Perjodohan Yang Tak Disangka

Perjodohan Yang Tak Disangka
Berita kehamilan


__ADS_3

Gibran sagat bahagia dengan berita yang ia terima dari dokter ia akan menjadi seorang ayah. Ia pun memberitahu kepada sang mama bahwa ia akan pulang kerumah mama dan papanya agar.


" Halo ma Gibran mau kerumah mama bentar lagi , Gibran mau ngasih kabar untuk keluarga kita".


" kabar apa sayang ? , kok kayak penting baget? tanya mama"


" iya nanti Gibran beritahu setelah sampai dirumah sekarang aku mau siap-siap untuk kerumah, oke ma . Dah Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam "


" Gibran memasuki ruangan sang istri dan memeluk mencium sang istri tanda terimakasih bahwa sang istri bisa mengandung janin darinya . dan ia akan menjadi seorang ayah "


" hy Assalamualaikum anak Abi , kamu baik-baik Ya di perut umi , jangan rewel ya sayang Abi ", Gibran mengelus perut datar Nadia . " Sayang terimakasih udah menjadi ibu dari anak Mas , Mas sayang sama kamu" Gibran berkali-kali mencium tangan dan pipi Nadia .


" Iya mas " Nadia hanya tersenyum dan terharu dengan apa yang Allah berikan untuknya, sekian lama sikap suaminya yang selalu dingin dan selalu angkuh padanya sekarang sangat jauh berbeda .


Bahkan ia telah hamil anak dari seorang Gibran , suami yang tak pernah perduli dengannya sebelumnya.


Ya itulah Allah, Allah sangat mudah membolak-balik hati manusia , mau sekeras apa hati manusia itu jika Allah telah berkehendak Allah akan lembut kan hatinya dan itulah yang terjadi pada Gibran .


" Maaf permisi " Dokter Amirah masuk keruangan .


" Iya dok ada ? " tanya Gibran .


" Ibu Nadia bisa pulang, ngak perlu rawat karna kondisi ibu Nadia baik-baik saja karna ini faktor pertama yang ibu Nadia harus lewati diawal kehamilan" .

__ADS_1


" Oke dok, jadi saya boleh Bawak pulang istri saya "


" Iya pak , tapi jika ada sesuatu langsung hubungi saya atau langsung kerumah sakit aja "


" baik dok terimakasih "


" iya pak , klau begitu saya permisi dulu "


Gibran pun membantu Nadia untuk bangkit dan bersiap-siap untuk pulang ke rumah orang tua Gibran " sayang hari ini kita pulang kerumah mama dulu ya karna kondisi kamu masih lemah jadi aku mau mama bantu jagain kamu selagi mas kerja nanti " .


" Mas ngak apa-apa aku bisa kok dirumah sendiri aku ngak mau merepotkan mama atau mbok marni " .


" Udah pokoknya sayang nurut aja apa kata mas ya please "


Tak butuh berpa lama Gibran memasuki pekarangan rumah papa dan mamanya .


Sang mama sangat antusias dengan kedatangan anak dan menantu kesayangannya .


" Papa Nadia dengan Gibran udah datang , mbok sekarang kamu panggil Raffa untuk turun ya , karna ada berita yang harus Gibran mau umumkan " .


" Baik bu "


"Assalamualaikum" ucap Nadia dan Gibran.


" waalaikumsalam , Lo kenapa menantu mama ? "

__ADS_1


Gibran terus berjalan sambil membimbing Nadia untuk duduk " iya ma nanti Gibran kasih tau sekarang berikan izin Nadia dan Gibran untuk duduk dulu " .


" Iya maafin mama karna mama sangat khawatir dengan keadaan Nadia sekarang , dia keliatan lemah "


" iya ma"


Beberapa menit pun keluarga Gibran sudah berkumpul Gibran mulai berbicara


" Gibran mau kasih tau berita penting bagi keluarga besar kita bahwa bentar lagi akan ada syukuran dirumah kita ini". sambil tersenyum kepada Nadia .


" Syukuran untuk apa ? tanya rafa untuk kak Nadia yang sakit ini ? "


" Iy emang gue apaan "


" iya kali kak "


" Untuk apa nak ? "


" Emm untuk Bakal calon anak kami dan cucu mama dan papa "


" Ha ..... yang benar Gibran mama ngak salah dengarkan Ya Allah terimakasih " sang mama langsung memeluk dan mencium Nadia .


****************


setelah beberapa hari berita itu disebar luaskan tentang kehamilan Nadia ke media dan perusahaan akhirnya Gibran dan papanya Gibran melakukan syukuran untuk mendapatkan keselamatan dalam kandungan dan sampai anak itu dilahirkan

__ADS_1


__ADS_2