
Setelah keluarga Gibran memasuki rumah Nadia Meraka dipersilahkan untuk duduk . Nadia didalam kamar mengetahui bahwa keluarga Gibran telah tiba dirumahnya, ia merasa gugup dan jantungnya berdegup kencang .
" Ya Allah kok gugup gini ya" , Nadia tak henti-hentinya berdoa kepada sang pencipta .
" permudahkan lah segalanya dan jadikanlah ia jodoh yang terbaik untuk dunia dan akhirat ku bisa membimbing ku sampai ke Jannah ... Amin"
Ayah dan mama serta adiknya Gibran melihat keadaan rumah Nadia yang sederhana nambun membuat siapa saja yang memasuki rumah itu akan merasa nyaman dengan suasana didalamnya .
Halaman yang luas serta pepohonan yang yang rindang dan bunga-bunga yang bermekaran menambah aura rumah menjadi bertambah indah.
Ayah Nadia yang antusias menyambut kedatangan calon besan kemudian ia menjabat tangan ayah Gibran .
" Selamat datang pak di rumah kami , saya Ahmad bapak dari Nadia , ini anak saya Adi Ahmad kakak dari Nadia , dan ini Rati adiknya Rati
Pak Hadi membalas jabatan tangan ayah Nadia " saya Hadi Saputra Wijayanto, ini istri saya Aminah " Ibu Aminah mengatupkan kedua tangan didepan dadanya tanda hormat kepada pak Ahmad . Dan ini Rafa adik Gibran, murid dari Nadia juga" , Rafa pun mencium punggung tangan pak Ahmad serta Adi .
Gibran pun mencium punggung tangan pak Ahmad dan juga Adi kakaknya Nadia , dan melirik kiri kanan mencari keberadaan Nadia . Tapi yang ia cari berada didalam kamar.
Acara pun dimulai papa Gibran menyampaikan niat Meraka yang datang kerumah . " Maaf pak sebelumnya mungkin ini mendadak untuk kita semua tapi ini keputusan anak saya, ia akan melamar anak bapak yang bernama Nadia".
Tapi sebelumnya kami memang pernah menanya kan kepada Nadia ketika ia kerumah untuk mengajar Rafa mengaji . Kamu berniat untuk menjodohkan Nadia dengan anak saya Gibran tetapi kami belum ada jawaban diantara Gibran maupun Nadia.
" Kemarin Gibran menyatakan kepada mamanya bahwa ia akan melamar Nadia dan akan segera menikahi Nadia dengan secepatnya ".
Alhamdulillah terimakasih pak telah memilih anak saya sebagai calon menantu dari anak kalian tapi saya tidak bisa memutuskan ini semua karna saya bukan yang punya badan . Tapi saya sebagai ayah mengizinkan anak saya menikah dengan nak Gibran . Jawab pak Ahmad dengan tulus .
Adi sebagai kakak kemudian ikut berbicara
" Maaf pak saya sebagai kakaknya berharap kalian bisa menerima adik saya dengan segala kekurangan yang ada padanya dan mensyukuri kelebihannya dan untuk Gibran sendiri jika ia telah menjadi istri mu tolong jaga dia dan sayangi dia dengan sepenuh hati mu".
Gibran menjawab semua yang dikatakan calon kakak iparnya . " Insyaallah saya akan menjaga adik mu ". Gibran sedikit memberikan senyuman kepada Adi dan juga ayah Nadia .
"Nak panggil kak Nadia dan sekalian Bawak minuman yang telah disiapkan di dapur " ucap kepada Rita .
"Iya yah" Rita meninggalkan ruang tamu .
tok tok tok .... Kak yuk keluar ayah dan yang lain udah nungguin" ucap Rati dibalik pintu .
__ADS_1
"Iya dek sebentar, Nadia pun membuka pintu kamarnya".
"Kak ayah dan yang lain udah nungguin tapi sebelumnya Rati mintak tolong sama kakak bantuin aku Bawak beberapa makan dan minuman untuk tamu "
Nadia kemudian keluar disusul dengan mbak Ratna yang selalu menemani Nadia .
Merka bertiga membawa beberapa makanan dan minuman untuk keluarga Gibran .
Dan dari kejauhan tatapan Gibran tidak bisa berpindah saat Nadia menuju ruang tamu, Gibran tanpa berkedip melihat kecantikan Nadia , dan sang papa pun memperhatikan tingkah sang anak.
" Hem bentar lagi juga udah jadi istri mu sabar ya jaga pandangannya " ibu Aminah menyadarkan tatapan Gibran kepada Nadia.
Nadia pun ikut bergabung diantara merka kemudian sang ayah menanyakan persetujuan apakah Nadia menerima lamaran Gibran apa sebaliknya menolak lamaran tersebut.
"Nadia gimana apakah kamu menerima lamaran nak Gibran ? "
Nadia dengan menyebut bismillah Nadia menganggukkan kepala bahwa ia menerima lamaran Gibran semua orang mengucap rasa syukur kepada Allah karna Nadia telah menerima pinangan dari Gibran .
Gibran tersenyum tipis terlihat begitu tampan dan Nadia hanya menundukkan pandangannya kepada Gibran dan keluarganya.
Merka menikmati hidangan yang Tersedia di atas meja , dan setelah nya Gibran berbicara kepada keluarga Nadia bahwa Gibran akan menikahi Nadia dengan jarak 1 Minggu dari lamaran .
" Tidak Ini baik untuk kita dan agama kita" .
Yang lain hanya diam dengan keputusan Gibran, dan pikir panjang merka pun menyetujui keputusan Gibran .
Setelah beberapa rangkaian acara dirumah Nadia , keluarga Gibran pun berpamitan kepada pak Ahmad.
" Baiklah pak kami pamit dulu dan semoga kita menjadi keluarga yang bahagia atas palantara dari anak-anak kita" . ucapan pak Hadi kepada pak Ahmad
"Amin semoga "
Mereka pun meninggalkan rumah pak Ahmad dan menuju rumah merka . sedangkan Gibran pergi untuk menemui sahabatnya Irfan .
Gibran yang menelepon Irfan di waktu perjalannya pulang dari rumah Nadia .
"Assalamualaikum fan temuin gua di cafe tempat biasa ya"
__ADS_1
"waalaikumsalam ada apa bro ? "
"ngak nanti gue ceritain sekarang gue lagi nyetir ni ". Gibran memutuskan mengakhiri pembicaraannya .
Tak lama kemudian Irfan dan Gibran telah tiba di cafe . Gibran memulai berbicara dengan sahabatnya Irfan ,
"Fan, sebenarnya gue 1 Minggu lagi mau nikah . Ini gue baru pulang dari lamaran di tempatnya calon gue".
" Yang benar ni ? kamu bercanda ya ?"
" ngak gue serius kali ini , gue setuju dengan perjodohan mama kemarin "
"Masud kamu dengan Nadia ?, Terus gimana dengan shopia ?"
" Iya Nadia Ahmad gue akan menikah dengan Dia , untuk shopia jangan pernah lagi sebut nama dia didepan gue! ingat itu "...
" Lo kan baru Kenal sama Nadia bahkan kalian baru berpa kali bertemu apa kamu yakin dia wanita baik-baik ?"
"Dia lebih baik dari Shopia, jika kami tidak saling cocok gue akan ceraikan dia " .
" Apa Lo kira nikah ini main-main ? , Lo harus pikirin lagi gue takut kamu menyesal nanti ".
"Udah ah kamu harus dukung keputusan gue donk, Minggu ini gue nikah jangan ngak datang ya....
" Iya kalau itu keputusan mu gue mau apa , Lo yang akan nikah dan kamu juga yang akan jalaninya gue harap kamu bisa mencintai dan menyayanginya nanti" Ucap Irfan penuh ikhlas.
" makasih ya kamu memang sahabat terbaik gue " tawa diantara merapat pun pecah dan merka mengakhiri pembicaraan mereka dan memtuskan untuk pulang.
Setalah seharian kegiatan yang dilewati Nadia , Nadia kemudian memutuskan untuk keluar di teras rumah sambil melihat bintang bertebaran di atas langit . sehingga sosok mata yang memperhatikan tingkah Nadia, Adi kakak Nadia menghampiri Nadia yang sedang memandangi bintang .
"Dek kamu lagi ngapain ? , udah malam yuk kita masuk nanti kamu masuk angin "
"Eh kak Adi dari kapan kakak disini ? " sambil mengalihkan pandangannya ke arah Adi .
'Ngak barusan, kak perhatiin kamu selesai acara lamaran tadi kamu banyak diam dan melamun . Ada apa apakah kamu tidak ingin menikah dengan Gibran atau ada hal yang lain yang membuat pikiran terganggu ?"
"Tidak kak Nadia cuma mintak maaf dengan Kakak karna Nadia, telah mendahului kak untuk melangkah kejenjang pernikahan . Dan Nadia mintak maaf belum bisa membahagiakan keluarga kita "
__ADS_1
"Kamu kok mikir itu kakak ngak ada masalah, dan kami tidak pernah merasa Nadia tidak membahagiakan kami , justru kakak bangga dengan Nadia . Nadia hebat Dimata kakak , adik, dan Ayah . Kami lebih bahagia jika Nadia bahagia dengan suami mu nanti "
Nadia pun memeluk sang kakak dan tangisannya pun pecah .