
Gibran melihat keadaan rumah Nadia yang sederhana tetapi sangat tertata rapi, baik di luar maupun didalam rumah meskipun perabotan yang sederhana nambun terlihat bersih dan juga terawat .
Nadia yang belum sempet melaksanakan ibadah sholat Zhuhur, ia berpamitan kepada sang ayah dan Gibran terlebih dahulu.
" yah , pak saya mau masuk kamar dulu karna Nadia belum sempat sholat zhuhur tadi, nanti setelah sholat Nadia buatin minuman buat ayah dan juga pak Gibran
"Oh iya nak sholat lah terlebih dahulu"
Gibran pun meminta izin kepada pak Ahmad untuk bisa mengizinkan sholat di rumahnya karna Gibran sendiri belum melaksanakan sholat.
" Om boleh aku menumpang sholat ?"
"Boleh nak silahkan" .
Setelah melaksanakan sholat Gibran kembali keruang tamu sedangkan Nadia memutuskan untuk ke dapur untuk membuat minuman buat ayah dan Gibran .
Nadia membawa minuman dari dapur, dengan mengunakan pakaian santai tak lupa dengan hijab syar'i.
"Ini pak silahkan minum tehnya ".
" iya terma kasih " ucap Gibran secara singkat.
Gibran pun membuka pembicaraan dengan sedikit gugup takut pak Ahmad menolaknya sebagai calon menantu dari anaknya Nadia .
"bismillahirrahmanirrahim dulu semoga diterima " gumamnya di hati .
" Gini Om saya sebenarnya ingin bicara bahwa saya ingin meminang Nadia sebagai istri saya" .
Pak Ahmad sedikit kaget atas apa ia dengar
"apakah kamu serius dengan ucapan mu ?"
" iya Om saya serius dengan apa yang saya kata barusan"
"Om senang dengar niat baik mu nak, karna sendiri tidak melarang untuk kebahagian anak saya . Tapi Om serahkan keputusan ini kepada Nadia , ia yang akan menjalani kehidupan setelah menikah, Nadia apakah mau menjadi istri dari nak Gibran?
" Nadia hanya menundukkan pandangannya dan hanya diam "
"Tapi nak Gibran apakah kamu bisa menerima segala kekurangan anak Om , Ia hanyalah guru biasa kami orang miskin tidak seperti nak Gibran ! "
"Saya akan menerimanya Om , Besok keluarga ku datang untuk melamar Anak Om"
Gibran kemudian berpamitan kepada Nadia dan pak Ahmad setelah kepergian Gibran pak ahmad berbicara kepada Nadia anaknya .
__ADS_1
" nak apakah kamu menerima lamaran nak Gibran ? , bukan kah kalian baru saling mengenal ? "
"Ayah insyaallah Nadia Nerima lamaran Gibran , meski kami baru saling mengenal insyaallah dia orang yang baik, Doain yang terbaik untuk Nadia yah ".
"Iya nak semoga ia bisa menerima keluarga kita yang serba kecukupan ini dan memperlakukan kamu seperti mana ayah memperlakukan ibu mu dulu".
Gibran tiba di rumah, menemui mamanya yang ada di taman belakang . "assalamualaikum ma"
"waalaikumsalam, hey Gibran kamu udah pulang ?".
"Iya ma" Gibran duduk di kursi disebelah sang mama . Ma Gibran mau nikah !"
" Benaran sayang mama ngak salah dengarkan ?"
"Iya ma, besok mama lamaran dia buat Gibran ya "
" apa besok, kok dadakan sih, Oh mama tau ini soal perjanjian kamu dengan papa kemarin . Siapa yang bisa menaklukan hati anak mama sayang ganteng ini ? " mama yang tersenyum melihat sang anak
"Iya ma, Gibran ngak mau nikah dengan Talita dan Gibran juga ngak mau kehilangan aset yang papa berikan sama Gibran . Aku akan menerima perjodohan mama dengan papa kemarin "
" Maksud kamu Nadia ?"
" Iya siapa lagi kamu bukan wanita itu dan ingat ma besok Lamar dia buat Gibran " Gibran beranjak dari duduk dan berlalu meninggalkan mamanya .
Ketika begitu lahapnya Meraka makan malam bersama, ibu Aminah berbicara bahwa Gibran akan menikah dengan wanita yang merka pilih .
"Pa, Rafa mama ada kabar gembira untuk kita semua !"
"Berita apa ma ?" ucap pak Hadi
" kita akan segera mendapatkan menantu "
"Hu hu hu apa ma, papa ngak salah dengar ?"
" Iya besok kita akan melamarnya untuk Gibran "
"Siapa calon Gibran ma ?"
" Nadia Ahmad , guru privat Rafa pa "
" Benaran ma ibu Nadia , bakal jadi kakak ipar Rafa " Rafa tersenyum sumringah dengan apa ia dengar .
" Iya pa Gibran akan menikah dengannya, Gibran mau secepatnya menikah dengan dia "
__ADS_1
"Bagus itu Gibran setelah lamaran besok , 1 Minggunya kita laksanakan angkat nikah " Dengan semangatnya Pak Hadi mewujudkan permintaan Gibran .
" Iya pa , Gibran nurut aja " .
Hari yang Tah ditunggu-tunggu oleh semua wanita yang mana semua wanita memimpikan seorang yang Meraka cintai akan melamar, berbeda dengan Nadia yang hanya pasrah dengan apa yang ia putuskan akan menerima lamaran seseorang yang ia baru kenal .
"Flash back"
Selama beberapa setalah kejadian ibu Aminah membicarakan akan menjodohkan ia dengan Gibran dan setelah ayahnya menanyakan tentang pernikahan . Nadia memutuskan untuk sholat istikharah dan tidak pernah meninggalkan sholat malamnya.
Allah SWT memberikan jawaban kepada Nadia dengan perantara mimpi
Ketika suatu malam Nadia setelah melaksanakan sholat tahajud dan istirahat.
Nadia memutuskan untuk tidur kembali dan bermimpi bertemu dengan sosok laki yang datang mendekatinya dan hanya tersenyum begitu tulus dan itu adalah Gibran .
Nadia terbangun dari tidurnya "Ya Allah apa ini jawab dari doa ku beberapa hari ini , apakah ini petunjuk bahwa ia jodoh ku ".
...****************...
Nadia mbak Ratna serta adiknya menyiapkan beberapa keperluan untuk menyambut keluarga Gibran yang akan datang kerumahnya siang ini. Disela perkerjaan Ratna bertanya kepada Nadia, " apakah kamu benar-benar serius akan menerima lamaran pak Gibran? , mbak khawatir jika ia hanya mempermainkan kamu !"
"Mbak, insyaallah Nadia akan menerima semua apa yang akan terjadi kedepannya. Nadia mintak doanya dari mbak, semoga pernikahan Nadia bisa bahagia "
" Ya udah jika itu keputusan kamu mbak ngak bisa melarang kamu, jika kamu tidak menginginkan pak Gibran maka kamu bisa menolak lamarannya hari ini "
" Nadia hanya tersenyum dan secepatnya ia memeluk Ratna dan menangis Nadia sayang dengan mbak Ratna"
" Mbak pun sayang dengan Nadia, mbak akan Selalu mendoakan untuk kebahagian kamu "
Waktu telah tiba Nadia memutuskan untuk membersihkan diri setelahnya melaksanakan sholat Zuhur ia pun menyelesaikan kewajibannya dan menyiapkan diri untuk acaranya hari ini , ia menggunakan gamis dan hiasan make up yang tipis sehingga terlihat begitu cantik ...
Gibran merasa gugup hari ini ia akan melamar wanita yang ia baru kenal, dan wanita itu juga sering membuatnya jengkel atas kelakuan Nadia kepadanya .
" Ya Allah semoga engkau memperlancar semuanya hari ini dan aku harap semoga ini yang terbaik untuk Gibran " Ia menuruni tangga dan menemui kedua orang tuanya dan adiknya yang telah menunggu ia untuk segera kerumah Nadia .
" Sudah siap semua mari kita berangkat " Ucap Gibran sambil mendahului ketiganya .
Gibran mengunakan mobil sendiri . kedua orang tua serta adiknya menggunakan mobil dan sopir papanya yang akan mengantar mereka .
Tak butuh waktu lama merka tiba dirumah Nadia, Merka disambut hangat oleh pak Ahmad , Rati dan adi. Karna Adi kakaknya Nadia memutuskan libur berkerja agar ia bisa menghadiri lamaran sang adik.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Lanjut bab selanjutnya ya ....🤗