Perjodohan Yang Tak Disangka

Perjodohan Yang Tak Disangka
Rumah Baru


__ADS_3

Setelah melaksanakan sholat berjamaah Gibran berbicara dengan Nadia bahwa mulai besok mereka akan pindah rumah, Gibran tidak ada sandiwara di antara ke duanya.


Besok kita pindah rumah, nanti pas makan malam kita bicara dengan papa, mama dan Rafa .


Iya pak.


Ketika makan malam bersama, Gibran membuka pembicaraan.


" ma, pa Gibran dan Nadia besok mau izin pindah kerumah Gibran, karna esok lusa aku dan Nadia udah mulai masuk kerja"


Hu... hu... mama ngak salah dengar ni sayang kok cepat baget baru 2 hari di sini udah mau pindah . Mama masih pengen sama menantu kesayangan mama ni !! seru sang mama .


"Iya ni kak Gibran cepat baget" sanggah Rafa .


Udah yakin mau pindah rumah kamu nak ? jawab sang papa .


Iya pa ini udah jadi keputusan bulat dari aku . Iya kan sayang? sambil melirik ke Nadia .


" Nadia nurut apa keputusan dari mas Gibran, aku akan ikut mas Gibran kemana aja mas Gibran pergi ".


Gimana 1 bulan disini ? kan Rafa juga bisa barengan berangkat ke sekolah, ya kan Rafa ?


"Iya ma betul itu , Rafa akan jagain kakak ipar Rafa "


Rumah Gibran lebih dekat dari kantor juga ma . Jadi ini udah keputusan Gibran ambil jika ngak ada yang setuju Gibran sendiri akan tinggal dirumah itu . Tegas Gibran


Ya udah kalau itu kemauan Gibran papa dan mama ikut aja, asalkan sering-sering kerumah ini. Ucap papa.


"Iya Pa, Ma insyaallah Nadia dan mas Gibran sering kesini "


Setelah menyelesaikan makan malam Nadia kembali ke kamar melihat Gibran Talah duduk disisi ranjang . sambil memainkan ponselnya dan membalas beberapa chat dari Talita , karna Talita akhir-akhir ini sering mengirim pesan kepada Gibran .


Di sela-sela ia balas chat, gibran memberitahu kepada Nadia malam ini agar menyampaikan pakaian Nadia dan dirinya untuk di bawa kerumah miliknya.


Kamu siapin baju-baju gue jangan terlalu banyak karna di sana juga pakaian udah banyak. Dan untuk kamu Bawak pakaian mu. Bawak semua barang-barang mu jangan ada yang tersisa karna gue ngak mau kamar ku dipenuhi oleh barang-barang mu yang kampungan itu ngerti .


" Iya pak, saya mengerti dan saya mintak maaf untuk semuanya hari ini " Nadia kemudian mengambil koper miliknya dan gibran Nadia menyusun pakaian dengan rapi dan teliti .


...****************...


Pagi Nadia telah menyelesaikan semua tugasnya menyiapkan sarapan dan membereskan kamar dan beberapa pekerjaan lain.


Setelah sarapan Gibran dan Nadia berpamitan dengan sang mama dan papa berserta Rafa .


Rafa jagain mama dan papa ya , pesan Gibran dengan Rafa.

__ADS_1


Siap kak, Rafa akan jaga papa dan mama .


Oke terima kasih , pa ma Gibran dan Nadia mau pamit dulu . jika mama dan papa ngak sibuk, main-main ke rumah Gibran nanti .


Nadia melempar senyuman, " iya ma, Nadia akan senang kalau ada mama di sana nanti"


Pasti donk mama akan sering kerumah kalian . Dan ingat cepat beri mama cucu ya !


Insyaallah ma, jawab Gibran singkat ya udah ma kami pamit . mereka pun mencium kedua tangan kedua orang Gibran .


Nadia sebelumnya telah mengirim pesan kepada adiknya Rati bahwa ia akan pindah rumah Gibran.


Di sela perjalan Gibran memberikan kartu ATM dan beberapa kartu kredit untuk Nadia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan pribadinya .


Sepat Nadia menolak pemberian dari Gibran namun Gibran marah atas penolakan dari Nadia .


Jangan pernah bantah omongan saya ngerti .


" Iya pak".


Dan ingat selama kamu dirumah kamu jangan banyak hal ya, ketika udah waktunya pulang kerja kamu cepat pulang ngerti .


" Iya ".


Mereka pun tiba dirumah yang bernuansa putih dan taman di depan rumah begitu tertata rapi.


Nadia terpukau dengan apa yang ia lihat, Gibran memberikan kunci rumah kepada Nadia.


Cepat buka pintu jangan bengong kamu. Aku ngak suka dengan orang yang lambat dan suka bengong kaya kamu ngerti !


Nadia hanya diam dan melakukan apa yang diperintah Gibran.


Setalah Nadia dan Gibran memasuki rumah, keadaan rumah sudah bersih dan semuanya tersusun rapi .


Gibran memberitahu Nadia bahwa rumah ini selalu dibersihkan 3x dalam seminggu oleh mbok Marni dan tukang kebun akan membersihkan taman depan rumah serta halaman belakang oleh Mang Asep.


Nadia...


" iya pak ada apa ?"


Dirumah ini ngak ada pembantu jadi kamu tau apa yang harus kamu lakukan selama tinggal dirumah ini.


" Iya Nadia ngerti pak" .


Oh ya Di atas ada kamar gue, dan kamar kamu dibawah .

__ADS_1


" Maaf pak bukannya suami istri itu harus 1 kamar tidak baik untuk Meraka pisah kamar, saya tidak masalah meskipun saya harus tidur di lantai atau di sofa yang penting kita tidur dalam 1 kamar ".


Jangan bantah omongan ku, kamu ingat apa yang gue sampaikan dengan mu di dalam mobil .


" Iya, baik jika itu mau mu pak, dan jangan salahkan pada ku jika Allah pertanyakan nanti di akhirat dan Jika Mama atau Papa bertanya kenapa saya tidur dikamar berbeda maka saya akan jawab dengan jujur , karna saya ngak mau bohong " .


Owh udah berani melawan ya . Baik jika itu mau mu, jangan salahkan gue apa-ngapain kamu !


"Apa-apain apa ya pak ? saya ngak takut, itu memang kewajiban ku sebagai istri melayani suaminya."


Emmm Gibran mengepal tangannya.


Gibran kesal dengan apa yang Nadia ucapkan.


Terserah kamu, yang penting gue ngak mau kamu ganggu saya ketika tidur atau aku ngak mau kamu tidur di atas ranjang gue .


"Baik aku akan menerima semua keputusan mu pak , dan biarkan saya melakukan tanggung jawab ku sebagai istri ."


Nadia memasuki kamar Gibran kemudian Gibran menyusul. Nadia menyusun semua pakaiannya di lemari yang memang beberapa tempat kosong ada beberapa pakaian Gibran di dalamnya .


Setelah menyelesaikan pekerjaan didalam kamar waktu hampir sudah Zuhur Nadia turun dan membuka isi kulkas namun semuanya kosong, dan bahan dapur lainnya tidak ada.


Akhirnya Ia memutuskan untuk keluar dan membeli bahan makanan di mini market yang tak jauh dari rumah . Nadia keluar rumah tanpa pengetahuan Gibran, karna ketika ia ingin keluar Nadia mencari keberadaanya nambun tidak Nadia tidak mendapat keberadaan Gibran .


Nadia membeli beras, mie instan dan makanan kaleng lainnya , serta keperluan dapur lainnya.


Gibran memasuki kamar namun tidak ada Nadia, kemudian Gibran turun mencari keberadaan Nadia. di setiap ruangan Gibran mencarinya namun tidak ada Nadia .


Aduh dimana dia, apa dia kabur ? bisanya nyusahin aja . awas ya kalau pulang gue bikin pelajar tu cewek . gumam Gibran .


Tak beberapa lama pintu rumah terbuka kemudian Gibran cepat melangkah dan melihat kedatangan Nadia yang sedikit kesulitan membawa barang-barang yang sudah beli di mini market .


Gibran terhentak akan memarahinya nambun ia mengurungkan niatnya dan merasa bersalah tidak menemani Nadia berbelanja .


Kamu dari mana ?


"Maaf pak, saya tidak izin keluar sebenarnya Nadia sudah mencari keberadaan bapak tapi Nadia tidak menemukan bapak. saya ke dapur ingin memasak makan siang tapi saya tidak mendapatkan bahan-bahan tersebut akhirnya saya memutuskan untuk keluar membeli bahan-bahan tersebut ."


Iya ngak apa-apa justru aku yang mintak maaf , seharusnya gue bantu kamu . Gue tadi diruang kerja tapi memang ruang itu gue kunci tadi . Dan gue lupa bahwa Disini tidak ada bahan makanan karna memang rumah ini ngak pernah aku tinggali semenjak mama selalu suruh gue bermalam dirumah .


Dan Aku ngak ada yang ngurus kalau tinggal sendiri .


" Iya pak, kalau seperti saya permisi mau masak untuk makan siang".


Iya .

__ADS_1


__ADS_2