Perjodohan Yang Tak Disangka

Perjodohan Yang Tak Disangka
Kecemburuan


__ADS_3

Nadia merasa dirinya tidak ada artinya di mata suaminya . Nadia di dalam kamar hanya menyibukkan diri dengan menulis novel di lebtop kesayangannya. Tak beberapa lama adik iparnya Rafa memanggilnya .


" Kak, ... Kakak ada di dalam ?" tanya Rafa dari balik pintu .


" Iya dek kenapa ? " jawab Nadia sambil membuka pintu kamar .


" Emm Rafa lagi bosen dirumah ni, Kakak mau ngak temani Rafa keluar ajak Rati sekali biar tambah seru " .


" Boleh kakak juga bosen dirumah, tapi emang Rafa mau jemput Rati dirumah ayah ?"


" Iya, yuk kita berangkat " . ajak Rafa


" Bentar ya kakak siap-siap dulu ".


Sebelum pergi Nadia berpamitan dengan mama dan papa mertuanya . Kedua mertuanya mengizinkan Nadia bahkan Meraka yang memerintahkan Rafa agar membawa Nadia keluar agar menantu kesayangan Meraka tidak merasa bosan .


Setelah tiba dirumah Nadia bertemu ayah berserta adiknya, Nadia dan Rafa berpamitan dengan sang ayah untuk membawa Rati untuk keluar makan siang bersama dan jalan-jalan di mall .


" Ayah Rati boleh ikut kakak Nadia sama Rafa ngak ?" tanya Rati dengan sang ayah


" boleh tapi jangan kemalaman pulangnya ya "


" Insyaallah sore kami udah pulang yah " seru Nadia .


Setalah mendapat izin dari sang ayah mereka pun pergi meninggalkan rumah , dan makan siang bersama di restoran tempat keluarga Gibran Kunjungi . Dimana disana juga ada fajar kepala sekolah baru Nadia berserta kedua adiknya.


Nadia dan kedua adiknya memilih meja lebih pojok dimana bisa melihat pemandangan kota Bandung yang indah disana serta suasana di restoran tersebut sangat nyaman dan udaranya begitu sejuk .


Fajar yang melihat Nadia dan kedua adiknya langsung ingin menghampiri merka " Hey Bu Nadia makan disini ?"


" Eh Pak Fajar kok bisa disini ?" tanya Nadia .


" Iya saya memang sering makan disini, ini salah satu tempat favorit bagi keluarga ku , Oh ya ini Rafa dan Rati anak kelas 12 kan ?"


" Iya pak ini kedua adik saya " .


" Oh maaf saya baru tau kalau ibu Nadia memiliki adik " .

__ADS_1


" Iya pak ". jawab Nadia segan


" Boleh saya gabung dengan kalian karna saya sendiri jadi ngak enak gitu " .


Nadia pun binggung harus menjawab apa akhirnya Rati dan Rafa yang menjawab " boleh kok pak "


Akhirnya Nadia dan fajar bertemu kembali , Nadia takut akan ada salah paham lagi antara dia dan Gibran .


Tak selang beberapa lama Gibran dan Talita memilih makan di tempat yang sama, Nadia dan fajar berserta ke dua adiknya asik mengobrol bahkan tidak mengetahui ada kedua mata yang sedang memperhatikan mereka .


" Dasar wanita murahan , bisa bisanya dia keluar tanpa seizin ku . Nadia kamu mencoba main di belakang ku kamu gunakan adik ku dan adik mu untuk pelebaran kalian bisa bertemu " batin Gibran .


" Lo kok bengong sih Ran , jadi ngak kita makan disini ?" tanya Talita manja .


" kita ngak jadi makan disini ,kita cari tempat lain kita makan di mall aja sekalian kamu ingin belanjakan ? " ucap Gibran sambil melangkah meninggalkan tempat itu .


Di restoran mall di kota Bandung yang paling mewah Gibran dan Talita memesan makanan, Talita begitu menikmati makanan sedangkan Gibran hanya mengaduk dan memainkan makanan yang ia pesan , Gibran terus memikirkan Nadia dan fajar .


" Lo kenapa Gibran setalah dari restoran yang pertama kita kunjungi barusan kamu jadi diem gini ? "


" Ngak gue ngak apa - apa kok "


" Iya" Jawab Gibran singkat.


menyelesaikan makan kemudian Gibran menemani Talita shopping . Gibran yang mencoba menghubungi orang kepercayaannya untuk mengikuti gerak gerik Nadia di belakangnya .


****************


Nadia dan kedua adiknya berpamitan dengan fajar untuk kembali melanjutkan urusan merek. " Maaf pak kami mau lanjut pergi dulu ada urusan"


" Kalian mau kemana emangnya ? "


" Mau ke mall pak , bapak mau ikut sekali dengan kami " tawar Rafa .


Nadia hanya diam dan tidak mampu menyangga tawaran Rafa kepada fajar .


" Boleh kebetulan saya mau beli beberapa barang untuk keperluan sekolah dan keperluan pribadi saya "

__ADS_1


" Ayolah pak kita bareng aja " jawab Rafa .


Pertemuan kembali di mall membuat Gibran semakin emosi melihat merka yang begitu akrap ngobrol dan Nadia juga membatu memilihkan beberapa barang milik fajar .


" Gue aja ngak pernah Lo memilihkan barang buat gue Nadia , suami mu sendiri " .batin Gibran yang meluap dipenuhi rasa emosi .


Rafa dan Rati memilih beberapa barang Nadia pun ikut memilih . setelah tiba di pembayaran Nadia ingin membayar semua belanja untuknya dan kedua adiknya . namun di cegah oleh fajar agar ia sendiri membayar semuanya .


Nadia dan kedua adiknya mencegah agar pak fajar tidak membayar semuanya . " Ngak usah pak " ucap ketiganya . Akhirnya fajar mengurungkan niatnya .


Waktu sudah hampir sore merka berpisah di mall dan Nadia berserta Rafa mengantar Rati untuk pulang .


Sedangkan Gibran langsung mengantar Talita untuk pulang kerumahnya . Di perjalanan pulang Gibran akan memberikan Nadia pelajaran atas perbuatanya karna tidak meminta izin keluar.


Nadia dan Rafa Pun tiba terlebih dahulu tiba dirumah sebelum Gibran datang . Nadia memasuki kamar dan mulai membereskan barang-barangnya untuk di bawak pulang kerumah Gibran .


Gibran tiba dirumah melihat mobil adiknya sudah parkir bertanda bahwa Nadia sudah pulang. Gibran dengan langkah sedikit lebar ia memasuki kamar dan menarik tangan Nadia " Ayo cepat pulang nanti keburu malam "


" Lo pak Gibran , pak Gibran baru pulang istirahat dulu " .


" ngak perlu kita pamitan dengan Papa dan Mama setelahnya kita pulang" . Tegas Gibran


Akhirnya mereka menemui Papa dan Mama, keduanya berpamitan . Dan tak lupa dengan ciuman hangat dari keduanya yang Nadia dapatkan.


Di dalam mobil Gibran mencoba menahan emosinya yang belum terungkap dengan Nadia . Nadia memperhatikan Gibran sedikit takut " Dia kenapa , kok mukanya kaya mau marah tapi mau marah dengan siapa " batin Nadia .


" Nadia kamu ngak boleh berburuk sangka dengan suami mu sendiri " .


akinya Nadia menepis ke kegelisahannya takut Gibran marah dengannya karna ia bertemu dengan fajar.


Sampai di rumah Nadia mengambil semua barang barang tanpa di bantuin oleh Gibran Gibran menutup pintu mobil dengan kuat membuat Nadia semakin takut .


Di kamar Gibran mencoba mengontrol emosinya , menunggu Nadia masuk kamar.


setelah masuk kamar Nadia melihat Gibran menatapnya begitu tajam dari ujung kepala ke ujung kaki .


Nadia menaruh koper dan tas dan mencoba meninggalkan Gibran untuk mencuci kaki dan tangannya di kamar mandi namun sebelum Nadia melangkah Gibran Talah menarik tangan Nadia .

__ADS_1


Membuat Nadia jatuh di pelukannya " mau kemana kamu ha ? " tanya Gibran dengan rahangnya sedikit mengeras .


" Maaf pak saya ingin ke kamar mandi untuk mencuci tangan dan kaki saya" jawab Nadia tertatih ketakutan .


__ADS_2