Perjodohan Yang Tak Disangka

Perjodohan Yang Tak Disangka
Menjadi Teman


__ADS_3

Mereka melaksanakan sholat magrib jama'ah setelah sholat Gibran memesan makanan untuk mereka, tetapi sebelumnya Gibran menanyakan kepada Nadia karna Gibran tidak mengetahui makan kesukaan Nadia .


Nadia kamu pesan makanan apa malam ini aku malas untuk keluar karna hari ini capek, malam ini kita pesan makanan aja lewat ponsel .


"Oh iya pak Nadia ngak masalah mau makan diluar atau disini Nadia ngak masalah. Nadia nurut aja apa yang bapak pesan pasti Nadia makan".


Emm iya, Gibran pun memutuskan untuk memesan makanan dan minuman untuk 2 porsi .


Tak butuh lama Ada suara ketokan pintu


tok...tok...tok...


Iya siapa ? tanya Nadia


saya resepsionis Bu mau mengantarkan pesanan pak Gibran .


Gibran berdiri ingin mengambil pesanannya dan akan membayar semua pesanannya. tapi Nadia mengurungkan langkah Gibran


" Biar Nadia aja yang ambilnya bapak duduk aja"


Ini uang untuk bayar pesanannya .


" Baiklah pak " Nadia pun melangkah mengambil makanan yang Gibran pesan.


"Makasih mbak " Ucap Nadia terhadap resepsionis .


Iya Bu sama-sama .


Nadia menyiapkan makanan dan mempersilahkan Gibran untuk duduk dan makan sama-sama dengannya.


"Pak makanan udah saya siapin ayo makan dulu "


Iya, jawab Gibran singkat dan turun dari tempat tidur dan menaruhkan ponselnya di atas meja iapun menuju makanan yang telah terhidang.


Merekapun makan bersama .


"Pak, boleh Nadia bertanya ? "


Emm mau nanya apa ?


"Pak Gibran, ngak keberatan untuk jadi teman Nadia ? "

__ADS_1


Ngak


" Jika pak Gibran ada masalah boleh cerita dengan Nadia, Nadia akan setia mendengarkan semuanya ".


Emm iya .


" Pak Nadia akan selalu mencoba dan bersabar agar pak Gibran cinta dengan Nadia" batin Nadia .


Setelah menyelesaikan makan . mereka melaksanakan sholat isya berjamaah dan membaca Al-Qur'an bersama .


Setelahnya seperti biasanya Nadia mencium punggung tangan Gibran .


Nadia pun kembali membaca novel, karna Nadia adalah pencinta novel romantis , bahkan Nadia sering membayangkan bahwa ia akan memiliki suami yang baik serta romantis . tidak seperti suaminya yang sifatnya dingin membuat Nadia Engan untuk berbicara kepada Gibran .


sedangkan Gibran sendiri hanya memainkan ponselnya , dan suara ponsel Gibran pun bergetar Gibran pun menjawab panggilan dari ponselnya .


Iya hello Assalamualaikum ucap Gibran , ada apa Talita ?


" Talita , teman kecil pak Gibran " gumam Nadia .


kenapa malam-malam seperti ini nelpon suami orang.


Hey Gibran gimana malam ini apa kamu happy dengan wanita kampung itu ?


Talita, udah ya ngak usah kamu ungkit-ungkit lagi siapa yang aku pilih untuk menikah dengan ku, karna ini keputusan ku. jadi kamu ngak usah repot-repot untuk bertanya apakah aku bahagia atau tidak dengan orang yang aku pilih sekarang .


Gibran aku pastikan kamu akan menyukai ku, dan mencintai ku, karna aku akan melakukan apapun demi kamu, goda pada Gibran .


Gibran pun memutuskan panggilannya dan meletakan ponselnya di atas meja disisi rajang tempat tidurnya. Tak berapa lama ponselnya berbunyi kembali tanda WhatsApp masuk .


Gibran dengan terkejutnya melihat pesan dari Talita dimana Talita mengirim beberapa foto dirinya yang mengunakan pakaian seksi dimana buah dadanya kelihatan begitu jelas .


membuat Gibran menelan servernya, dimana Gibran laki-laki normal. Ya Allah , iapun dengan cepatnya menghapus pesan dari Talita dan Gibran melihat kearah Nadia . takut Nadia mengira bahwa Aku ada apa-apa dengan Talita gumam Gibran .


Nadia memperhatikan tingkah Gibran membuat Nadia curiga, dan berpura-pura menutup novelnya dan berbaring dan memejamkan mata tapi dalam hati Nadia banyak pertanyaan tentang tingkah laku suaminya.


" Lo kok aku, jadi kepikiran sih dengan tingkah laku Gibran barusan, ia kan cuma bicara dengan teman perempuannya dan aku juga ngak berhak untuk ikut campur urusan pak Gibran , karna aku udah janji tidak akan ikut campur dengan urusan dia ".


Dengan mata terpejam tetapi Nadia tetap kepikiran.


Sedangkan Gibran sendiri memperhatikan Nadia yang sudah memejamkan mata, dan mengira bahwa Nadia sudah tidur .

__ADS_1


Udah Gibran kamu ngak usah tidak enak dengan perasaannya karna kamu tidak akan pernah menyukai dia dan tidak akan pernah mencintainya . Ingat Gibran kamu akan mendapatkan wanita yang kamu inginkan . Baik, Pintar dan tak kalah penting pandai merawat diri. Ngak kayak dia gadis kampung ngak ada arti bagi mu Gibran Saputra .


Nadia mendengar semua ucapan Gibran dan tanpa ia sadari Nadia meneteskan air mata . Ia merasa bahwa ia tidak ada artinya untuk suaminya.


"Nadia kamu harus kuat dan jangan pernah tunjukan bahwa kamu orang yang lemah . Kamu harus berusaha agar rumah tangga mu ini bisa bertahan sama seperti orang lain yang diluar sana", batin Nadia.


Akhirnya iapun tertidur dengan keadaan batin yang terluka.


Setelah 1 malam berada di hotel tidur dalam 1 kamar tetapi tidak 1 ranjang, sibuk dengan pikiran masing-masing tidak sama dengan pengantin baru yang menikmati malam pertama mereka dengan bahagia sedangkan mereka belum bisa menerima keadaan mereka masing-masing .


Saat azan subuh telah berkumandang, Nadia segera menggambil air wudhu setelah mengambil air wudhu Nadia berniat untuk membangunkan suaminya . Ketika ia telah keluar ternyata Gibran telah sadar dari tidurnya dan duduk ditepi ranjang menunggu Nadia dari kamar mandi .


...Nadia hanya berlalu tanpa memperdulikan Gibran , dan bersiap memakai mukenah dan menunggu Gibran untuk sholat berjamaah . ****************...


Mereka telah bersiap untuk pulang kerumah orang tua Gibran, sebenarnya masih 2 hari untuk mereka bermalam didalam hotel tetapi Gibran memutuskan untuk pulang .


Kita pulang hari ini, semua barang-barang sudah kamu bereskan jangan sampai ada yang ketinggalan .


" iya pak insyaallah semuanya tidak ada yang ketinggalan".


Oh ya jangan lupa kita harus bersandiwara didepan papa dan mama serta Rafa ketika berada dirumah kamu dengar itu !


"Iya pak aku ingat semua itu "


Mereka meninggalkan hotel dan menuju kerumah mertua Nadia, tak berpa selang waktu mereka telah tiba di halaman rumah orang tua Gibran.


Kedua orang tua Gibran tanpa mengetahui kedatangan menantu dan anaknya karna merka mengira bahwa Nadia dan Gibran masih ada waktu 2 malam untuk bermalam di hotel .


assalamualaikum, ucap Nadia dan Gibran


Ibu Aminah dan pak Hadi berada diruang tamu melihat kedatangan seseorang yang datang. Keduanya dengan terkejut melihat kedatangan keduanya


Waalaikumsalam, Lo kok udah pulang bukannya masih 2 malam lagi di hotelnya .


Iya ma, Gibran dan Nadia mau pulang karna kami ingin menikmati kebersamaan kami dirumah aja, dan Nadia juga pengen lebih dekat lagi dengan keluarga kita .


" Kan bisa, nanti toh kan nanti Nadia dan kamu juga akan tinggal beberapa bulan dirumah mama dan papa"


" Iya ma, Nadia mau lebih suka dirumah dari pada di hotel di hotel juga ngak ada yang bisa dikerjakan " jawab Nadia.


Ya udah terserah kalian, sekarang kalian istirahat dulu . Mbok Marni ini antar Nadia ke kamar den Gibran ya .

__ADS_1


Iya nyonya , mari neng Nadia aku antar, sambil mempersilahkan Nadia mendahuluinya dan mbok Marni mengikutinya dari belakang .


__ADS_2