
Setelah syukuran Nadia dan Gibran memasuki kamar untuk beristirahat saat Nadia Menganti pakaian dengan pakaian daster Nadia yang sebatas lutut melihatkan kemulusan pahanya kepada sang suami .
Gibran yang melihat Nadia menelan silver begitu susah, hasrat laki-lakinya muncul Gibran menghampiri Nadia yang sudah menaiki ranjang mereka " sayang ... "
" emmm ... apa mas ?"
Gibran mendekat dan mulai mencium kening Nadia beralih ke mata ke pipi kanan dan kiri hidung dan terakhir bibir . " sayang boleh malam mas mintak itu ?" tanya Gibran goda .
" itu apa mas " tanya Nadia polos .
" emmm masa kamu ngak ngerti sayang itu Lo yang bikin nagih " tawa Gibran .
" Apa mas Nadia ngak tau" sebenarnya Nadia sudah paham dengan apa pemintaan suaminya namun Nadia sengaja pura-pura tidak mengerti dengan yang diinginkan suaminya.
Gibran mulai berbisik " mas mau jatah malam ini boleh ?"
" Mas aku lagi hamil "
__ADS_1
" iya mas tau, tapi mas akan pelan-pelan melakukannya .
wajah Nadia sudah memerah seperti tomat membuat Gibran semakin semangat untuk menggoda sang istri . " boleh ya sayang cuma sebentar mas pengen, dosa lu bagi istri menolak ajakan suami " .
" emmm ya udah iya deh " jawab Nadia singkat.
Gibran mulai mencium Nadia dengan mesranya, tidak lupa selalu meninggalkan jejak ke pemilikan kepada tubuh Nadia dan tanpa menunggu lama Gibran sudah menyatu dengan tubuh Nadia.... " udah ya jangan terlalu panjang cerita apa yang merka lakukan ya takut dosa saya ðŸ¤ðŸ˜Š.
Gibran merebahkan tubuhnya di samping sang istri dan mengecup kening Nadia dengan lembut " terimakasih sayang ucapnya" . Gibran selalu mengucapkan terimakasih kepada sang istri setelah mereka berhubungan .
****************
" mas sarapan udah aku siapin mari kita sarapan "
"iya sayang " sambil berjalan dan tak lupa selalu merangkul bahu Nadia menuruni anak tangga pasangan suami istri yang sangat romantis .
saat ini Nadia telah di temani asisten rumah tangga yaitu bik Dijah. Bik dijah pemberian sang mama mertua agar Nadia Tidak kecapean dalam mengurus rumah.
__ADS_1
saat di meja makan Gibran mulai memakan sarapan yang telah disiapkan sang istri . saat di sela makan Gibran mengingatkan kepada Nadia Agara Nadia tidak melakukan pekerjaan berat dan saat ini Nadia masih belum bekerja karna masih 5 hari untuknya cuti awal kehamilan . karna sang suami belum mengijinkan ia untuk bekerja.
" sayang ingat jangan terlalu capek, mas sayang dengan kamu dan calon anak kita " .
" iya mas" Nadia Yang sedari semalam menginginkan pempek khas kota Palembang tapi Nadia sedikit merasa tidak enak dengan sang suami untuk mengatakan keinginannya. tapi ia sudah tidak tahan karna ia segera memakan makanan itu.
" mas" panggilnya
" iya sayang kenapa apa yang kamu inginkan ?"
" emmm sebenarnya dari semalam aku ingi. makan .... "ucapan Nadia terpotong.
" apa sayang rujak buah, sate , soto, bolu , martabak, bakso, spaghetti, atau apa katakan saya sayang" jawab Gibran antusias dengan ngidam sang istri.
" sayangnya yang mas ucapkan barusan ngak ada, aku maunya pempek khas dari kota Palembang dan akunya mau mas yang Nemani aku makan " jawab Nadia tertunduk malu kepada sang suami .
" Wah istri ku mau itu ya udah nanti setelah Zuhur mas jemput kamu untuk makan pempek khas kota pelembang di restoran Palembang di kota Bandung " .
__ADS_1
" Benarkan mas mas ngak bohong dengan aku "
" iya sayang demi sang buah hati " sambil mengelus perut Nadia yang masih datar .