric bingung harus menanggapi nanako. ' tapi bukankah itu hanya menggendong? Tidak masalah' ucap Eric dalam hatinya.
Eric mengangguk ringan," Oke! Ayo pergi kalo begitu."
Nanako sangat bersemangat mendengar ini.
__ADS_1
Eric mengangkat tubuhnya dan menggendong nya. Nanako bertingkah seperti anak kecil ketika bersama Eric, sifat profesional seseorang akan hilang jika bersama dengan orang yang dicintai nya. Begitu pula dengan nanako.
Di sepanjang jalan, nanako terus terusan memandangi wajah Eric dan sesekali mencubit ringan, "aku tidak sia-sia liburan kesini. Aku menemukan mu tanpa disengaja, ini pasti takdir yang diatur oleh tuhan untukku, "Ucap nanako sambil membelai wajah Eric.
Nanako saat ini benar-benar di penuhi dengan rasa kebahagiaan dan kegembiraan yang tertandingi. tak
"Tidak! Ini hanya kebetulan," Jawab Eric dengan acuh tak acuh.
Nanako buru-buru berkata, "tidak apa-apa walau hanya kebetulan. Tetapi aku sudah melihatmu kembali." Ucap nanako.
Tak lama perjalanan mereka bertiga sampai diperbatasan. Eric lalu menurunkan nanako dari gendongannya.
"Sudah sampai! Ayo cepat kamu pulang, nanti ada penjahat lagi." Eric menurunkan nanako.
Tanpa perlu berdiam diri, Eric langsung bergegas pergi dan melambaikan tangannya. Dia takut jika tinggal lebih lama lagi, nanako akan semakin agresif kepadanya. Jadi dia buru-buru pergi menjauh.
"Sampai jumpa! "Ucap Eric sambil berlari melambaikan tangannya.
Nanako cemberut melihat Eric langsung pergi, " Hati-hati dijalan Eric!" Ucap nanako terakhir sebelum berpisah.
Setelah melambaikan tangannya, nanako melihat kearah jiso dan tersenyum lalu berkata, " Jiso, mana fotoku tadi bersama Eric aku ingin melihat nya."
Jiso tak berkata, dia langsung memberikan nanako ponsel miliknya.
Nanako terus mencari dan menggulir untuk melihat foto itu. Dia terus mencari foto saat dia berciuman dengan Eric. Tetapi dia sama sekali tidak menemukannya. " Jiso! Dimana fotoku ketika aku menyuruhmu terkahir kali?"
Jiso panik, "Ahh Maaf nanako! Aku lupa mengambilnya, karena aku terkejut melihatmu mencium Eric tadi."
Wajah nanako yang tadinya bersemangat kini berubah menjadi cemberut, bagaimanapun moment itu tidak bisa diulang kembali. Dia berharap dapat membuat kenangan bersama Eric dengan foto itu. Tetapi moment itu tidak dapat diabadikan oleh jiso.
"Kenapa kamu tidak bilang kamu tidak mengambil fotonya... Kan aku bisa berpose ulang dengan Eric.. Kamu benar-benar jahat jiso, aku tidak akan berbicara denganmu lagi selam seminggu," Ucap nanako cemberut sembari memalingkan wajahnya dari jiso.
Nanako benar-benar marah kepada jiso, bagaimana tidak moment yang paling indah dalam hidupnya tidak dapat diabadikan, padahal dia sudah meminta tolong sebelumnya.
Jiso buru-buru menghibur," Nanako! Kamu dan Eric tadi benar-benar romantis tadi, makanya aku terkejut sampai tidak dapat mengambil fotomu. kalian berdua sangat cocok jika berpasangan. Mungkin saja kalian ditakdirkan berjodoh, "
__ADS_1
Mendengar perkataan jiso, muka nanako yang tadinya cemberut karena marah tapi kini berubah menjadi bersemangat setelah mendengar perkataan jiso.
"Benarkah aku cocok?" Tanya nanako.
Jiso tersenyum dan mengangguk," Benar! Kamu benar-benar cocok jika berdampingan dengan Eric," Goda jiso.
Dari kata-kata jiso tadi membuat nanako bersemangat dan tidak marah lagi. Dia sesekali membayangkan pernikahannya dengan Eric seperti apa yang dikatakan jiso.
Nanako buru-buru memeluk jiso, " Jiso! Kau memasang sahabat terbaikku!"
Hati nanako penuh kebahagiaan dengan kata-kata jiso barusan. Sedangkan jiso yang melihat nanako tidak marah lagi merasa lega. "Ayo kita kembali! Bibi pasti mengkhawatirkan mu." Ucap jiso
Nanako tersenyum mengangguk sebagai jawaban, "ayok!"
Sedangkan gaet tadi tidak ada di gerbang perbatasan hutan, dia khawatir menunggu nanako dan jiso tak kunjung keluar dari hutan.
Jadi dia buru-buru meminta bantuan dan memanggil orang tua nanako.
Sedangkan nanako dan jiso sudah keluar dari hutan tadi, mereka terus berjalan di penuhi kebahagiaan. Namun ditengah perjalanan, nanako bertemu dengan kedua orang tuanya dan gaet tersebut.
"Ayah, bu' kenapa kalian juga ada disini, " Ucap nanako sambil tersenyum.
Ibu nanako buru-buru berkata, " Nanako, aku benar-benar takut sesuatu terjadi kepadamu. Jadi aku kesini karena dipanggil gaet mu. Dia mengatakan kamu dalam bahaya didalam hutan."
Mendengar pernyataan ibunya, nanako memandangi gaet tersebut dan berkata, " Pengecut. Masak kami berdua ditinggal dan tidak mau ikut masuk tadi."
Ayah dan ibu nanako bingung dengan raut wajah nanako yang terlihat sangat bahagia dan terus tersenyum. Mereka tidak pernah melihat nanako sebahagia ini dari dulu, dia sering melamun dan jarang bicara dengan seseorang, tapi sekarang nanako terlihat sangat bersemangat dan bahagia.
Melihat perubahan putrinya, ayah nanako buru-buru berkata, "Ada apa dengan anak ayah! Nampaknya kali kamu benar-benar terlihat bahagia? Apa yang terjadi denganmu?" Tanya ayahnya.
Nanako dengan bersemangat dan berkata, " Kami baru saja mengalami kecelakaan didalam hutan, dan orang... " Nanako tidak sempat melanjutkan kalimatnya.
Mulut nanako ditutup oleh jiso sambil berbisik ditelinga nanako, "nanako! Kamu benar-benar polos. Kamu sudah berjanji kan akan merahasiakan ini dari Eric? Baru saja berjanji, masak kamu mau mengingkarinya?"
Pernyataan jiso membuat nanako tersadar kembali, " Oiyaaa aku lupa! " Sambil menggaruk kepalanya.
__ADS_1
Semua orang bingung dengan apa yang nanako dan jiso diskusikan, " Nanako! Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya ibunya.