
Nadia terbangun dari tidurnya melihat Gibran masih tidur pulas akhirnya Nadia memutuskan membangunkan Gibran untuk sholat subuh
" Pak Bagun udah subuh, kita sholat dulu"
" Emm iya " suara khas dari Bagun tidur. "Kamu aja duluan yang ke kamar mandi , gue masih ngumpulin nyawa gue buat Bagun "
" Baik pak " berlalu meninggalkan Gibran menuju kamar mandi
Nadia pun kembali, setelahnya Gibran yang ke kamar mandi sedangkan Nadia menunggu agar Gibran bisa menjadi imamnya subuh ini .
Mereka sholat berjamaah dengan khusuk.
setelah selesai Nadia akan mencium punggung tangan Gibran. Ini adalah kebiasaan rutinitas setiap habis sholat, ketika Gibran pergi, dan pulang.
Dalam satu hari mereka menjalankan aktivitas masing-masing terkadang kedua Engan untuk berbicara , lebih banyak diam ketika mereka berada di ruangan yang sama .
Hari dimana mereka melaksanakan Resepsi pernikahan di hotel milik Ayah Gibran . Hotel yang berbintang lima, hotel yang sering dikunjungi oleh turis dari luar negri .
Sangat Berung Nadia bisa menikah dengan anak seorang pengusaha yang berkelas sultan . Membuat semua wanita iri kepada keberuntungan Nadia.
Semua tamu undangan adalah Klein Perusahan Gibran serta sahabat ayahnya yang memiliki perusahan-perusahaan di Indonesia telah hadir.
Gibran mengunakan jas hitam berpadu dengan kemeja putih serta ketampanan wajahnya membuat semua orang pangling.
Dan tidak tinggal dengan Nadia yang mengunakan gaun yang sangat cantik dari butik ternama serta hijab syar'i yang selalu menemaninya. Menambah penampilan Nadia sangat cantik .
Pesta pernikahan Gibran dan Nadia telah dimulai, Gibran Nadia duduk berdampingan, mereka begitu sangat serasi . Gibran mencoba memegang tangan Nadia menuntun Nadia agar ia tidak gugup .
" Kamu ngak boleh gugup, Karna kamu akan selalu menemani saya ketika ada acara-acara besar seperti ini " Bisik Gibran pada Nadia .
" Iya pak " jawab Nadia singkat.
Semua orang memberikan selamat kepada pasangan yang baru menikah 2 hari yang lalu.
Seseorang yang memperhatikan Nadia . Wanita itu adalah Shopia
" Gue pastikan kalian tidak akan bahagia , aku akan rebut Gibran dari kamu perempuan kampung " gumam shopia .
Tak berpa lama Talita datang dan memberikan selamat kepada Gibran dan Nadia .
"Selamat ya Gibran atas pernikahan kamu , aku doain kalian bahagia . Tapi didalam hati Talita ada rasa iri kepada Nadia karna ia tidak bisa mendapatkan cinta Gibran ".
" Iya makasih ya Tal" jawab Gibran .
__ADS_1
" Oh ya sayang ini Talita anak teman papa di juga teman dan ia juga berkerja di perusahan ku" . mengenalkan kepada Nadia .
"Iya Mas" kemudian Nadia menjabat tangan Talita .
Kini tiba Shopia yang akan memberi selamat
" Hey " sapa kepada Gibran dan Nadia .
Gibran sedikit terkejut dengan kedatangan Shopia.
" Itu wanita yang pernah bertemu di cafe kemarin " gumam Nadia.
"Selamat ya atas pernikahan kalian" ucapnya kepada pasangan pengantin itu .
"Oh ya perkenalkan aku Shopia mantan kekasih dari Gibran" sambil memberikan senyuman yang penuh arti kepada Nadia.
"Aku Nadia Ahmad mbak Shopia" , Nadia pun membalas senyuman Shopia dengan tulus.
Gibran tidak menghiraukan keberadaan shopia di pesta pernikahannya. Ia memastikan kepada Nadia bahwa ia tidak ada hubungan lagi dengan Shopia karna ia merasa takut Nadia berpikir macam-macam tentan ia dengan shopia .
" Aku dengan Shopia ngak ada Hubungan apa-apa jadi kamu ngak perlu mikir yang aneh-aneh tentang hubungan aku dengan Shopia" . Tegas Gibran
" Iya pak aku ngerti".
" Nak ayah , kak Adi dan adik mu udah mau pulang , kamu Disini baik-baik ya, jaga suami mu dengan baik " Pesan sang ayah kepada Nadia .
"Iya yah aku akan mencoba menjadi istri yang bertanggung jawab dengan segala kewajiban ku . Ayah Nadia sayang sama ayah" . Nadia pun memeluk sang ayah begitu erat seakan ia tidak akan melepas pelukannya.
"Dek udah peluk ayahnya , liat tu ayah Sampek susah napas oleh ulah mu, ngak malu sama suami mu ?" goda sang kakak .
" Emm kakak " Nadia pun memeluk sang kakak .
"Nadia juga sayang dengan kakak , kakak jaga diri baik-baik cepat temukan calon kakak ipar untuk ya" Nadia membalas menggoda kakaknya.
" Iya , doain kakak ya biar cepat menemukan calon kakak ipar mu" jawab Adi .
" Nadia kembali menangis dan memeluk sang adik , dek kamu Jagan nakal ya , jagain ayah yang rajin belajarnya . kakak akan sering berkunjung dirumah , kita pasti sering bertemu di sekolah karna kakak masih kerja disekolah Rati"
" Iya kak Rati sayang kakak, Rati ngak mau kakak lupa sama Rati, jaga diri kakak ya".
"Untuk kak Gibran jika Kakak ngak sayang sama kak Nadia kak Gibran kasih tau sama Rati biar Rati yang jemput kakak ." Ucap Rati begitu polos sampai Gibran terkejut dengan ucapan adik iparnya itu .
"Gibran hanya mengangguk dan melempar senyuman kepada Rati ."
__ADS_1
"Adi pun memberikan pesan kepada Gibran .
Gibran jagain adek gue, bimbing dia menuju jalan yang benar , jika kamu tidak mampu menjaga dan mencintainya maka kamu bisa mengembalikan dia kepada kami dengan baik".
Pesan kedua saudara Nadia sangat menusuk Gibran , sehingga Gibran tidak bisa menjawab pesan- pesan dari keduanya .
Setelah berselang begitu lama setelah kepulangan Ayah dan kedua saudara Nadia . Kini Kedua mertua Nadia juga ikut berpamitan karna Gibran dan Nadia Di kasih kesempatan untuk bermalam di hotel untuk beberapa malam.
"Nak kalian habiskan waktu di hotel dulu untuk beberapa malam ini, jangan terlalu lama secepatnya kasih mama cucu " Ibu Aminah beri pesan kepada merka .
" Iya tu secepatnya kasih aku Rafa ponakan biar Rafa ada teman main nanti " goda Rafa kepada Gibran dan Nadia.
" Bocah ngak usah banyak ngomong kamu " jawab Gibran sewot pada Rafa .
Rafa menertawakan kakaknya karna kakaknya begitu tidak senang Rafa selalu menjahilinya.
Ya udah ya Gibran Papa, Mama dan adik mu pulang dulu. Jagain tu menantu kesayangan Papa dan Mama, jangan terlalu capek . Goda pak Hadi sampai Mama dan adiknya tertawa .
Nadia sudah menyembunyikan pipi merahnya . Dan hanya tersenyum karna ulah Keluarga Gibran .
Gibran dan Nadia mencium kedua punggung Pak Hadi dan Aminah.
Setelahnya mereka masuk ke kamar milik orang tua Gibran sendiri.
Di Dalam kamar Nadia memutuskan untuk masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badan dan segera melaksanakan sholat Zuhur .
Sedangkan Gibran hanya duduk disisi ranjang yang berukuran yang besar .
Click pintu kamar mandi terbuka Gibran melihat Nadia yang sudah mandi kelihatan lebih segar dan sudah menggunakan gamis serta hijab .
Gibran hanya diam dan ia memutuskan untuk masuk ke kamar mandi juga .
sebelum nya Gibran tidak membawa pakaian di kamar mandi .
Nadia melaksanakan sholat Zuhur sendiri, setelah ia sholat Gibran keluar dari kamar mandi
Nadia melihat Gibran bertelanjang dada cuma menggunakan handuk sebatas pinggang . membuat Nadia terkejut dan langsung memalingkan muka .
" Maaf aku lupa Bawak pakaian di kamar mandi tadi , Kita udah sah jadi suami istri jadi ngak jadi masalah untuk kamu melihat aku seperti ini " Ucap Gibran Singkat.
Dengan cepat Nadia menyiapkan pakaian suaminya dan memberikan kepada Gibran dengan terus menunjukan pandangan dan sedikit gugup.
" Makasih ucap Gibran dan langsung memakai pakaian yang istrinya berikan"
__ADS_1