
Nadia keluar dari kamar tamu, mengunakan gamis yang berwarna kalem dan tidak lupa dengan hijab syar'i yang ia gunakan siapa saja melihatnya pasti menyukainya . Nadia memutuskan untuk membantu mbok Marni dan ibu Aminah untuk makan malam .
" Nadia udah sana kamu masuk kamar aja, biar Tante sama mbok Marni yang siapin ini semua kamu kan tamu Tante "
"ngak apa-apa Tante Nadia bosen di kamar "
" Ya udah kalau itu mau mu "
selesai sudah urusan menyiapkan makanan waktunya merka santap malam bersama, tetapi Nadia mengambil sebuah makanan yang masih tertinggal di belakang, sedangkan ibu Aminah memanggil suami serta kedua anaknya Rafa dan Gibran . " ayo turun kita makan , tamunya udah ada dari tadi sore" ucapnya pada Gibran "
" hah tadi sore tapi Gibran ngak liat dia tadi ma, gimana mau liat , kamu diam didalam kamar terus, udah ah ayo turun yang lain udah nunggu kamu"
"iya ma , sambil merapikan pakaian yang ia gunakan. kemudian ibu Aminah dan Gibran menuruni anak tangga tiba di meja makan Nadia muncul dengan membawa makanan yang sempat tertinggal di belakang.
Gibran mematung dan melihat Nadia yang begitu cantik dan anggun dengan balutan busana muslimah yang ia gunakan.
" Dia ...." Nadia pun sama begitu terkejut melihat siapa yang ada dihadapannya.
"Pak Gibran" dengan suara pelan.
Mereka saling memandang satu sama lain.
ibu Aminah pun memecahkan suasana yang senyap oleh tingkah Nadia dan Gibran
"emmm ,Gibran udah kenal dengan Nadia ? "
Tanya mama pada Gibran .
"Nadia , ayo sini duduk, sambil menarikan kursi di samping ibu Aminah .
Gibran menduduki kursi di samping sang papa , tetapi pikirannya masih sama dengan apa yang ia lihat di hadapannya . Sebelum menyantap makanan yang telah dihidangkan , ibu Aminah memperkenalkan Nadia kepada Gibran " Sayang inilah tamu spesial mama Nadia Ahmad , dia kerja sebagai guru disekolah kita dan sebagai guru ngaji dari Rafa adik kamu ".
" Oh ini tamu mama!"
"Kenalin Nadia ini Gibran putra pertama Tante dan Om , mungkin kamu pernah bertemu disekolah Saat pertemuan kemarin".
"Iya Tante " Nadia menundukkan pandangannya tak berani menatap Gibran .
__ADS_1
"Ya udah mari kita makan"
Pak Hadi membuka pembicaraan di waktu makan , ia bertanya kepada Gibran perihal pernikahan . " Gibran apakah kamu sudah memiliki calon pendamping ? "
"hu hu hu, Gibran tersedak oleh pertanyaan sang papa . Belum lagi pa, Gibran sibuk ngak sempat mikirin pasangan " jawab Gibran sambil menyuapkan makanan didalam mulutnya sambil sesekali melirik kearah Nadia .
" Kalau Nadia sendiri udah punya ?"
"Belum Om " jawab Nadia singkat .
" Kamu udah siap untuk menikah bila sudah ada calon suami "
" Nadia belum sedia lagi Om karna Nadia belum meminta izin kepada kakak dan ayah"
" Jika Mera mengizinkan kamu mau menikah ? "
"Sebenarnya Nadia sudah punya dorongan untuk disuruh menikah oleh ayah , tapi Nadia sendiri belum siap lagi Om "
" Gimana kalau kamu kami jodohkan dengan Gibran anak kami" , sambil melirik ke arah Gibran.
"Hu hu hu", Nadia tersedak oleh ucapan pak Hadi.
" Pa, apaan sih kok ngomong gitu ?"
"Iyalah gimana kami ngak nyari kamu jodoh kamu sendiri ngak ada perkembangan dari 2 bulan yang lalu mama tanya kamu " ibu Aminah bicara kepada Gibran.
Gibran hanya diam dengan jawaban sang mama.
"Gimana Nadia kamu mau ngak sama anak Tante ? "
Nadia hanya diam tak bisa menjawab pertanyaan sang Tante kepadanya.
"Ya udah kita lanjut makan dulu" ucap pak Hadi untuk memecahkan suasana .
Selesai dengan acara makan malam, Gibran kembali ke kamarnya, sebelumnya ia melihat Nadia membantu sang mama dan mbok marni membersihkan meja makan. Gibran pun sedikit tersenyum melihat Nadia . tapi Nadia tidak mengetahui bahwa ia di perhatikan sedari tadi oleh Gibran .
Gibran kembali ke kamar dan tanpa Gibran ketahui ayahnya menyusulnya ke kamar untuk berbicara kepada Gibran .
__ADS_1
" Lo papa kok ikut ke kamar Gibran ?"
"Iya papa ingin bicara 4 mata dengan kamu "
" bicara apa pa , soal perjodohan !"
" jika kamu tidak mau menikah diwaktu yang dekat, papa bakal tarik semua aset yang berikan sama kamu . atau kamu papa nikahin sama Talita , teman kamu Talita juga cantik " padahal sebenarnya pak Hadi tau Gibran tidak menyukai Talita , dan bahkan ia juga tidak menyetujui jika Gibran ingin menikah dengan Talita . Tapi ia ingin menekan Gibran agar ia menyetujui perjodohannya dengan Nadia dan menikah dalam waktu secepatnya .
" papa tau kamu sudah mempunyai calon dalam waktu 1 Minggu ini "
" Ha 1 Minggu" sambil beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju balkon kamarnya . " ngak mungkin pa , Gibran mau cari dimana ?
" Nadia, dia anak yang baik , cantik Soleha cocok untuk ibu buat anak-anak kamu nanti"
Gibran kembali terkejut oleh ucapan sang papa . " Gibran belum kenal lagi dengan dia pa entah dari mana ia , Gibran ngak tau entah entah dia cuma mau harta kita atau ada niat jahat dalam keluarga kita "
" papa yakin Nadia orang yang baik dan tidak mungkin apa yang kamu kata itu, papa tidak mempercayainya , itu jatuh fitnah Gibran jika kamu bicara seperti itu "
" Udah papa mau keluar, bentar lagi kamu antar Nadia pulang kerumahnya, ingat jangan sampai kamu bicara yang tidak-tidak dengan Nadia antar dia sampai dirumahnya dengan selamat. Dan ingat pesan papa tadi 1 Minggu jika 1 Minggu kamu tidak mempunyai calon , papa tarik aset yang telah berikan dengan mu atau kamu akan nikahkan dengan Talita".
"Iya pa" ucapnya secara singkat dan kelihatan wajah Gibran kesal oleh ulah sang papa .
Nadia akan segera pamit dengan sang Tante dan pak Hadi. " Om Tante Nadia mau pamit pulang, karna ini udah jam 08:30 , ayah juga udah kirim pesan agar Nadia cepat pulang".
" Oh ya udah nanti Tante panggil Gibran dulu untuk antar kamu, karna Rafa tadi bilang katanya dia harus pagi pagi kesekolah karna ada kegiatan sekolah yang mengharuskan ia sedikit lebih awal ke sekolah , makanya ia udah tidur "
"Iya Tante besok itu kegiatan perlombaan olimpiade sains disekolah Gibran yang ditunjuk sebagai salah satu perserta lomba"
" Alhamdulillah makasih ya udah merubah anak Tante menjadi lebih baik"
" iya tante sama-sama, sambil tersenyum tulus dengan ibu Aminah ".
ibu Aminah pun memanggil Gibran ke kamarnya . " nak mama mintak tolong kamu antar nadia pulang dulu kerumahnya"
" Iya" , jawabnya ketus dan berjalan mendahului sang mama.
"Ayo berangkat" ucapnya pada Nadia , yang sudah menunggunya di ruang tamu di temani oleh pak Hadi .
__ADS_1
" ya udah Tante Nadia pamit Assalamualaikum" sambil mencium tangan pak Hadi dan ibu Aminah.
" waalaikumsalam" .