
Tak terasa Sudah 2 bulan Nadia menjadi guru ngaji untuk Rafa, kedua orang tua Rafa sangat menyukai Nadia dengan kebaikan serata memiliki sifat lemah lembut membuat menjadi nilai + buat Nadia . Tapi selama 2 bulan Nadia tidak pernah bertemu dengan Gibran dan Gibran sendiri tidak mengetahui bahwa Rafa belajar mengaji dengan Nadia .
Pada saat Nadia menyelesaikan tugasnya Nadia pun akan pamit kepada orang tua Rafa , sedangkan kedua orang tua Rafa duduk di ruang tamu sambil menikmati secangkir teh hangat . "Om Tante Nadia permisi mau pulang"
"Nak Nadia tunggu sebentar, om sama Tante mau ngobrol sebentar" Pak Hadi angkat bicara , mempersilahkan Nadia untuk duduk di sebelahan ibu Aminah .
" Nak Tante suka baget sama kamu, Tante itu punya anak laki-laki yang belum menikah, usianya sudah matang untuk memiliki keluarga mungkin usianya 5 tahun dari kamu, kesibukannya di dunia kerja membuatnya menjadi lupa akan menyempurnakan separuh agamanya ", ibu Aminah memasang muka murung membuat Nadia tidak tega melihatnya. "
"Tante sama om sudah mulai tua, tetapi belum bisa melihat anak-anak Tante menikah dan memiliki cucu dari mereka "
"Tante jangan sedih gini ya Allah itu belum mempertemukan jodoh buat anak Tante, jika sudah waktunya tiba insyaallah ia akan menikah" sambil menggenggam tangan ibu Aminah .
"Om dan Tante ada rencana ingin memperkenalkan kamu dengan anak Tante, kamu tidak keberatan atas permintaan Om dan Tante ? " ucap Pak Hadi
"Nadia berpikir siapa yang akan mereka kenalan dengan aku ? apakah pak Gibran atau ada anak laki-laki lain yang mereka miliki?" Nadia melamun tak lama ibu Aminah bicara kembali kepada Nadia . .
"Anak Tante laki-laki semua jadi Tante sangat menginginkan anak perempuan, jadi Tante ingin cepat-cepat punya menantu " sambil tersenyum dan memeluk Nadia , Nadia pun membalas pelukan karna Nadia sudah tidak merasakan pelukan seorang ibu, karna ibu Nadia sudah meninggal Dunia.
__ADS_1
"Nadia kalau kamu ngak sibuk besok malam, kamu makan malam dirumah ya! "
"nanti Tante kenalin sama anak Tante, kamu ngak perlu khawatir nanti Tante mintak izin sama ayah mu, kamu abis pulang sekolah langsung kerumah sama Rafa kan jadwal kamu ngajarin Rafa ngaji juga besok , setelahnya kamu Jang pulang sampai selesai makan malam baru pulang, nanti anak Tante atau Rafa yang antar kamu pulang " . Sambil menggenggam tangan Nadia mintak persetujuan darinya.
" Gimana ya Tante, saya izin dulu sama ayah, setelahnya baru Nadia hubungi Tante atau Rafa nanti "
"Ya udah kalau gitu kabarin Tante ya malam ini , Tante tunggu Lo "
" Iya , kalau gitu aku pamit dulu Om Tante , assalamualaikum" mencium tangan kedua suami itu.
"waalaikumsalam"
"Ayah jika Nadia mintak izin besok malam untuk datang memenuhi undangan ibu Aminah dan pak Hadi untuk makan malam dirumahnya boleh ngak ? "
" Oh pak Hadi udah menghubungi ayah tadi sore setalah kamu pulang dari rumah mereka "
" terus ayah izin ?" tanya Nadia dengan wajah dan suara yang datar .
__ADS_1
"Iya ayah izinin tapi kamu harus diantar pulang dengan selamat ngak boleh kurang sedikit pun , ucap ayah tegas dan tersenyum kepada Nadia .
"Alhamdulillah, makasih yah , karna jika Nadia tolak Nadia merasa ngak enak karna Mereka sudah baik dengan Nadia serta memberikan gajih yang lumayan besar kepada Nadia karna Nadia mengajarkan Al-Qur'an dengan Rafa".
"Menyelesaikan makanannya dan membersihkan sisa makanan , Nadia memasuki kamar dan memutuskan untuk menghubungi ibu Aminah . "assalamualaikum Tante, Nadia udah ayah izinkan untuk makan malam dirumah Tante besok"
"waalaikumsalam Alhamdulillah kalau begitu Tante mau beritahu terlebih dahulu dengan anak Tante biar besok ia ngak boleh telat pulang, karna anak Tante itu setelah sholat isya dia pulang atau lebih dari jam itu dia baru pulang ke rumah, udah ya Tante tutup dulu teleponnya assalamualaikum"
"waalaikumsalam" jawab Nadia dengan sedikit pertanyaan di kepalanya
" Siapa anak Tante Aminah itu ya jangan bila pak Gibran yang sombong itu, karna aku taunya Rafa memiliki kakak yaitu pak Gibran , tapi ngak mungkin tapi kenapa kok aku ngak pernah liat ya pak Gibran dirumah itu " .
"Atau pak Gibran udah memilik istri ya, atau anak Tante Aminah yang lain ya !" pertanyaan itu selalu ia pikirkan, sampai akhirnya Nadia memutuskan untuk beristirahat .
Nadia terbangun di sepertiga malam, dan Nadia melakukan rutinitasnya melaksanakan sholat malam dan berdoa agar . Allah memberikan keberkahan dalam hidupnya dan meminta kepada Allah agar ia mendapatkan jodoh yang baik untuk dunia dan akhirnya bisa membawanya sampai ke Jannah. Tidak lupa dengan selalu memanjatkan doa untuk ayah dan serta almarhum ibundanya .
Nadia pun meneteskan air mata saat ia mengingat sang ibu " jika ibu masih ada disisi kami, mungkin ibu selalu memeluk ku dan selalu manjakan diri ku , ketika aku ingin curhat pasti ibu selalu mendengarkan ". Nadia mengakhiri kesedihannya dan memutuskan untuk tidur kembali.
__ADS_1