Perjodohan Yang Tak Disangka

Perjodohan Yang Tak Disangka
Pulang kerumah Ayah


__ADS_3

Nadia setelah mengerjakan semua tugas rumah ia akan bersiap pulang kerumah Ayahnya karna ia sudah sangat merindukan sang Ayah. Nadia kemudian masuk ke kamar melihat Gibran sedang sibuk dengan ponselnya, Nadia tidak menghiraukan Gibran ia terus membereskan pakaian dan beberapa keperluan untuk ia Bawak ke rumah Ayahnya


Gibran berhenti memainkan ponsel memperhatikan gerak gerik Nadia yang sedang sibuk dengan pekerjaannya .


" Kamu mau kemana ?"


" Saya mau pulang pak, kan tadi pagi saya udah sampaikan sama bapak "


" Kapan?"


" Waktu aku memakaikan dasi dengan bapak"


" Oh iya gue lupa "


" Ngak usah hari ini, ini udah sore baget jam berpa sampai dirumah ? Takut ada apa-apa di jalan "


" Aku pesan taksi online pak insyaallah Aman kok, bapak juga ngak mau saya malam ini kan ? Jawab Nadia


" Ya udah terserah kamu , aku ngak peduli jawab Gibran singkat ", meninggalkan Nadia sediri didalam kamar .


Tak butuh beberapa lama Nadia kemudian turun kelantai bawah mencari keberadaan Gibran untuk berpamitan karna taksi yang di pesan Nadia sudah sampai didepan rumah.


Nadia melihat gibran sedang duduk di pinggir kolam renang sambil membaca buku Tentang bisnis . akhirnya Nadia memutuskan untuk menghampiri suaminya.


" Pak Gibran " sapa Nadia .


"Emm kenapa , mau mintak ongkos atau mau mengajak saya kerumah ? "


"Maaf pak , bapak salah paham saya kesini mau pamitan untuk kerumah ayah karna taksi online yang saya pesan udah sampai didepan rumah "


"Ya udah pergi aja" Jawab Gibran tanpa memalingkan matanya dari buku bacaannya.


" Iya pak, Nadia udah siapin makanan bapak di atas meja kalau mau di hangatkan tinggal di panaskan pak dan untuk semua pakaian bapak udah aku siapin pakaian malam ini dan besok pagi " Nadia kemudian mencium tangan Gibran dan berpamitan .


"Oh ya pak maafin Nadia untuk hari ini "


" Iya, udah sana keburu malam nanti ".


"Iya pak, assalamualaikum "


"waalaikumsalam"


Melihat kepergian Nadia sampai punggung Nadia hilang kedalam mobil.


"Akhirnya saya tenang ngak ada tu wanita cerewet" ucap Gibran .

__ADS_1


Nadia sampai dirumah sudah hampir magrib , melihat kedatangan sang kakak Rati sangat senang dan langsung menghampiri dan memeluknya.


"Kakak kok, ngak bilang kesini ? kenapa ngak barengan Rati pas pulang dari sekolah tadi ? "


"Adik kakak yang paling kakak sayang, kakak udah punya suami kakak harus ngurus rumah dan suami kakak dulu " .


" Oh iya deh maafin Ratih ya kak" Sambil memeluk Nadia dengan erat.


"Oh ya Ayah mana Dek ? "


" Ayah ke masjid, karna udah mau sholat magrib ini makanya ayah udah keluar paling sudah sholat Ishak Ayah Pulang" .


"Ya udah yuk masuk kita siap-siap sholat magrib, setelah sholat magrib kita cerita ok".


"Siap kakak " jawab Ratih .


Setalah sholat Nadia mulai memasak untuk adik dan ayahnya . karna Nadia sudah lama masak untuk keluarganya setelah ia menikah.


...****************...


Dirumah Gibran merasa ada yang kurang, Dalam kamar Gibran melaksanakan sholat magrib dan menunggu Nadia untuk sholat berjamaah .


" Nadia ayo sholat, lama baget di kamar mandi ". namun tidak ada jawab akhirnya ia mendekat dan ingin mengetuk pintu kamar mandi, ia pun sadar bahwa di rumah cuma ia sendiri .


Setelah ia sholat Gibran makan malam sendiri tidak ada yang melayani dia, Bahakan Gibran sering melirik kursi sebelnya karna Nadia sering duduk disampingnya .


Gibran baru berapa jam dia ngak ada dirumah udah kayak gini kamu , gumam Gibran .


Akhirnya Gibran mengakhiri makan malamnya dan kembali ke kamar, berharap nadia menghubunginya . Tapi apa yang diharapkannya berbeda dengan kenyataan.


Kemudian Gibran memasuki ruangan kerjanya melanjutkan beberapa pekerjaan yang lumayan banyak . Jam 9 malam Gibran merasa mata sudah mengantuk akhirnya Gibran kembali ke kamar untuk beristirahat.


Sebelum tidur Gibran melaksanakan sholat isya setah sholat ia kembali melihat ponsel dan ada beberapa panggilan tak terjawab dari Nadia dan pesan dari Nadia . Nadia menghubungi suaminya karna ia menyatakan bahwa ia telah sampai dirumah orang tuanya.


"Alhamdulillah dia udah sampai ,Apa dia udah tidur jam segini ? tapi kalau dirumah ia sih nungguin saya kalau mau tidur " gumamnya .


"Mending gue telepon aja deh " Panggilan pertama tidak ada jawaban dari Nadia . namun yang kedua Nadia baru menjawab panggilan dari Gibran .


" Assalamualaikum, Pak maaf pak saya telat jawab panggilan bapak karna saya lagi buat soal buat ujian anak-anak " .


"Waalaikumsalam , oh sampai ngak kedengaran panggilan telepon dari suamimu sendiri ? Tanya Gibran "


"maaf pak ngak kedengaran karna saya sambil dengerin musik , oh ya pak saya nyampai pas waktu magrib ".


" Iya saya udah baca pesan mu "

__ADS_1


" pak Gibran udah makan?" tanya Nadia gugup .


"Emm udah" Jawab Gibran singkat.


" Pak Gibran kenapa belum tidur juga ? "


" Bukan urusan mu gue mau ngapain juga ngak ada urusan mu !".


"Maaf pak kalau saya salah tanya , ya udah kalau gitu Saya tutup teleponnya Saya mau istirahat besok aku harus berangkat pagi. Disekolah juga ada rapat untuk persiapan ujian ".


" Iya udah Matin aja"


" Pak Gibran maaf kan segala khilaf saya hari ini , selamat malam Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam" Aduh Gibran kok kamu suruh matiin sih padahal mau ngajak ngobrol . Lo sih Gibran ego mu itu turun dikit kenapa ?, gumamnya sendiri.


Gibran pun memejamkan mata untuk segera tidur namun Engan untuk segera tidur ia selalu memikirkan pasal Nadia .


Nadia sudah larut dalam tidurnya berlainan dengan Gibran, Nadia sedikit menikmati tidurnya karna udah lama ia tidak tidur di atas kasur kesayangannya .


...****************...


Pagi sekali Nadia dan Rati sudah siap untuk berangkat namun sebelumnya Nadia banyak meluangkan waktu untuk mengobrol dengan sang Ayah karna Nadia sangat merindukannya .


"Nadia gimana kamu dengan nak gibran?" tanya Ayah


"Alhamdulillah yah kami baik-baik aja, terus Alhamdulillah mas Gibran juga memperlakukan Nadia sangat sempurna bahkan Nadia sering kebingungan mau belas kayak mana karna mas Gibran sangat perhatian . jawab Nadia " ya Allah maafin Nadia udah bohong dengan Ayah karna telah menutupi semuanya, batin Nadia.


"Alhamdulillah ayah harap kalian secepatnya mendapatkan momongan"


" emm iya ... eeeee iya yah. jawab Nadia sedikit gemetaran .


"Udah kamu berang sana nanti kesiangan kerjanya adik kamu juga nanti terlambat".


Akhirnya pun Nadia dan Ratih berangkat kesekolah dengan mengunakan motor kesayangannya .


Sedangkan Gibran tegah galau dan binggung mau sarapan apa karna pertama kalinya ia tidak melihat sarapan di atas meja makan selama ia menikah .


Dan Ia pun terbiasa dengan pelayanan Nadia membuat dia jadi manja dan bahkan sangat sulit melakukannya dengan sendiri .


Gibran dimana mandiri mu dulu, kamu juga bisa kan makan diluar dan bisa juga makai. dasi dan sepatu sendiri masak kayak gini aja Lo ngak bisa .


Akhirnya ia mengalah dengan egonya


dan melakukannya dengan sendiri .

__ADS_1


__ADS_2