
Bel pulang sekolah pun sudah berbunyi Nadia sudah memberikan semua berkas yang ia ingin Bawak ke rumah dan keperluan lainnya. Nadia sudah memberi kabar kepada Gibran bahwa ia sudah pulang dari sekolah.
Gibran menerima pesan dari sang istri langsung bergegas ke parkiran mobil untuk menjemput Nadia . Selama perjalanan Gibran merasa gelisah entah perasaan apa yang ia rasakan saat menyetir mobil. Ia setelah berpisah dengan sang istri tadi pagi perasaanya takut terjadi apa-apa terhadap istrinya .
Nadia sudah menunggu di Taman sekolah namun Gibran belum datang juga akhirnya ia mencoba menghubungi Gibran namun ponsel Gibran mode diam.
Gibran terjebak macet di perjalanan karna jam makan siang banyak para karyawan yang makan di luar.
Setelah beberapa kali Nadia menghubungi Gibran namun tak kunjung di jawab oleh sang suami . akhirnya Nadia keluar pagar untuk melihat keberadaan Gibran namun tidak ada hasil.
__ADS_1
Di suatu sisi mobil berwarna hitam sudah mengintai Nadia dan sudah bersiap-siap untuk mencelakakan Nadia . Talita yang didalam mobil tersebut berbicara sendiri sambil senyum akan mencelakai Nadia . " saya akan buat kamu menyesal Nadia karna kamu telah menghina saya waktu itu dan telah merebut Gibran dari hidup saya, saya tidak akan tinggal diam saya tidak mendapatkan Gibran kamu juga tidak akan hidup lama dengannya".
Nadia mencoba menelpon Gibran kembali akhirnya di jawab Gibran " Assalamualaikum sayang, umi tungguin Abi ya bentar lagi Abi sampai kok karna di jalan macet umi "
"iya bi umi tunggu Abi , Abi hati-hati ya, umi sayang Abi " jawab nadia .
" Abi juga sayang umi " assalamualaikum umi
Nadia memilih untuk menunggu Gibran di seberang jalan dan ketika Nadia menyebrangi jalan sebuah mobil hitam yang menabrak Nadia dengan kencang, mobil itu berlalu begitu kencang tanpa memperdulikan Nadia lagi .
__ADS_1
Semua orang panik karna istri pemilik sekolah tersebut tertabrak dan kondisinya sangat parah .
Di perjalan Gibran terus gelisah sampai ia hampir menabrak sebuah mobil yang di Kendari Talita karna mobil begitu cepat melaju .
ponsel Gibran terus berdering dan yang menghubunginya adalah fajar, Kepala sekolah namun Gibran masih fokus dengan kendaraannya . Kondisi Nadia sudah berlumuran darah Fajar yang sangat khawatir dengan kondisi Nadia akhirnya ia langsung ingin mengakar tubuh Nadia . Tapi belum sempat ia mengangkat tubuh Nadia, Gibran sudah tiba dan melihat keramaian di depan sekolah ia melihat sepatu yang di di pakaian Nadia sudah terletak tak jauh dari ia memarkirkan mobilnya.
" Sayang "teriak Gibran dan menarik fajar dan langsung memeluk dan mencium Nadia " sayang Bagun sayang jangan tinggalin Abi sayang" sambil menangis dan langsung mengangkat tubuh Nadia ke dalam mobilnya .
Fajar yang menyetir mobil sedangkan Nadia dan Gibran di bangku penumpang . Gibran terus mencium dan memeluk erat tubuh Nadia di pangkuannya " bertahan sayang jangan tinggalin Abi, sebentar lagi kita sampai di rumah sakit sayang sabar sayang , cepat Bawak mobilnya fajar cepat istri ku udah ngak sadar lagi cepat " teriak Gibran .
__ADS_1
Tak beberapa lama mereka sampai dirumah sakit Gibran mengangkat tubuh Nadia dan terus berdoa supaya sang istri dan calon anaknya selamat.
Mereka datang langsung di sambut dokter yang selama ini menangani kandungan Nadia, serta dokter pribadi keluarganya juga ada. " tolong dok bantu istri saya selamatkan merka berikan yang terbaik untuk merka " sambil menangis .