
Sudah 1 bulan pernikahan Gibran dan Nadia namun tidak ada perubahan diantara mereka .
Gibran selalu sibuk dengan bisnisnya sedangkan Nadia tetap berkerja sebagai tenaga pengajar di sekolah. Gibran bahkan sering pulang malam karna terlalu banyak kerjaan di kantor sehingga hubungan mereka tidak ada perkembangan bahkan untuk mengobrol saja itu hampir tidak pernah meraka lakukan .
Meski Nadia tidak pernah melupakan segala kewajiban untuk melaksanakan tugasnya sebagai istri .
Nadia bahkan selalu menunggu kedatangan Gibran ketika pulang berkerja .
Nadia hanya merasa tidak pernah diperhatikan, atau hal lain . Nadia sering meluangkan waktu dengan menulis novel Agara bisa menghilangkan rasa bosan .
...****************...
Dimeja makan sudah tertata rapi sarapan untuk Nadia dan Gibran, Nadia telah menyelesaikan urusan rumah dan menyiapkan keperluan suaminya.
Nadia sudah siap untuk berangkat kerja, seperti biasa Nadia memasangkan dasi milik Gibran setiap pagi. Kali ini Gibran sangat memperhatikan Nadia yang sangat cantik dan begitu lembut dengan segala sentuhan membuat Gibran terbuai .
"Ya Allah dia sangat cantik aroma tubuhnya sangat wangi " batin Gibran .
" Pak boleh saya boleh saya meminta izin, untuk pulang kerumah ayah dan tidur disana 1 malam karna udah satu bulan menikah aku belum pernah kerumah Ayah "
" Terserah, mau beberapa hari juga ngak ada Masalah jika kamu mau " .
" Terimakasih pak , jika seperti itu mari kita sarapan sarapan sudah siap di bawah ".
" iya "
setelah sarapan Gibran dan Nadia berangkat berkerja. Gibran kali ini ada urusan sedikit ke sekolah karna akan ada penggantian kepala sekolah miliknya. akhirnya ia menawarkan untuk berangkat bersama dengan Nadia .
" Hari ini kamu berangkat dengan saya, karna hari ini Akan ada penggantian kepala sekolah di tempat kerja mu jadi aku harus mengurus keperluan disekolah ".
" Baik pak ".
Mereka berangkat bersama sesampai disekolah guru-guru dan stap kantor menyambut kedatangan Gibran .
Mereka begitu kelihatan serasi namun tidak seperti orang kira .
Gibran dan Nadia memasuki ruangan tamu dan disambut dengan kepala sekolah yang baru. Dia adalah Fajar sosok laki-laki tampan dan mapan . Laki-laki yang memiliki kepribadian yang di dambakan semua wanita.
"Assalamualaikum pak Gibran selamat datang " sambut fajar kepada Gibran
"waalaikumsalam iya , jawab Gibran "
Sedangkan Nadia sudah memasuki ruangan guru , banyak guru-guru dan stap lain membicarakan kepala sekolah baru.
Ketika Mbak Ratna datang dan menemui Nadia , untuk memberikan minuman kepada suaminya dan juga kepala sekolah .
" Nadia boleh bantu mbak ?"
" Boleh bantu apa ? "
" Kamu antar minuman ini ya di ruangan kepala sekolah karna mbak mau masuk kelas , ini udah jadwal mbak mengajar di kelas" sambil berlalu meninggalkan Nadia .
__ADS_1
" Iya mbak ".
Gibran dan fajar sudah berbincang mengenai peraturan-peraturan di sekolah serta menadatangani beberapa dokumen yang penting.
" Terimakasih pak sudah mempercayai saya untuk mengantikan pak Romli ".
" Ya sama-sama semoga kamu bisa memimpin sekolah ini lebih baik dan aku mintak kamu bisa membimbing anak-anak disini dan membantu mengarahkan guru-gurunya agar lebih semangat dan motivasi bagi siswa-siswi ".
" Insyaallah pak"
Saat sedang asik berbicara Nadia mengetuk pintu dan memasuki ruangan dengan membawakan dua cangkir teh hangat untuk keduanya .
" Maaf pak ini tehnya " .
saat melihat kedatangan Nadia Gibran hanya tersenyum lain dengan fajar kedua matanya seakan tidak ingin mengedipkan melihat Nadia.
"Ya Allah cantik baget dia, ya Allah siapa namanya ?" batin fajar .
melihat tingkah fajar membuat gibran sedikit geram karna tatapan fajar kepada Nadia .
"emm, pak Fajar ada apa ?" Tanya Gibran .
" maaf pak, ngak ada apa-apa ".
"Oh ya terimakasih tehnya "ucap fajar kepada Nadia.
" Iya pak silahkan diminum nanti keburu dingin ".
" Dia Tenaga pengajar disini " jawab Gibran singkat karna ia tidak suka bahwa Fajar mengatakan bahwa Nadia clear servis.
" Kok bapak tau? apakah pak Gibran sudah mengenalnya ?"
" Ini sekolah saya jadi saya tau siapa yang menjadi dan Tu dan Bahakan tukang bersih-bersih disini . jawab Gibran tegas
"Iya pak saya tenaga pengajar disini, nama saya Nadia Ahmad . "
"Kok ada Ahmad dibelakangnya ?" Tanya Fajar heran .
"Ahmad itu nama ayah saya jadi namanya di ikutin di belakang nama saya. " Jawab Nadia sopan .
" Oh iya jika ngak ada keperluan lagi boleh keluar Nadia " usir Gibran .
" Baik pak kalau begitu saya permisi maaf menganggu " .
Gibran melihat Fajar terus memperhatikan Nadia dari awal memasuki ruang sampai keluar membuat Gibran geram dengan Nadia .
"Dasar cewek ganjen, liat aja nanti sampai dirumah gue kasih pelajar lu "batin Gibran .
usai pertemuan disekolah Gibran kembali kekantor dengan perasaan sedikit khawatir bahwa Fajar akan merebut Nadia darinya.
Nadia yang sibuk dengan pekerjaannya, sosok yang yang tampan dan gagah memperhatikannya dari jauh dan mengingat pertemuannya di dalam ruangannya .
__ADS_1
Nadia Ahmad kamu gadis yang sangat anggun dan pintar. gumam Fajar
Ternyata Fajar sudah mulai menyukai Nadia dan akan berusaha mendekatinya .
...****************...
Nadia sudah memesan ojek online dan akan segera pulang tetapi sebelum ia pulang ia akan membeli Martabak manis karna Nadia ingin memakannya , selesai dari itu ia cepat pulang .
Sampai dirumah Nadia Menganti pakaian dengan pakaian rumah yang sedikit santai, Nadia memakan martabak manisnya dengan lahap tapi ia telah menyimpan sebagian untuk Gibran .
Setelah menyantap makanannya Nadia kemudian membersihkan rumah sampai bersih dan mulai menyetrika pakaian Gibran dan dirinya.
Nadia menyelesaikan semua pekerjaan tak terasa waktu sudah sore dan waktunya Gibran sudah datang dari kantor . Nadia langsung menyemburnya dan memperlakukan dengan baik . Tiba-tiba Gibran menanyakan Nadia dan begitu banyak pertanyaan ia berikan dengan Nadia .
"Tadi pulang jam berpa ?
diantar dengan siapa?
Terus Makan siang dengan siapa kamu ? "
Tanya Gibran.
" Aku pulang naik ojek online pak , pulang seperti jam biasanya , dan makan dengan mbak Ratna" jawab Nadia jujur .
" ngak makan dengan kepala sekolah baru mu ? "
" Ngak pak kan , pak fajar baru juga disana jadi saya tidak berani bertemu aja di ruangan beliau tadi dengan pak Gibran " .
"Oh kalau udah kenal dan terus betemu bisa makan bareng gitu ? "
" Ya Allah pak kok ngomong gitu , aku ini udah punya suami jadi ngak mungkin berbuat apa yang bapak tuduhkan".
" ingat ya jangan macem-macem dibelakang saya kamu " . Gibran sedikit mendekatkan mukanya di pipi Nadia dan membelainya dengan lembut .
" Bapak mau apa ? " tanya Nadia gugup .
" kamu itu istri ku , jadi mau aku lakuin apa aja dengan kamu itu hak saya ."
" Maaf pak , kalau gitu bapak mau ngak Nadia malam ini ? "
Gibran dengan cepat melepas Nadia dan menjauh dari Nadia ,
" maksud kamu apa , kamu mau menggoda saya ha.... ? "
"Saya ngak menggoda tapi bapaknya aja Gr " Jawab Nadia gugup dan pergi meninggalkan Gibran yang masih mematung.
Sial malah gue yang di kerjain dasar cewek kampung. Hardik Gibran
...****************...
terus Ikuti ceritanya ya dan jangan lupa like dan komennya ya semoga kalian tetap sehat dan diberi kelimpahan rezeki untuk kalian 🤗🙏
__ADS_1