
Nadia memesan makanan pun selesai dan kembali duduk ditempat." Dek udah selesai makannya ?" .
"udah kak, kakak minum dulu "?
"iya dek". Nadia pun menyelesaikan minumannya dan memutuskan untuk pulang kerumah .
Gibran terus memerhatikan mereka dan terus berpikir bagaimana ia akan balas dendam kepada Nadia. " dasar cewek kampung"
sambil mengepalkan tangan .
Nadia pun tiba dirumah ia menyimpan hasil belanja dan mandi , setelah selesai ia sholat magrib . Nadia pun kembali teringat dengan laki-laki yang ada di cafe tersebut. " Dasar laki-laki sombong ngak tau etika".
Nadia kesal dengan kejadian yang terjadi di hari ini , "jangan sampai aku bertemu dengan laki-laki sombong dan angkuh itu lagi ya Allah " . ia pun kembali dengan tidurnya .
sedangkan Gibran mengingat kejadian yang terjadi tadi dan berbicara sendiri " dasar cewek aneh , cewek sombong, awas ya aku bakal balas dendam dengan kamu dan membuat menyesal sudah bersifat sombong dengan diri ku" .
Ayah Nadia bertanya kepada Nadia dengan hal yang tidak disangka oleh Nadia ayahnya bakal menanyakan tersebut .
"Nadia kamu ingin belum memiliki pasangan ?"
" Masud ayah menikah ?"
" Iya, kan usia mu sekarang udah menginjak 25 tahun, umur mu sudah mendukung nak , ayah ingin kamu menikah dengan laki-laki yang baik "
" Nadia diam dan mencerna pembicaraan sang ayah"
" yah Nadia belum terpikir untuk menikah, Kakak Adi juga belum menikah "
"Kakak mu sibuk nak , ia belum siap untuk menikah, ayah udah mulai tua nak ayah ingin melihat anak-anak ayah menikah dengan pasangan yang baik"
__ADS_1
"iya yah nanti Nadia pikirin apa yang ayah sampaikan, Nadia masuk kamar dulu"
Nadia kembali ke kamar dan memutuskan untuk menghubungi sang kakak .
"Assalamualaikum kak , kakak apa kabar"
"Waalaikumsalam Nadia , Alhamdulillah kakak sehat kok" dari balik layarnya
" kakak kapan kakak pulang kerumah, kami semua kagen sama kakak, udah lama Lo kakak ngak pulang kerumah "
"iya nanti kakak luangkan waktu untuk pulang kerumah"
"Oh ya kak ayah menginginkan salah satu diantara kita untuk menikah, adek belum siap untuk itu"
"Iya ayah juga, pernah bicara sama kakak kemarin lewat telpon tapi kakak cuma diam dan sekarang kakak udah memutuskan lagi mencari orang yang tepat, insyaallah kakak kalau udah siap nanti kakak Bawak calon kakak pulang"
" Alhamdulillah Makasih ya kak" .
" adek belum siap lagi kak, udah ya Kakak adek mau siap-siap kesekolah dah assalamualaikum.
Waalaikumsalam .
Nadia kembali ke aktivitasnya mengajar, ini adalah jadwalnya untuk mengajar ngaji di rumah Rafa , sebelumnya Rafa telah memberikan alamat kepada Nadia. Setelah pulang dari sekolah Nadia memutuskan untuk pulang kerumah menyelesaikan urusan dirumah dan berangkat kerumah Rafa.
"Dek,Yah aku berangkat ya"
"iya jangan sampai sore pulangnya jika ada apa-apa hubungi ayah atau adik mu "
"iya yah "
__ADS_1
Tiba disebuah rumah yang megah dan memiliki taman yang luas membuat Nadia kagum dengan rumah yang ada di hadapannya. "ya Allah indah baget rumah ini" Nadia pun terkejut atas ulah Rafa, karna Rafa berbicara didepan mukanya secara tiba-tiba
" hey ibu cantik ,udah nyampai ya "
" hah iya " menjawab secara gelagapan .
" ibu suka rumah ini ? jika ibu suka ibu boleh tinggal dirumah ini kapan ibu mau .
" emmm ada-ada aja kamu. udah ya mari kita ngaji " sambil berjalan " oh ya kita belajar dimana?"
" dalam rumah ibu" , sambil mempersilahkan gurunya untuk masuk ke rumah ...
"Rafa sendirian ?" tanya Nadia memecahkan suasana canggung diantara murid dan guru.
"ngak Rafa sama mama dan ada pembantu juga di belakang"
" mana mama Rafa ?"
kemudian ibu Aminah muncul dari dapur, "eh ada tamu kamu Rafa ?" tanya mama Rafa .
" iya ma ini lah guru ngaji Rafa yang akan ngajarin Rafa ngaji nanti "
Nadia kemudian mencium punggung tangan ibu Rafa, " assalamualaikum ibu aku Nadia "
sambil tersenyum .
"waalaikumsalam iya aku ibu Aminah panggil aja Tante .
"iya Tante" sambil menunduk .
__ADS_1
Hari pertama Nadia selesai ngajarin Rafa mengaji dan antusiasnya Rafa memahami apa yang Nadia ajarkan , dengan cepatnya ia sudah mengerti . karna sebenarnya Rafa anak yang pintar. "Alhamdulillah ibu pamit ya Rafa assalamualaikum"
" iya Bu , waalaikumsalam"