Perjodohan Yang Tak Disangka

Perjodohan Yang Tak Disangka
Drama Shopia


__ADS_3

Setalah Gibran mengantar Nadia pulang kerumahnya . Gibran memutuskan untuk melihat rumah yang telah lama ia tinggalkan semenjak ia pulang dari luar negeri ia memutuskan untuk tinggal dengan kedua orang tuannya.


Gibran membeli rumah ini untuk masa depannya dengan istri dan anak-anaknya nanti. Ia memikirkan bahwa setelah ia menikah dengan Nadia nanti, ia akan membawa Nadia kerumah itu sehingga ia bebas tidak ada sandiwara dihadapan ke dua orang tua dan adiknya .


Aku ngak mau jika memang kami saling menerima maka aku akan melanjutkan hubungan kami . Tapi jika kamu tidak bisa saling menerima maka aku akan ceraikan dia. Dan selama pernikahan jika ia berbuat macam-macam dengan keluarga atau harta ku. aku bakal buat dia menyesal seumur hidupnya . batin Gibran .


Gibran telah sampai dirumah yang sang mewah dengan warna rumah yang kalem, halaman rumah yang luas serta ada kola renang di rumah . Memiliki 1 kamar utama yang begitu luas dan desain yang begitu elegan . Itu adalah kamar Gibran, dan 2 kamarnya adalah kamar kosong 1 kamar tamu dan di samping dapur itu adalah kamar pembantu .


Gibran masuk ke kamar utama yang berada dilantai 2 dimana sebelahnya ada kamar yang tidak ada penghuninya . " mungkin Nadia akan tinggal dikamar ini nanti ketika kami pindah dirumah ini nanti " Gibran memutuskan untuk tidak 1 kamar dengan Nadia ketika Mereka pindah kerumahnya nanti .


Gibran akan mencoba membuka hatinya untuk Nadia , tapi ini butuh waktu untuk ia mengenal Nadia .


Gibran Kembali kerumah orang tuanya. Setelah sampai dirumah Gibran masuk ke kamarnya dan segera membersihkan badan dan beristirahat.


Tak selang berapa lama ponselnya pun berbunyi tanpa ia ketahui nomor yang menghubunginya adalah nomor tidak dikenal


Hello , assalamualaikum ini siapa ?


hello, Gibran ini aku shopia !


Dari posisi tidur Gibran mengubah posisinya menjadi duduk, " mau apa kamu ? "


" Gibran tolong kasih kesempatan satu kali lagi buat gue . Aku mohon maafin gue, aku masih sayang dengan kamu Gibran " dengan panjang lebarnya shopia berbicara namun Gibran hanya membentaknya dan mengatakan


" Aku tidak akan mau kembali kepada mu , aku akan menikah jadi tolong lupa saya".


"Gibran jika kamu tidak ingin kembali kepada ku tolong maafin gue"


"Aku telah memaafkan kesalahan mu tapi tidak untuk kembali kepada mu"


"Terimakasih Gibran, kita bisa menjadi sahabat ucapnya kepada Gibran " ya sahabat sementara tapi aku pastikan kamu akan kembali kepada ku dan selamanya akan menjadi milik ku , dalam batinnya.


"Ya, jika tidak ada yang dibicarakan gue tutup panggilannya."


Gibran... Gibran ... Gibran ... tolongin gue ...


"hello shopia kamu kenapa ?


shopia... shopia... kamu bisa dengar aku "


"Gibran tolong aku ... aku lagi sakit..."


dengan suara yang lemah dan begitu berat bertanda bahwa shopia tidak baik-baik saja.

__ADS_1


"Shopia cepat berikan alamat mu sekarang aku akan datang bantu kamu"


Shopia dengan cepat mengirim pesan berisi alamat apartemennya. "Yes kamu akan masuk perangkap gue Gibran " ucapnya tersenyum sinis .


Shopia dengan cepat mengunakan pakaian yang sangat terbuka sehingga bentuk tubuhnya terbentuk, siapa saja laki-laki yang tidak kuat iman pasti akan tergoda .


"Aku tidak akan biarkan kamu menikah dengan perempuan kampung itu Gibran "


Dengan cepat Gibran melihat pesan dari Shopia dan ia segera bersiap-siap menuju alamat yang Shopia kirim.


Gibran mengendari mobil dengan kecepatan yang tinggi. Tidak butuh waktu lama ia sampai ke tujuan dengan langkah tergesa-gesa Gibran menaiki lift .


Shopia telah berbaring dikamar, dengan pura-pura terbaring lemah . Ia mengirim kode kepada Gibran agar Gibran bisa masuk dengan sendiri tanpa Shopia yang membuka .


" Tink " pintu lift terbuka serta pesan dari ponselnya telah dibuka oleh Gibran..


Tanpa pikir panjang Gibran memasukan kode yang Shopia kirim . Dan secepatnya pintu terbuka dan memanggil manggil nama Shopia .


" Shopia ... shopia ... Shopia dimana kamu ? " sambil berjalan menyusuri setiap ruang yang ada di apartemen .


" Gibran .. Gibran .. gue di kamar "


Gibran mencari sumber suara yang ia dengar ternyata ada di dalam kamar . Click pintu kamar buka , melihat keadaan Shopia terbaring lemah dengan seluruh tubuh diselimuti oleh selimut . Gibran langsung mendekati Shopia .


" Kamu kenapa ? apa yang terjadi dengan kamu ? Ayo kita kerumah sakit !" Gibran langsung membuka selimut Shopia . Gibran kembali bangkit dari tempat duduknya , melihat keadaan Shopia menggunakan pakaian yang begitu terbuka .


"Lo kenapa jika keadaan kamu tidak baik-baik saja maka kita secepatnya kita kerumah sakit, tapi tolong ganti pakaian dengan pakaian yang tertutup. gue akan keluar setelah kamu selesai panggil gue " Gibran sambil menuju keluar kamar.


" Gibran , Gue sedikit lemas tolong bantu gue Bagun " .


"Maaf aku ngak bisa bantu kamu". Gibran memalingkan pandangannya ia tidak ingin melihat Shopia dengan menggunakan pakaian seperti itu .


Shopia Bagun dari tempat tidur dan membuat drama terjatuh dilantai " Ah.. sakit".


Gibran membalikan badan dan melihat keadaan Shopia yang terjatuh dilantai ia tidak begitu tega dengan keadaan shopia ia pun mengendong Shopia keatas ranjang . Shopia dengan cepatnya ia memanfaatkan kesempatan tersebut .


" Gibran Kamu ngak usah bawak aku kerumah sakit cukup kamu temani aku disini "


" Ngak Shopia kita buka muhrim " .


Tangan Shopia manjanya melingkarkan dileher Gibran sehingga wajah merak bertemu . Posisi Gibran hampir menindih tubuh Shopia . Posisi dada Shopia yang kenyal tersentuh oleh Gibran .


" LO GILA YA "... dengan cepat Gibran menipis tangan Shopia dilehernya , dan cepat tubuh Gibran menjauh .

__ADS_1


Dengan cepat Gibran melangkah meninggalkan Shopia . Dengan cepat Shopia memeluk Gibran dari belakang.


"Lepas gue Shopia ini ngak benar"! tegasnya dengan tegas.


"membuat shopia terus mengeratkan pelukannya . gue ngak mau kamu pergi, temani gue malam ini aja , gue bakal buat kamu puas dan betah dengan gue "


Gibran mengeraskan suaranya " Jangan coba kamu menggoda gue, aku tidak akan tergoda dengan perempuan murahan kaya kamu Shopia " . Dengan cepat Gibran melepaskan pelukan dari shopia dan cepat meninggalkan Apartemen shopia .


Dengan geramnya Shopia dengan sifat Gibran sehingga ia berteriak dengan histeris . ah... ah... ah.. gue bakal buat kamu menyesal telah menolak gue Gibran. Dan aku pastiin kamu tidak akan bahagia dengan istri mu .


Azan magrib telah berkumandang mobil Gibran tiba dihalaman rumah . Gibran masuk kerumah melihat sang adik sedang siap-siap ingin melaksanakan sholat magrib berjamaah dengan papa dan mamanya . Rafa pun menyapa sang kakak.


Kak Gibran ayo sholat jamaah dengan papa dan mama. Kakak dari mana kok wajahnya kaya kesal gitu , lusa kakak udah mau nikah Lo , jadi kakak harus happy dong bukan pasang wajah kusut kayak gini " goda Rafa


"Iya nanti kakak nyusul, emm kamu inikan kebiasaan buat kakak tambah kesal, udah ah kakak ke kamar dulu siap-siap mau sholat"


"Oke deh, Kami tunggu di bawah ya kak "


"Emm iya"


Tak butuh waktu berapa lama Meraka menyelesaikan sholat Gibran kembali ke kamar untuk beristirahat ia pun membaringkan badan di atas ranjang miliknya . Ia mencoba mengingat kejadian ia bersama Shopia .


" Gue tidak akan tergoda dengan mu Shopia, dasar cewek murahan . Maaf kan hamba mu ini ya Allah , permudahkan semua urusan ku dan lancarkan lah pernikahan ku sampai selesai nanti. "


Tak beberapa lama kemudian mbok Marni mengetok pintu Gibran untuk mengajak Gibran makan malam bersama dengan papa mama dan adiknya .


" tok tok tok ... den ."


"Iya mbok kenapa ? "


" mbok disuruh mama manggil Aden untuk makan malam "


Gibran bangkit dari tidurnya untuk turun makan malam bersama ke dua orangnya.


" click , iya Mbok "


Mereka makan bersama dan Papa Gibran mulai berbicara .


" Gibran jika kamu menikahi Nadia maka kamu harus siap menerima dia apa adanya , semua kekurangan dan kelebihannya tolong jaga dia , jangan sakiti hati dan fisiknya, belajar menerimanya. "


" Insyaallah pa"


Rafa pun tidak tinggal diam ia pun memberikan pesan dengan sang kakak .

__ADS_1


"kak jagain ibu Nadia ya , Rafa sayang sama calon kakak ipar ku . Dia yang telah membuat Rafa kaya gini, jadi lebih baik, Rafa senang punya kakak perempuan kaya ibu Nadia"


" iya bawel " jawab Gibran singkat.


__ADS_2