
Meraka pun tiba di negara swiss, Merka langsung ke hotel yang telah di boking sang Papa , mereka hanya menikmati apa yang berikan sang Papa.
Nadia sangat bahagia melihat negara yang ia impikan selama ini , Kota yang sangat bersih dan begitu indah . " Pak Gibran pernah kesini ?"
" Udah sering , bahkan saya sering keluar negri untuk urusan pekerjaan " ucap Gibran .
" Wah kalau gitu bawak Nadia ya pak kalau pak Gibran ada urusan kesini " .
" Hahaha ngapain saya harus Bawak kamu, habiskan waktu saya gara-gara kamu "
" Nadia akan diam ke hotel deh tapi Nadia mau jalan-jalan sendiri juga ngak apa-apa "
" Emang kamu bisa jalan disini , kamu ngak takut ha ?"
" Ngak aku bisa baca petunjuk jalanya "
" Jawab terus " tak terasa mereka telah tiba di depan pintu hotel yang telah Papa pesan .
" Udah sekarang masuk jangan banyak ngomong "
" Baik suami ku Handsome" sambil mengedipkan sebelah matanya .
" Ya kuat kan diri ku" gumam Gibran .
"Ha pak Gibran ngomong barusan ? ngak apa-apa kita kan bulan madu jadi nikmati aja "
goda Nadia .
Gibran hanya diam tak memperdulikan Nadia , Gibran membersihkan dirinya setelahnya ia berbaring di atas ranjang untuk beristirahat .
Nadia pun membersihkan diri dan Menganti seluruh pakaiannya dengan pakaian lebih nyaman untuk ia pakai . Nadia mengunakan daster rumah yang di atas lutut sehingga kaki putih dan sangat mulus begitu terekspos di mata Gibran . Gibran melihat penampilan Nadia begitu kaget " Ini orang kenapa ? " gumam Gibran .
" Ngak apa apakan pak Nadia pakai baju kayak gini " .
" terserah gue juga ngak bakal tergoda ". Jawab Gibran tegas .
Setalah merka beristirahat merka pun keluar karna waktu sudah menunjukan waktu Zuhur dan merka mencari makan yang halal dan juga pas di lidah keduanya .
__ADS_1
Setelah memutari rumah makanan akhirnya mereka menemukan makanan halal yang tak terlalu jauh dari hotel yang telah tempati .
Gibran melihat Nadia begitu bahagia kelihatan terukir sudah senyum manis di wajah Nadia yang telah lama tidak pernah Gibran lihat selama menikah dengannya . " Nadia selalu senyum dan ketawa ketika bersama ayah ataupun adiknya. Bahkan Nadia ketika memberikan senyum kepada sang mama memang ikhlas namu raut wajah kesedihan tidak bisa hilang karna ulahnya sendiri.
"Pak Gibran kalau saya mau jalan jalan boleh ngak Setelah kita sholat Zuhur nanti ? "
" Ngak boleh "
" Ha ngak boleh ? kaget Nadia "
" ngak boleh kalau kamu ngak saya temani "
" Emmm pak Gibran baik , makasih ya pak "
setalah makan mereka kembali ke hotel dan melaksanakan sholat setelahnya Nadia bersiap mengunakan gamis dan hijab yang senada Nadia terlihat anggun dan sedikit polesan make up membuat Nadia tambah cantik dan tak lupa dengan mengunakan jaket kulit yang tebal karna di sana lagi musim dingin.
sedangkan Gibran sendiri mengunakan celana jeans dan baju kaos panjang dan tak lupa jaket serta sarung tangan .
"Pak kita mau kemana ? "
" udah ikut aja , jangan banyak tanya "
Nadia sangat happy melihatnya dan begitu menikmati suasana disana " Pak cantik baget Nadia mau lama-lama disini ya "
" emm "
" Nadia bahkan tak segan-segan mintak tolong dengan Gibran untuk berfoto mengunakan ponselnya. " pak boleh Nadia mintak tolong ? tolong fotoin saya " sambil memberikan ponselnya .
" Oke " Gibran memotret Nadia dan beberapa kali .
dan Gibran pun ikut Selfi bersama Nadia . Gibran duduk di bawah kursi taman sedangkan Nadia asik menikmati keindahan disekitarnya . Dan salah satu turis begitu memandangi Nadia begitu kagum melihat kecantikan Nadia , turis tersebut menghampiri Nadia mencoba memperkenalkan diri dengan Nadia .
" Hey , what you name ? "
" Hey Am Nadia Ahmad , and from in Indonesia " sambil merapatkan kedua tangan didepan dada .
__ADS_1
" Oh am Albert " am from Rusia "
" Nice to meet you "
" nice to meet you too Nadia "
" what are you doing here? "
" I'm on vacation"
Gibran yang memperhatikan Nadia begitu akrap dengan laki - laki tampan serta laki-laki tersebut tak lepas tatapannya dari Nadia . akhirnya ia menghadiri keduanya
"hello sir what's wrong this is my wife " sambil merangkul pinggang Nadia begitu erat .
" oh I'm sorry, if that's the case I'll go first "
setalah kepergian turis Gibran mulai merenggangkan pelukannya " ingat ya jangan aneh-aneh jangan, kamu ngak takut orang itu mau jahati kamu ha ? "
" kan dia ingin berkenalan dengan saya jadi saya jawablah apakah itu salah ?".
" Udah ayo kita pindah dari sini "
" Tapi saya belum puas lagi pak liat pemandangan danaunya "
Gibran menarik tangan Nadia akhirnya Nadia mengalah dan mengikuti Gibran .
Gibran membawa Nadia sebuah cafe dimana Gibran memesan kopi dan beberapa makanan manis untuk menemani kopi merka .
tak berapa lama merka berkeliling di kota
lugano waktu hampir malam akhirnya merak memutuskan untuk kembali ke hotel . Nadia masih ingin berkeliling karna ia belum puas .
Gibran memerhatikan Nadia yang sedikit murung karna Gibran ingin cepat ke hotel .
" besok kita lanjut kita masih lama disini 1 Minggu Disini jadi ngak perlu khawatir "
" benaran kan pak "
__ADS_1
" Iya , udah kita pulang" .