
Setelah menyelesaikan makan siang Nadia kemudian membersihkan meja makan dan mbok Marni mencuci piring , Nadia dengan telatennya membersihkan meja makan dan semua ruang dapur .
sedangkan Gibran sendiri kembali melanjutkan pekerjaannya, meskipun berkerja di rumah tapi tetap menguras pikirannya Gibran .
Nadia kembali ke kamar melihat kamar kosong tidak ada Gibran, kemudian berinisiatif untuk membuat teh untuk Gibran .
Gibran yang masih sibuk tiba tiba ada orang yang mengetok pintu .
Ya siapa ?
" Ini aku Nadia mas "
mau ngapain dia nganggu aja , gumam Gibran . Iya masuk aja ngak dikunci.
Nadia memasuki ruangan kerja Gibran sambil membawa teh hangat dan beberapa potong kue coklat kesukaan Gibran .
"Ini pak Nadia hanya mengantarkan minuman dan makanan untuk pak Gibran ".
Oke Tarok aja, nanti gue minum .
" Iya pak, saya permisi dulu".
setelah kepergian Nadia kemudian Gibran dengan cepat menyambar secangkir teh buatan Nadia . Gibran hanya tersenyum mengembang bahwa teh buatan Nadia memang pas di lidahnya.
Ternya di memang pintar dalam urusan perut . Tapi tak pintar dalam urusan yang lain , gumam Gibran.
Nadia yang sudah melaksanakan semua tugasnya sebagai istri iapun memutuskan untuk membuka lebtop miliknya dan membaca beberapa materi untuk bahan mengajarnya nanti karna waktu cutinya tinggal beberapa hari lagi .
Tak terasa sudah 1 ½ Nadia didepan lebtop Nadia merasa lelah dan akhirnya ia memutuskan untuk beristirahat di atas sofa.
gibran keluar dari ruang kerja dilihat sang mama .
Lo kok kamu disini bukannya kamu Nemani Nadia di kamar, seharusnya kamu temani dia donk jangan biarin dia sendiri, emmm kalau kayak gini gimana cepat dapat cucu, sindir sang mama .
Iya ma, karna Gibran mau menyelesaikan beberapa pekerjaan karna kerjaan ini benar-benar penting karna akan di bawa meeting esok hari .
Ya udah, sekarang kamu masuk ke kemar temani Nadia kasihan dia sendiri .
Iya ma, ucap Gibran sambil melangkah meninggalkan mamanya.
Gibran melihat Nadia tertidur di atas sofa dan membiarkannya tanpa mempedulikan. Dan memutuskan untuk tidur juga di atas ranjang.
Azan ashar sudah berkumandang membuat ke dua insan itu terbangun, dan melaksanakan sholat berjamaah bersama .
setelah sholat seperti biasanya Nadia mencium tangan Gibran.
"Pak mulai esok hari Nadia meminta izin untuk sudah masuk kerja lagi" .
Iya , terserah mau lanjut kerja atau tidak karna aku mampu menghidupi kamu Bahakan keluarga mu sekalian aku bisa menghidupinya .
__ADS_1
" Iya Pak terimakasih sudah mengizinkan saya".
Nadia turun ke lantai bawah melihat ke dua mertuanya mengobrol di ruang menyedihkan minuman untuk Papa dan Mama mertuanya berserta suaminya .
Nadia memilih tidak bergabung dengan keluarga barunya ia memilih untuk melihat taman di belakang rumah dan menikmati keindahan alam di sekitarnya .
Nadia adalah sosok yang suka dengan alam, ia selalu merawat tumbuhan di rumahnya .
Nadia duduk di kursi taman dan memikirkan bagaimana rumah tangganya dengan gibran kedepannya .
Rafa yang memperhatikan kakak iparnya yang sedikit murung ia pun menghampirinya .
Kak ...
"Em iya " Nadia melihat ke sumber suara ternya ia adalah adik iparnya
" iya kenapa Rafa ? , mau kakak buatin sesuatu atau minuman ? "
Ngak kak Rafa pengen ngobrol sama kakak aja , kakak ngapain disini ? kok ngak gabung dengan mama papa dan kak Gibran di dalam ?
" ngak Kakak cuma pengen liat taman, kakak bosan di dalam rumah ".
Kak gimana kita main ke mall kan kak bosan.
" Kakak ngak suka , Oh ya Rafa gimana sekolahnya lancar ? ".
Alhamdulillah lancar kak , ayo kak cepat ke sekolah siswa/siswi lain udah pada kagen sama kakak .
Kak bahagia ngak nikah dengan kak Gibran ?
"Kamu ngomong apa sih Rafa ?
Kakak akan selalu berdoa dengan Allah semoga Allah memberikan kebahagian dengan pernikahan kakak"
Jadi Rafa ngak perlu khawatir dengan kakak Gibran dan kakak. kak Gibran pasti akan terus membuat kakak Nadia bahagia .
Rafa bahagia bisa mendapatkan kakak ipar seperti kakak Nadia .
Gibran memperhatikan istrinya dan adik mesra, bahkan sering kelihatan nadia tersenyum bahagia. " emmm kalau dengan. saya dia Ngan bicara dasar cewek penggoda, liat aja apa yang gue lakuin .
Akhirnya Gibran menghampiri keduanya. Gibran yang datang dari belakang langsung.
Hey sayang sambil mencium pipi Nadia . membuat kedua mata Nadia terbelalak dengan perlakuan suaminya.
Nadia tidak menjawab sapaan dari sang suami Nadia hanya terdiam dan detak jantung Nadia begitu kencang.
Rafa tersenyum dengan kelakuan sang kakak yang selalu menggoda kakak iparnya .
Ya udah kalau gitu Rafa masuk dulu karna kak Gibran juga udah Nemani kak Nadia Disini .
__ADS_1
Iya masuk sana, jangan ganggu kami berdua. jawab Gibran sambil memeluk pinggang sang istri .
Setelah kepergian Rafa , Gibran melepaskan pelukannya dan menjauhkan dirinya dari Nadia .
" jangan ke GR kamu, ingat jangan kebanyakan menggoda laki-laki lain , kamu itu sudah punya suami ngerti .
" Maaf pak tapi Rafa itu adik kamu sendiri bukan laki-laki lain, dia sendiri sudah aku anggap adik saya sendiri . "
Oke jika itu mau mu aku akan lakuin dengan sama seperti mu .
Banyak wanita lain diluar sana lebih baik dan lebih cantik bahkan seksi dari kamu ,
kamu tidak ada artinya di mata gue .
" Bapak jangan salah paham dengan semua ini, Nadia mintak maaf jika memang Nadia salah "
Gibran meninggalkan Nadia tanpa menjawab sepatah apapun ucapan Nadia .
Nadia kemudian terduduk di kursi taman dengan air mata yang mengalir dengan apa yang di ucapan sang suami.
"ya Allah apakah ini bentuk ujian mu yang kamu berikan untuk ku, suami ku yang tak mencintai ku dan Bahakan dia tidak pernah menghargai keberadaan ku"
Nadia kembali ke kamar dan mengambil ponselnya dan menelpon adiknya karna memang dari pesta pernikahan kemarin ia belum menghubungi sang adik dan ayahnya
"Assalamualaikum dek "
waalaikumsalam kak Nadia, Kok baru nelpon sih adek kagen tau. Ayah selalu nanyain adek
kata ayah kak Nadia hubungi kamu ngak ?
"Ya Allah maafin kakak ya dek, kakak sedikit sibuk, Ayah sehat ? "
Alhamdulillah sehat kami semua sehat disini, Tapi kak Adi udah ke kota lagi karna dia udah mulai masuk kerja .
"Iya kemarin juga kakak Adi udah WhatsApp kakak "
Oh ya kakak kapan kesini terus kakak kapan masuk kerjanya, adek kagen sama kakak.
"Iya kakak kagen juga sama Rati dan ayah, insyaallah kakak esok lusa kakak udah masuk kerja. Tapi untuk kerumah mungkin belum ya"
Iya kak.
"Udah ya dek nanti kapan-kapan kakak telpon lagi titip salam dengan ayah Assalamualaikum "
Waalaikumsalam
Seperti biasanya Nadia melaksanakan tugasnya memasak untuk makan malam, dan sebelum melangkah ke dapur Nadia telah menyiapkan pakaian malam untuk suami.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya Nadia Kemabli kemar untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Nadia tidak melihat keberadaan Gibran tetapi pakaian yang ia siapkan sebelumnya sudah tidak berada di atas kasur. Nadia tidak mementingkan keberadaan suaminya, ia hanya melanjutkan semua aktivitas.