Perjodohan Yang Tak Disangka

Perjodohan Yang Tak Disangka
Sandiwara Dimulai


__ADS_3

Sesampai dikamar mbok Marni memberikan koper Nadia dan berpamitan untuk kembali melanjutkan pekerjaannya .


Non jika ada butuh apa-apa panggilan mbok Marni aja , mbok mau lanjut kerja dulu .


" Iya mbok makasih udah bantu Nadia"


Iya udah non mbok permisi dulu.


Nadia melihat kamar Gibran yang begitu luas, tertata rapi, Serta pasilitas yang sangat mewah membuat Nadia bersyukur bisa merasakan menjadi istri seorang yang baru ia kenal Bahakan apakah laki-laki yang telah menjadi suaminya itu bisa ia taklukan hatinya atau malah sebaliknya.


Setelah melihat-lihat isi kamar kemudian Nadia duduk disisi ranjang Gibran yang besar dan luas, Nadia melihat figuran yang bergambarkan suaminya , kemudian Nadia memperhatikan dan berdoa kepada Allah agar ia bisa menjadi istri yang baik untuk Gibran .


Ya Allah aku tidak tau akan segala takdir ku yang kamu tuliskan untuk ku, tapi aku hanya berharap agar rumah tangga ku bahagia sampai ke Jannah mu ya Allah , gumam Nadia .


Setelahnya pintu kamar terbuka ternya suaminya Gibran . Gibran menghampiri Nadia dan melihat Nadia memegang fotonya .


Mau kamu di apakan foto gue, letak ngak jangan berani-berani pegang barang gue tanpa seizin ku ya .


Ingat kita ini baru sebatas teman, dan hanya berstatuskan suami istri sementara. mulai sekarang kita harus bersandiwara ketika berada di dekat orang tua kita ngerti kamu .


Kamu tidur dilantai, aku tidur di atas ranjang, jangan harap kamu bisa tidur atas tepat tidur aku . Ucap Gibran tegas .


"Baik pak, jika itu kemauan bapak tapi ingat pesan sa kemarin !"


Pesan apa ?? tanya Gibran


"Izinkan Nadia yang mengurus makan minum mu , pakaian serta biarkan Nadia bertanggung jawab dengan semua keperluan rumah dan berikan masa untuk kita bersama jika hari libur " Dengan penuh kesabaran dan kelembutan Nadia mengulangi syarat yang telah di sampaikan kepada Gibran di hotel kemarin"


oke aku ingat itu .


"Oh ya pak pakaian aku di simpan lemari mana ya? jika aku susun di lemari pak Gibran nanti salah dan Nadia kembali kena marah"


Pakaian mu Tarok d lemari sebelah kanan di sebelah pakaian gue, karna kemarin aku suruh mbok Marni kosongkan lemari itu untuk kamu .


" Makasih pak, kalau seperti itu permisi Nadia mau susun pakaian Nadia , jika pak Gibran butuh sesuatu panggil saya saja pak"


Em iya , kemudian Gibran beristirahat dan merebahkan badannya di atas kasur, sambil beberapa kali memperhatikan Nadia yang menyusun pakaian di lemari tepat di hadapan ranjang miliknya.


Nadia kenapa kamu masih pakaian hijab di kamar bukannya aku ni sudah menjadi suami mu jadi gue berhak melihat rambut mu, atau kamu menutupi sesuatu di balik hijab mu ?

__ADS_1


Nadia terkejut dengan apa yang ia dengar dari suaminya itu . Dan merasa sakit hati jika suaminya menuduh ada yang ia sembunyikan di balik hijabnya, Nadia belum melepas hijab karna ia belum siap untuk membuka hijab di hadapan Gibran . karna Gibran sendiri belum bisa menerima bahwa ia istrinya . kemudian Nadia mencoba menjawab pertanyaan Gibran


" Maaf pak karna Nadia belum siap untuk membuka hijab, dan tidak ada sama sekali Nadia sembunyikan dari hijab ku ini . jika pak Gibran sudah menerima ku sebagai seorang istri yang seutuhnya Nadia akan membuka hijab ini ".


Ingat Nadia jika seorang suami memerintah seroang istri , maka seorang istri wajib mengikuti segala perintah suaminya, selagi perintah itu baik dan tidak dilarang agama maka wajib baginya, ngerti kamu .


"Pak Nadia mintak maaf, jika jawaban Nadia salah".


Dan satu lagi, Jika butuh sesuatu panggil aja mbok Marni karna mbok Marni itu kerja dirumah ini jadi itulah tugasnya melayani semua orang dirumah ini termasuk kamu, ngerti jika kamu sakit kecapean mengurus rumah atau apalah itu nanti orang tau dan Kakak serta adik mu pasti akan menyalahkan saya .


" Iya pak tapi selagi saya bisa melakukan semua itu aku akan lakukan sendiri , apalagi mengurus suami ku yang ada di hadapan ku saat ini . "


Ohh pandai sekali menjawab , jawab terus... jawab terus , baru 4 hari jadi istri sudah pandai melawan kamu .


" Aku sama sekali melawan perkataan pak Gibran tapi Nadia hanya menjawab apa yang harus Nadia jawab pak."


Gibran pun mengalah dan ia pun keluar kamar membiarkan Nadia sendiri didalam kamar. Dasar cewek kampung sudah berani melawan gumam Gibran sambil menutupkan pintu sedikit keras.


astagfirullah ucap Nadia pelan dan melanjutkan semua pekerjaannya.


Waktu sudah mendekati Zuhur Nadia kemudian turun kelantai bawah, karna didalam kamar Nadia sendiri bosan tidak ada pekerjaan yang harus ia lakukan . Dan ia memutuskan untuk turun Nadia ingin memasak makan siang hari ini . Nadia melihat mbok Marni belum memasuki dapur karna beliau masih mengerjakan ni pekerjaan lain yang harus di ia selesaikan .


Nadia mulai mengambil keperluan didalam kulkas Nadia mulai memasak makanan satu persatu .


Ya ampun non biar mbok Marni aja yang masak karna ini tugas mbok .


"ngak apa-apa mbok ini udah mau selesai mending mbok istirahat aja "


bau masakan yang Nadia masak membuat sang mama mertua memasuki dapur ia penasaran siapa yang masak . Dan mertuanya melihat sang menantu lah yang masak dan hampir selesai .


Lo Nadia kamu istirahat aja biar mbok Marni aja yang masak, kamukan pengantin baru pasti capek melayani suami kamu .


ngak ko ma ngak apa apa ini tugas Nadia juga sebagai istri mas Gibran .


"Emmm kamu inikan ya udah kalau gitu mama bantu ya sajikan makan di atas meja karna mama udah lapar ni karna bau makan yang kamu masak menggoda perut mama mintak segera di isi hahaha "


Iya ma .


Gibran yang berapa di ruang kerja kemudian turun , melangkahkan kaki ke dapur melihat sang mama sudah menyajikan makan yang sangat menggoda seleranya .

__ADS_1


Mbok Marni hari masaknya banyak ya dan kayaknya enak enak semua sampai bau masakannya masuk keruangan kerja Gibran .


Gibran pun ingin mengambil air dari dalam kulkas melihat sang istri mencuci semua perabotan yang ia gunakan untuk memasak .


Hey sayang ngapain nanti kamu capek Lo, biar mbok Marni aja yang kerjain .


Nadia sedikit terkejut melihat kedatang Gibran dan ucapan yang ia ucapkan barusan, Nadia ingat bahwa ini adalah sandiwara yang ia lakukan di hadapan sang mama.


" Iya mas Nadia bosan di kamar biar Nadia bantu mbok Marni aja" .


Gibran melangkahkan kakinya mendekat dengan Nadia yang sedang mencuci piring dan sedikit mendekatkan badan dan melingkarkan tangan di pinggang Nadia membuat tubuh Nadia menegang dan merasa risih dengan apa yang dilakukan sang suami .


Gibran meletakan kepalanya di bahu Nadia dan menyampaikan bahwa ini adalah sandiwara .


Hey jangan ke GR kamu, dengan Suara yang sangat pelan.


Nadia hanya menganggukkan kepalanya. tanda menyetujui sang suami .


Mama melihat kemesraan anak dan menantunya membuatnya lega dan bersyukur .


Hem baru sebentar di tinggal dari kamar udah kagen, istri mu ini tidak akan pergi tinggalin kamu dia cuma masak untuk kamu tu.


Iya donk ma Gibran udah kagen sama istri Gibran yang cantik ini sambil mengelus kepada Nadia . mama ngak tau kalau aku dan Nadia dari tadi ngak dalam kamar bareng. batin Gibran .


Udah ah perut mama udah lapar ni, yuk kita makan semua udah tersaji di meja makan .


Nadia sudah menyelesaikan tugasnya dan melangkah ke Meja makan bersama dengan Gibran yang terus merangkul pinggangnya sehingga dilihat sang adik dan papa mengembangkan senyum melihat tingkah Gibran dan Nadia .


Rafa .


Alhamdulillah kakak dan kakak ipar sangat sweet baget di dalam dapur aja bermesraan, Rafa Suka liatnya dan Rafa berdoa semoga Rafa cepat mendapatkan ponakan yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng hehehe .


papa


Iya donk segera mendapat kabar bahwa kita akan mendapatkan baby dirumah ini .


Nadia dan Gibran hanya tersenyum atas ucapan sang adik dan papanya .


Udah ngobrolnya mending kita makan dulu ya ucap sang mama dan mengisi piring sang suami dan anaknya Rafa .

__ADS_1


Sang mama membiarkan piring Gibran kosong karna sang mama memberikan kesempatan kepada menantu agar ia bisa melayani Gibran.


Nadia melayani Gibran dengan keikhlasan hati dan penuh kesabaran .


__ADS_2