Perjalanan Seorang Pemuda Miskin Menuju Kesuksesan

Perjalanan Seorang Pemuda Miskin Menuju Kesuksesan
Bab 56


__ADS_3

" Apakah kau mengenal nama yuzly?" tanya varani


"lya aku kenal, Kenapa dengan kakek yuzly?" Tanya Eric.


"Dia adalah kakek mu!" Ucap varani.


Eric tentu saja terkejut mendengar kalo itu adalah kakeknya. "Katanya keluarga ku kaya. Jadi bagaimana bisa kakekku menyedihkan seperti itu?"


Varani tertawa dan berkata, "Memang benar keluarga mu sangat kaya, tetapi apakah kamu tau kenapa kakek mu menyedihkan seperti itu? "


"Tidak tau!" Eric menggeleng kepalanya.


Varani berkata sambil memegang dagunya, " Aku bersimpati dan bangga terhadap kakekmu. Dia menyedihkan seperti itu karena selama bertahun-tahun mencari keberadaan mu. Banyak orang membujuknya untuk kembali tetapi dia menolaknya dia keras kepala seperti ayahmu. Dia sangat menyayangi ayahmu. Selama bertahun-tahun, kakek mu masih sangat memikirkan ayahmu."


Eric terkejut dengan pengakuan varani, bagaimanapun mencari orang hilang tanpa petunjuk sama saja mencari jatuh di tumpukan jerami. Tetapi kakeknya masih bersi keras untuk mencari keberadaannya, ini membuat Eric sangat ingin berterima kasih atas kekhawatiran kakeknya terhadap keluarga kecilnya.


"Lalu kenapa keluarga ku tidak memberi kakekku uang? Kenapa dia seperti gelandang yang tidak memiliki tempat tinggal?" Tanya Eric.


Varani tersenyum dan berkata, "Sebenarnya kakekmu tinggal di villa mewah disana. Tetapi setiap hari dia akan keluar mencari keberadaan mu dengan pakaian lusuh. Bahkan sesekali dia menyewa orang untuk Berpura-pura memukulinya untuk memancing simPATI orang.. Aku merasa kakekmu benar-benar sudah gila karena lelah mencari keberadaan mu selama bertahun-tahun. Namun kerja kerasnya selama bertahun-tahun terbayarkan dengan berhasil menemukan mu. Dan Kami berdua juga tidak akan mengenali kamu lagi jika kakek mu tidak memberitahu kami."


Eric mengangguk ringan, 'jadi itu alasan kakek yuzly terlihat bersemangat ketika bertemu denganku? Tapi kenapa dia tidak mengatakannya langsung?' tanya Eric dalam hati.


"Paman! Kenapa kakekku tidak mengaku ketika pertama kali bertemu denganku.?" Tanya Eric.


Varani mengelus janggutnya dan berkata, " Kakek mu sengaja tidak mengaku waktu itu. Karena ada banyak mata-mata terus mengawasi keberadaan nya. Dia khawatir ketika menemukanmu dan orang lain tau maka keselamatan mu akan terancam! "

__ADS_1


"Apa kau tau alasan paman mu mengutus para ninja dan membunuhmu?" Tanya varani.


"Tidak tau,


"Mereka semua tidak mau menerima kehadiran mu di Jepang. Sejak mengetahui kamu masih hidup, paman mu berusaha untuk membunuh mu. Meskipun kakekmu melarang paman mu dia dengan pandai bersandiwara kalo dia tidak melakukan hal semacam itu terhadap keponakannya." varani mendengus dingin lalu melanjutkan," Paman mu tidak ingin melihat kamu kembali ke keluarga brown. Dia takut kalo harta warisan miliki orang tuamu akan diambil alih olehmu. Maka dari itu paman mu berusaha untuk menyingkirkan mu."


Eric mendengus kesal "Sampai segitunya kah pamanku dengan harta warisan?"


Varani berkata dengan serius," Ini bukan jumlah kecil. Tetapi ini adalah aset trilyunan dolar, jadi siapa sih yang tidak takut jika aset sebanyak itu akan hilang!"


Eric segera angkat bicara "Aku! Aku tidak tertarik sama sekali dengan aset itu. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah berfikir untuk kembali ke keluarga brown itu.aku merelakan dia menikmati semua harta warisan itu."


Kimoshi dan varani tidak bisa berkata kata mendengar pernyataan Eric.


"Masih banyak misteri dan masalah keluarga mu yang belum kamu tau. Ini bukan saatnya untuk menceritakan semua. Kesempatan kita sekarang hanya bisa kabur secepatnya dari jepang." Ucap varani.


Eric bingung saat ini "Paman! Tapi aku benar-benar tidak ingin meninggalkan jepang. Aku sangat nyaman untuk tinggal disini."


Kimoshi angkat bicara, " Apakah kamu lebih sayang nyawa mu atau kesenanganmu? Ini bukan saatnya untuk menikmati hidupmu lagi! Sekarang saatnya menyelamatkan hidupmu dulu. Ada saatnya nanti kamu bis a menikmati hidupmu dengan tenang."


Eric tidak bisa berkata-kata lagi. Tetapi saat ini pertama dipikiran nya adalah Lyra. Jadi bagaimana jika dia meninggalkan Lyra tanpa pamit?


"Paman! Bolehkah aku pamit dengan seseorang sebelum kita pergi! " Tanya Eric.


"Tidak bisa!" Dengus varani dengan dingin.

__ADS_1


"Kenapa?"


Kimoshi angkat bicara lagi. "Aku katakan kepadamu untuk saat ini jangan mendekati siapapun. Sebab ketika seseorang mengetahui hubunganmu dengan orang itu, maka bisa jadi dia akan menculik dan membahayakan orang itu untuk memancing mu keluar dari persembunyian. Aku khawatir orang-orang terdekat akan menjadi korban jika kamu menemui mereka akhirnya ini. Putuskan kontak dengan mereka mulai saat ini..."


Mendengar ini membuat Eric benar-benar terkejut dan putus asa. Bagaimanapun tujuan dia betah di Jepang saat ini adalah Lyra. Jadi keinginan terakhir sebelum meninggalkan jepang adalah bertemu dengan Lyra. Tetapi keadaan berkata lain.


Dia tidak bisa bertemu dengan Lyra. Sebab jika ini ia lakukan maka akan membahayakan keselamatan Lyra.


"Jadi apakah kamu masih ingin hidup atau ingin mengakhiri hidupmu di Jepang?" Tanya varani.


Eric benar-benar dihadapkan dengan pilihan yang sulit dalam hidupnya kali ini. Pertama itu menyangkut keselamatan hidupnya. Dan yang kedua merenggut kebahagiaan nya.


Tidak ada cara lain selain menyelamatkan hidup dan mencari kebahagiaan nanti. Hanya pilihan itu yang terlintas dalam pikiran Eric.


"Baiklah paman! Aku akan mengikuti mu! Aku tidak ingin berakhir di Jepang." Ucap Eric dengan sangat enggan.


Jadi Eric segera bertanya, "Kapan kita akan membeli tiket pesawat?"


Varani dan kimoshi tertawa," Haaa. Kita tidak akan kabur menggunakan pesawat. Sebab mereka akan mengetahui kita keluar jepang dengan melihat data penerbangan. Tetapi kita akan melewati jalur laut menggunakan perahu kecil."


Eric tidak punya pilihan lain selain mengikuti semua pengaturan kimoshi dan varani.


 Saat ini di bangsal rumah sakit tiba-tiba naruto menerima sebuah panggilan telepon. "Apakah kalian semua sudah menyelesaikan Eric?" Tanya Naruto.


"Gawat boss semua anak buah kita cedera parah! " Ucap seseorang dari seberang telepon. Naruto terkejut mendengar berita ini," Bagaimana bisa kalian semua cedera parah? Apakah Eric itu benar-benar sekuat itu?" Tanya naruto dengan heran.

__ADS_1


"Tidak bos! Dia memiliki pengawal beberapa ninja. Kami semua tentu bukan lawan ninja. Kami semua di jahat Habis-habisan oleh para ninja itu. Aku katakan jangan berurusan dengan Eric lagi bos! Karena lawan kita ninja bukan manusia lagi. " Ucap anak buahnya dari ujung telepon.


Naruto mendengar itu langsung melemparkan ponsel miliknya ke lantai. 'Ninja? Sebenarnya siapa Eric itu? Bagaimana dia bisa memiliki pengawal ninja? Setahuku hanya keluarga top terkaya yang mampu menyewa ninja. Jika benar-benar dia dari keluarga kaya seperti yang aku pikiran, maka berakhir lah hidupku ketika dia mulai berbalik menyerang ku. ' naruto terus berpikir keras dalam hatinya. Mengingat hal sebelumnya saja membuat nya semakin ketakutan dengan Eric, apalagi Eric katanya memiliki beberapa ninja sebagai pengawalnya. Ini membuat naruto cemas secemasnya.


__ADS_2