
Sore Di kota Bandung membuat semua orang ingin melihat keindahannya . Nadia dan Rita memutuskan untuk pergi ke sebuah cafe yang tidak terlalu jauh dari desanya karna Nadia ingin melepaskan semua lelahnya dengan sedikit refreshing keluar dan ia memutuskan untuk membawa adiknya Rati
" Dek yuk kita keluar , temani kakak ke cafe sambil berbelanja kebutuhan rumah "
" Mau kak , ayo tapi udah sholat ashar aja kak"
" iya dek selsai sholat ashar kita keluar ya "
azan ashar pun berkumandang Nadia dan Rati segera melaksanakan kewajibannya .
"Dek kamu udah siap apa ? "
"sebentar ya kak adek mau pakek hijab dulu "
" Iya kakak juga mau siap-siap"
Nadia mengunakan gamis dan hijab yang senada serta polesan make up yang tipis.
sama seperti Rati mengunakan gamis dan hijab yang senada . " udah siap " tanya Nadia
pada Rati " udah kak, yuk kita berangkat ". Kita pamitan dengan ayah dulu ya, "Ayah mana dek ?" tanya sambil berjalan merangkul adiknya. "kayaknya ayah dikamar deh kak "
"Ayah , menuju kamar pak Ahmad . " iya kenapa Nadia ?"
__ADS_1
"Nadia sama Rati mau pamit keluar mau belajar barang dulu sambil mau refreshing sebentar ya yah !"
" iya hati-hati kalian perginya , jangan sampai kemalaman ya "
"iya yah Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Sampai di sebuah minimarket , dimana banyak kebutuhan Yang ada di dalamnya .
"Dek Kita belanja dulu , selesai dari sini kita ke cafe".
banyak kebutuhan rumah sudah mulai habis membuat Nadia cukup banyak berbelanja, dari kebutuhan mandi dapur dan juga barang pribadi. Selesai sudah merka berbelanja dan memutuskan untuk membayar hasil belajar di meja kasir. " udah yuk kita pergi "
"udah ayo" sambil keluar melewati orang orang disana.
Tiba di suatu cafe yang sederhana tetapi banyak yang mengunjunginya serta suasana didalam cafe yang nyaman dan warna dinding yang begitu elegan serta perpaduan hiasan di dalamnya membuat semua orang betah di dalamnya .
Dalam area parkiran ada sebuah mobil mewah yang baru sampai sama seperti dengan Nadia. ketika Nadia ingin turun dari motor , tiba tiba Pemilik mobil membuka pintu mobil dan mengenai Nadia dan akhirnya Nadia terjatuh dan tersandung di jalan . " aduh sakit siapa " sambil memegang lutut yang tersandung .
Ternyata Gibran Saputra pemilik mobil mewah yang tersebut . Gibran pun berbicara kepada Nadia , begitu angkuh dan sombongnya Gibran kepada Nadia dan Rati .
" hey liat dong kalau mau turun udah tau gua mau keluar dari mobil "
__ADS_1
" ya Allah mas kamu yang salah malah saya yang disalahkan bukan mintak maaf malah saya yang di marahi " ucap Nadia sedikit tegas . " Sakit lutut saya mas"
" oh sakit ya ya udah aku kasih uang ya biar diobatin di dokter, sambil berlalu pergi dan memberikan uang yang cukup banyak yang di genggam kepada Nadia .
" hey mas saya ngak butuh uang mu, yang aku butuh itu etika dan tanggung jawab mu "
Gibran terhenti dan membalikan badan ke arah Rati dan Nadia . "Kakak ngak apa-apa ? tanya Rati udah kak ngak usah di ladeni orang kaya gitu , kaya tapi sombong, sambil memegang lengan sang kakak .
Gibran kembali terdiam oleh kedua saudara tersebut ," jadi saya harus bagaimana dengan kalian ? kurang uang yang saya berikan kepada kalian tadi ? atau saya berlutut mintak maaf sama kamu ?" menunjuk sambil menunjukan wajar tidak suka sama Nadia dan juga adik ya Rati .
" Maaf mas saya tidak butuh uang mu", Nadia memberikan uang itu ke tangan Gibran . "Terimakasih dan permisi sambil menarik Rita kedalam cafe".
" Hey mau kemana kamu ?, sombong kamu dengan saya , dan beraninya dengan saya ?" ingat kamu membuat kamu menyesal menemui mu dan bersifat tidak sopan dengan saya "
tanpa mempedulikan Nadia dan Rati terus berjalan dan duduk dala. sebuah cafe membuat Nadia dan Rita sedikit tenang dan segera merka memesan minuman dan makanan.
Tanpa Nadia sadari dan Rati Meraka diperhatikan oleh satu pasang mata yang berada dipojok tidak jauh dari tempat mereka duduk.
"Dek minum aja dan segera habiskan makanannya , kakak ke toilet sebentar dan kakak mau mesan makanan buat ayah nanti "
" Iya kak, jangan lama-lama ya kak"
"Iya kak cuma sebentar kok " berjalan meninggalkan Nadia
__ADS_1
Gibran tanpa sengaja mengagumi kecantikan Nadia dengan polesan make up miliknya " membuat bibir Gibran tersenyum , tetapi membuat Gibran ingin berdendang dengan Nadia.