
Gibran melonggarkan pelukannya dan mendudukkan Nadia di sopa , dan Gibran berdiri mulang memarahi Nadia
" Nadia kamu dari mana ketika aku ngak dirumah ha ? "
" aku ... ak... aku keluar pak " jawab Nadia .
" Kenapa kamu ngak izin dengan ku ha ?" teriak Gibran .
" Maaf pak, saya lupa , Rafa yang mengajak saya keluar dan mama yang menyuruh Rafa membawa keluar "
" Oh udah bisa menyalahkan Rafa dan mama , yang membawa mu keluar " sanggah Gibran.
" Bukan pak "
" Oh apa ini terik mu agar kamu bisa bertemu dengan fajar ? " teriak Gibran semakin keras di telinga Nadia.
" Ngak pak ini kebetulan bertemu di restoran tadi "
" apakah fajar kekasih mu ?, udah ngapain aja kamu dengan dirinya , dicium atau dipeluk atau lebih dari itu ha " sambil mencium pipi Nadia dengan terus mencaci Nadia .
Nadia menangis dengan hinaan Gibran terhadapnya " Maaf pak aku bukan wanita seperti itu "isak Nadia .
Gibran mendekatkan mukanya dengan muka Nadia " Apakah saya tidak memberikan nafkah batin dengan mu , kamu bisa lakukan dengan laki - laki lain ha ? ayo jawab Nadia Ahmad" tegas Gibran .
"Ngak itu semua bapak tuduhkan itu semua salah jika bapak ngak percaya dengan semua ini bapak ngak pernah menyentuh ku maka nya pak Gibran ngak tau aku masih suci atau tidak , ingat pak jangan sampai kamu menyesal dengan semua ucapan mu . karna segala ucapan mu akan menjadi doa pak " Bagun dan menjauh sambil menjawab semua cacian Gibran dengan penuh deraian air mata.
Gibran hanya mematung dengan semua jawaban Nadia dan Gibran terduduk lemas di sandaran kursi .
" Maafin Nadia pak , maafin Nadia sudah meninggikan suara dengan kamu pak " Nadia mendekat dan mencium tangan Gibran .
" Gibran melihat Nadia bersimpuh meminta maaf akhirnya Gibran Memeluk Nadia dan memohon maaf dengan perlakuannya dengan Nadia barusan . " Aku yang meminta maaf Nadia aku yang salah " ucap Gibran
__ADS_1
Nadia pun sadar bahwa suaminya telah memeluknya , dengan senyuman sedikit mengembang di balik dada bidang milik suaminya " Nadia senang ya Allah bisa dipeluk oleh suami ku setelah berapa bulan kami menikah " Batin Nadia .
Gibran sadar dan melonggarkan pelukannya dan memilih untuk mendinginkan semua suhu tubuhnya dengan cara mandi.
****************
Kehidupan kak Adi di Jakarta , Adi adalah seorang laki-laki yang baik serta rajin berkerja keras . Dia bekerja di perusahaan sebagai stap biasa saja , dia belum memiliki kekasih ia ingin langsung menikahi wanita yang ia inginkan . ia tidak ingin memperbanyak dosa dengan berpacaran di dalam keluarga pak Ahmad juga tidak di perkenankan untuk berpacaran jika ingin menikah maka dengan cara ta'aruf .
Gibran menyewa rumah yang begitu sederhana namun pas untuk dirinya . Adi yang memiliki wajah yang tampan dan Soleh membuat semua stap di kantor banyak ingin mendekatinya .
Namun ia tidak memperdulikan karna yang ia cari wanita yang mengunakan hijab dan Serta Soleha dan bisa membimbing untuk anak-anaknya nanti .
di perusahannya tempat berkerja akan ada stap baru yang akan mengisi posisi manajer di perusahannya . Di hari yang mereka tunggu-tunggu , Ceo memperkenalkan seorang wanita yang memakai hijab dan berpenampilan sederhana juga memiliki paras yang begitu cantik .
Dia adalah Anisa yang akan mengisi posisi manajer di kantor tersebut . " Assalamualaikum saya Anisa Putri , umur saya 25 THN senang bergabung dengan kalian" dengan begitu sopan Anisa menyapa teman-temannya.
Adi yang sedikit menyimpan rasa ketertarikan dengan Anisa , ia memandangi Anisa sampai akhirnya Anisa melihat Adi dan adi kelabakan dan cepat-cepat ia menundukkan pandangannya .
Adi yang sudah hampir beberapa bulan belum pernah pulang ke rumah ayahnya sejak pernikahan adiknya . Adi sering mencoba menghindari pertanyaan ayah untuk sering menanyakan kapan untuk menikah.
****************
Nadia yang mempersilahkan Gibran terlebih dahulu makan " Pak makan duluan saja "
" Kamu ngak makan ? "
" saya belum lapar pak " jawab Nadia dan melangkah meninggalkan meja makan.
" Nadia tunggu ,
" jika kamu ngak makan tolong temani saya makan , jika kamu ngak mau nemani saya makan maka saya juga tidak akan makan juga " ancam Gibran .
__ADS_1
" Tapi saya mau istirahat, karna kepala saya sedikit pusing ".
" Ya udah saya akan beristirahat juga " Gibran Bagun dari tempat duduknya .
" Baik lah pak saya akan menemani pak Gibran " .
Gibran mengambil piring makan Nadia dan mengisi nasi dan semua lauk pauk kedalam piring Nadia .
" Saya ngak makan pak " .
" kamu harus makan karna kepala mu pusing , jadi kamu harus makan biar kepala mu tidak bertambah sakit " Ucap Gibran sambil mempersilakan Nadia untuk menyuapkan makanannya .
akhirnya Nadia mengalah. setelah makan bersama Nadia beristirahat di dalam kamar ia tanpa memperdulikan Gibran , dan Gibran hanya memperhatikan Nadia ia sedikit menghawatirkan keadaanya .
Gibran melihat Nadia tidur dilantai tanpa berselimut akhirnya ia membangunkan Nadia agar ia tidur di atas kasur bersamanya .
" Nadia Bagun " sambil menggoyangkan badan Nadia .
" Iya pak kenapa ? " khas dari orang Bagun tidur .
" Pindah di atas kasur , yuk " bujuk Gibran .
" ngak usah pak, ngak apa- apa" sela Nadia.
"mau Bagun sendiri atau saya angkat? "
" Oke saya bisa sendiri " akhirnya Nadia berbaring di atas ranjang milik Gibran , dan disusul oleh Gibran . " Kenapa bapak ikut tidur disini ? "
" Ini tempat saya jadi apa yang mau aku lakuin itu terserah saya , aku tidak akan menyentuh mu ".
akhirnya keduanya tidur di ranjang sama meski saling memunggungi .
__ADS_1
****************
Jangan lupa like dan komen ya di novel ku ini tolong dukungan dan saran dari kalian semua . itu semua sangat berati untuk saya lebih baik kedepannya. semoga kalian semua tetap dalam lindungan Allah ya ❤️❤️🤗