
Nadia Memberikan kunci sepeda motor kepada Rati adiknya sebelum ia berangkat kerumah keluarga ibu Aminah .
" Dek ini kunci motor kamu pulang sendiri dulu kakak mau kerja selesai dari situ kakak mau menghadiri undangan makan malam di keluarganya Rafa, atau adek ikut sama kakak ? "
" emmm apa sih kak kan kakak yang diundang kenapa aku malah kakak ajak Rati, ngak enak kakak aja yang pergi, Kakak hati-hati ya , terus kalau ada apa-apa langsung hubungin adek atau ayah ya kak" Sambil mencium punggung tangan Nadia untuk segera berpamitan .
'" iya adek hati-hati juga Bawak motornya"
"kakak pergi dulu ya , ngak enak Rafa udah nungguin kakak dari tadi" Nadia mengelus kepala adiknya dengan penuh kasih sayang.
Nadia memasuki mobil dan Rati sendiri pulang mengunakan sepeda motor .
"Maaf ya udah nunggu lama" ucap Nadia sambil membuka pintu mobil Rafa .
" ngak apa-apa kok Bu , santai aja . Kita langsung pergi aja ya Bu, biar cepat sampai hehehe " .
"iya udah ayo berangkat"
Tibalah di halaman rumah, Nadia kemudian turun dan diikuti oleh Rafa. Dan disambut oleh ibu Aminah dengan hangatnya .
" ayo masuk" sambil merangkul pinggang Nadia .
" iya Tante "
Tanpa Nadia sadari Rafa tersenyum bahagia melihat sang mama memperlakukan guru lesnya seperti itu " semoga kak Gibran mau menerima Bu Nadia sebagai pasangnya , agar mama ngak kecewa dengan kak Gibran "
Ia pun tersadar dengan teguran sang mama , "lok Rafa masih mematung disitu ayo masuk , siap-siap mau belajar ngaji sama Bu Nadia ".
__ADS_1
" oh iya ma , maaf ma Rafa melamun sedikit tadinya " tersenyum manis kepada mamanya .
Nadia kemudian di antara ke kamar tamu untuk beristirahat sebentar sambil menunggu Rafa keluar dari kamar, dan Nadia sendiri melaksanakan sholat Zuhur terlebih dahulu . setelah menyelesaikan kewajibannya Nadia duduk di atas ranjang sambil melihat-lihat bertapa mewahnya kamar tersebut dengan dipenuhi dengan barang-barang yang mahal serta keindahan warna dinding membuat Nadia nyaman melihatnya.
" ya Allah bagus baget kabar ini, tapi wajar sih Meraka itu orang kaya dan tak mungkin anak ibu Aminah akan suka dengan wanita miskin kaya saya , yang kehidupan kami yang sederhana " . Nadia berbicara sendiri sambil berjalan melihat lihat ruangan itu .
Tak berapa lama Nadia dipanggil oleh sang pembantu dirumah itu dia adalah mbok Marni , ia sudah lama mengabdikan dirinya dengan keluarga pak Hadi selama 10 tahun lamanya , semenjak Rafa masih Sekolah dasar dan Gibran masih duduk di bangku SMA . Mbok marni sendiri memiliki keluarga dikampung yang jauh dari kota Bandung.
Ia memiliki anak yang seusia dengan Rafa dan suaminya tinggal di kampung mengurusi ladang milik mereka, Mbok Marni memutuskan untuk kerja karna kebutuhan ekonomi tidak mencukupi dengan hasil ladang .
"tok tok tok assalamualaikum non Nadia "
" iya waalaikumsalam iya mbok Marni ada apa ?" . Nadia dan Mbok Marni sudah saling kenal karna Nadia sering bertemu dan berbicara dengan mbok Marni ketika ia sedang kerja mengajar les dirumah ibu Aminah.
"nyonya Menyuruh saya untuk manggil non untuk makan siang dengan den Rafa karna pasti non Nadia belum makan ?"
" aduh ngak usah repot-repot mbok, Nadia ngak lapar Kok sebab tadi Nadia makan roti pas mau pulang sekolah tadi"
Nadia pun menuruti perintah mbok Marni , dan menuju ke meja makan, Dimana Rafa sendiri sudah duduk menunggu Nadia datang . " na ini dia ibu , ayo Bu makan siang dulu sebelum belajar mengaji , nanti ibu lapar Lo kalau ngak makan". mempersilahkan Nadia untuk duduk dihadapannya.
" makasih ya Rafa "
" iya Bu Rafa juga terimakasih sudah bisa menjadi guru baik Rafa dan memenuhi undangan mama untuk malam ini "
Mereka pun makan dengan lahap dan dengan pikiran masing-masing tidak ada pembicaraan diantara guru dan murid.
" Setelah makan kita istirahat bentar ya Rafa , setelahnya baru kita belajar mengaji ".
__ADS_1
"oke Bu" Rafa bangkit dan kembali ke kamarnya sama dengan halnya dengan Nadia setah ia membantu mbok Marni ia kembali ke kamar untuk beristirahat sebentar .
Jam telah menunjukan 17:30 azan magrib akan segera tiba , setalah semua aktivitas yang Nadia lakukan dirumah itu sudah selesai dari mengajarkan Rafa mengaji dan ilmu agama , Serta membantu mbok Marni dan ibu Aminah memasak . Nadia membersihkan badannya yang lengket oleh aktivitas yang sangat padat hari ini dan berdiam diri didalam kamar setalah ia mengunakan baju gamis yang ia siapkan untuk makan malam nanti .
Ia berdiam diri didalam kamar sambil menanti azan magrib.
Gibran tiba dirumah, ia memarkirkan mobil kemudian ia memasuki rumah memberikan salam kepada sang mama . " Gibran udah sampai kamu ? "
"iya ma , kan kata mama semalam jangan pulang lambat karna ada Tamu mama malam ini makanya Gibran menyelesaikan pekerjaan Gibran dengan cepat" .
" Iya makasih ya ". kemudian ibu Aminah tersenyum kepada sang putra dan mempersilahkan putranya untuk ke kamar.
"Siapa ya tamu mama yang sepesial itu sampai mama menyuruh ku untuk pulang cepat, kata mama semalam sih ini untuk masa depan gua , apa mama akan menjodohkan aku sama wanita pilihan mama " . Gibran yang berbicara sendiri sambil melepas kemeja dan celana sehingga menyisakan celana santai dan baju kaos yang ia gunakan.
"Udah ah bikin gua pusing mending gua mandi sholat magrib dan siap-siap mau makan malam dengan tamu sepesial kata mama itu" melangkahkan kaki ke kamar mandi , setelah menyelesaikan aktivitas mandi kemudian ia mengunakan baju kaos santai dan celana panjang yang sopan terlihat nyaman dan enak dipandang.
Azan magrib berkumandang Nadia dan isi rumah tersebut melaksanakan kewajiban mereka masing-masing . Selesai nya Rafa memasuki kamar sang kakak , " kak Gibran" , ucap Rafa sambil mengarah ke tepi ranjang milik Gibran .
"emm kenapa ? " sambil memainkan ponsel miliknya.
" nanti mama bakal kenalin kakak sama guru ngaji Rafa Lo"
"Ha guru ngaji , sejak kapan Rafa ngaji ? terus Rafa ngaji dimana ?
" iya udah 2 bulan kak, guru ngajinya kerumah beliau guru Rafa juga disekolah, ibu itu cantik, baik ,lemah lembut , sopan, pokoknya pasti kakak suka , dan tidak kalah penting papa dan mama suka sama dia " .
" oh pantesan kamu sekarang udah berubah ngak bandel lagi kakak liat " tangan Gibran mengacak rambut Rafa .
__ADS_1
" iya kak berkat dialah aku kayak gini , Rafa suka sama dia . apalagi kalau ia jadi kakak ipar aku sambil berlari meninggalkan sang kakak.
"Awas kamu Rafa " sambil melemparkan bantal kearah Rafa .