Perjodohan Yang Tak Disangka

Perjodohan Yang Tak Disangka
Kerja kembali


__ADS_3

Satu malam bersama diantar mereka, tidur dalam satu kamar, membuat keduanya tidak saling memperdulikan.


Nadia yang tidur di lantai sedangkan Gibran tidur di atas ranjang. Nadia tidak mempersalahkan tidur dilantai yang terpenting ia tidur satu kamar dengan Gibran .


.............


Setelah melaksanakan sholat subuh berjamaah Nadia langsung membuat sarapan pagi untuk mereka berdua karna hari ini adalah hari kembalinya mereka berkerja.


setelah menyelesaikan urusan dapur dan rumah Nadia kembali ke kamar Nadia melihat bahwa Gibran sudah ada di dalam kamar mandi, Nadia kemudian menyiapkan semua keperluan Gibran dari ujung rambut sampai kaki.


Nadia melihat pintu kamar mandi terbuka dan Gibran hanya mengunakan handuk di batas pinggang. Nadia tidak lagi risih karna Nadia sudah terbiasa melihat dada bidang milik Gibran .


" Ini pak bajunya, udah saya siapin"


iya terimakasih, Gibran mengambil pakaian yang Nadia siapkan dan langsung memakai nya.


Nadia membantu memasangkan kancing suaminya , memasangkan dasi suami dengan rapi dan jas pun Nadia memakaikannya . Gibran hanya mematung mengikuti kemauan sang istri.


"Udah selesai semuanya pak, aku permisi mau mandi karna aku hari ini udah masuk kerja juga pak, sarapan sudah siap pak dibawah jika bapak mau sarapan duluan dari saya ngak apa-apa .


Iya, Gue tunggu kamu aja, aku juga masih menyiapkan beberapa file di ruang kerja saya .


" Baik pak, Nadia berlalu dari hadapan Gibran mengambil pakaian kerja dan memasuki kamar mandi."


Tak butuh lama Nadia telah selesai, keluar mengunakan hijab rumah . Gibran juga tidak ada dalam kamar, akhirnya Nadia melepaskan hijabnya dan menggantinya dengan hijab syar'i yang senada dengan baju kerjanya , memberikan make up sedikit di wajahnya Ara tidak terlihat pucat.


Nadia telah menyelesaikan, bersiap untuk sarapan tapi sebelumnya ia memanggil Gibran diruang kerja.


"Pak kita sarapan"


Iya, Gibran berjalan mendahului Nadia .


Nadia melayani Gibran dengan baik, Mereka makan tanpa ada pembicaraan diantara mereka hanya suara sendok dan piring .


Nadia mengantar Gibran di depan pintu, tapi sebelumnya Nadia memakaikan kaos kaki dan sepatu Gibran. Gibran merasa diperlakukan seorang raja oleh pelayannya .


awalnya Gibran menolak perlakuan Nadia, tapi Nadia tetap melakukannya .


Nadia mencium tangan Gibran. "Oh ya pak hari ini saya kerja ".


Terus kenapa ? jawab Gibran ketus


Ngak apa-apa .


Kamu berangkat pakaian apa ?


"Naik kendaraan umum" jawab Nadia gugup .


Oke kalau gitu gue berangkat . Oh ya jangan kemana-mana lagi kalau udah waktu pulang kerja .


" Iya pak "


Assalamualaikum ucap Gibran


" waalaikumsalam "


Nadia kemudian mencari kendaraan umum untuk berangkat kesekolah, Cukup lama Nadia menunggu karna Nadia baru pertama sekali naik kendaraan umum.


Sampai di sekolah Nadia disambut oleh guru dan staf kantor lainnya . mereka memberikan selamat kepada Nadia bahkan memberikan kado pernikahan karna beberapa rekan guru kerjanya tidak datang di pernikahan Nadia .


Nadia gimana jadi pengantin baru ucap ibu Susi .


Alhamdulillah ibu

__ADS_1


Alhamdulillah apanya ? Gimana udah gol belum ? goda nya sehingga banyak guru-guru lain ikut tertawa oleh ibu Susi .


Nadia dengan polosnya tidak mengetahui apa yang dimaksud oleh ibu Susi ."Gol apa ya Bu kami ngak main bola", dengan senyum ramahnya Nadia .


Guru-guru yang lain ikut tertawa geli dengan jawaban Nadia .


Udah donk jangan goda Nadia terus kasihan penganten barunya sanggah mbak Ratna .


Iya deh, Oh ya Nadia ini kado dari guru-guru dan stap serta murid-murid ke sayangan mu. lain yang belum sempat datang kemarin ucap ibu Susi .


"Iya Bu makasih ya "


Iya sama-sama, Oh ya mendingan kamu cepat masuk kelas siswa-siswa itu terus nanyain kamu selama kamu cuti, ucap ibu Susi.


ya udah aku permisi dulu ibu-ibu aku mau masuk kelas mau ngajar dulu .


Nadia memasuki ruang kelas Dimana kelas adiknya Rati .


Rati yang sangat bersemangat belajar karna sang kakak akan mengajarnya hari ini setelah hampir 1 Minggu Rati tidak bertemu sang kakak.


Nadia begitu semangat mengajarnya waktu 1 tak terasa lama karna siswa/inya sangat pintar dan mudah memahami apa yang disampaikan Nadia .


Waktu pulang pun sudah tiba Nadia bersiap akan pulang , Rati dengan cepat memeluk sang kakak .


Kak Nadia, Rati kagen kakak .


Nadia membalas pelukan sang adik dan mencium kening sang adik berulang kali .


Oh ya kak, kakak naik apa pulang ?


" Emm.... Oh ya Ayah apa kabar ?"


Ayah sehat ayah juga kagen sama kakak. Oh ya kakak belum jawab pertanyaan Rati tadi.


Iya ngak apa-apa .


" Kakak naik... Nadia menggantung jawabnya "


Oh pasti kak Gibran jemput kakak ya ?


" iya dek " jawab Nadia cepat.


Ya udah ya kakak Rati pulang, pasti ayah udah nungguin Rati .


" iya kamu jangan yah ya , cepat sana pulang " . setelah kepergian adiknya Nadia dengan cepat mencari memesan ojek online. Nadia sedikit kerepotan membawa kado-kado yang ia dapat hari ini .


Nadia telah tiba dirumah, dan membereskan semua kado yang ia dapat serta cepat mengganti pakaian kerjanya dengan pakaian santai .


Kayaknya dia sore pulangnya . Mending aku cepat beres-beres rumah setelah menyelesaikan perkerjaan ku aku akan beristirahat . .


Nadia membereskan semua ruangan rumah dan bahkan ruangan kerja milik Gibran, dan tanpa sengaja Nadia menemukan foto Gibran dan Shopia mantan kekasih suaminya.


Ya Allah ternyata dia masih menyimpan foto-foto merka, apakah ia masih mencintainya ? Nadia meneteskan air mata dan cepat membersihan ruangan tersebut hingga ia akan cepat pergi dari ruangan yang penuh segala kenangan shopia dan suaminya .


Nadia telah menyelesaikan pekerjaannya dan membuat puding untuk teman teh suaminya.


Nadia tidur di kamar bawah, dimana kamar itu akan ia tempati sebelum ia memutuskan akan tidur 1 kamar dengan suaminya.


Nadia terbangun dari tidurnya, dan keluar belum ada siapa-siapa yang datang . " Kok dia belum pulang , ini udah sore baget " gumam Nadia .


Suara bel berbunyi orang yang ia tunggu sudah datang . dengan cepat Nadia membuka pintu dan menyambut Gibran dengan penuh senyum . Nadia tidak ingin menyambut suami nya dengan wajah yang sedih atau marah .


Assalamualaikum ucap Gibran

__ADS_1


" waalaikumsalam" jawab Nadia .


Nadia dengan cepat mengambil tas suaminya dan melepas sepatu dan kaos kaki sang suami .


"Bapak mau minum apa ? Saya buatin " .


Ngak usah, gue mau istirahat aja .


Nadia membututi Gibran dari belakang, sampai dikamar Nadia membantu Gibran melepaskan kancing baju dan dasi. Dan lagi-lagi Gibran terkejut oleh perbuatan istrinya .


Bapak mau mandi dulu apa langsung beristirahat ? . kalau bapak mau mandi aku siapin air untuk bapak !


Iya gue mau mandi , tapi biarin gue aja yang siapin airnya .


Ya udah kalau gitu pak ini handuknya.


Iya makasih, Gibran meninggalkan Nadia yang membuka lemari untuk menyiapkan pakaian untuknya.


Selama dalam kamar mandi Gibran memikirkan semua yang dilakukan Nadia sangat lah sempurna sedangkan dirinya bersifat dingin .


Udah ah ngak usah gue pikirin . Mending buat dia terus ngak nyaman dengan lu Gibran sehingga kamu bisa bebas dari pernikahan yang ngak kamu inginkan ini .


Nadia memutuskan untuk mandi dikamar bawah, karna akan memakan waktu sedikit lama jika ia menunggu suaminya keluar.


Saat sudah makan malam bersama, Gibran melanjutkan pekerjaannya di ruang tamu .


kemudiaan Nadia menghampirinya dan membawa secangkir teh dan sepotong puding.


Ini pak minum dulu tehnya nanti keburu dingin dan jangan lupa dimakan pudingnya . Nadia akan melangkah pergi meninggalkan Gibran . namun Gibran mencegahnya .


Makasih teh dan pudingnya, kamu mau kemana ? Ucap Gibran datar .


"Aku mau ke kamar". jawab Nadia gugup.


Teman gue disini .


"Tapi pak ...."


ngak ada tapi-tapian ayo ngapain masih berdiri disana duduk .


"Iya pak"


Disela-sela Gibran mengetik Gibran bicara kepada Nadia .


Besok kita belanja keperluan rumah karna keperluan rumah belum ada. jadi besok sepulang dari kerja kamu siap-siap untuk pergi belanja.


"Iya pak, Oh ya pak saya ada beberapa kado dari guru-guru sekolah dan murid-muridnya ku . katanya kado pernikahan kita "


Kamu ambil aja semua aku ngak butuh . ini juga pernikahan terpaksa gue lakuin .


Nadia hanya terdiam dan memalingkan muka untuk mengusap air matanya yang terjatuh dengan derasnya atas segala ucapan suaminya.


Kenapa kamu memalingkan muka mu , ngak senang apa yang gue omongin barusan ?


"Ngak pak".


Gibran Kembali melanjutkan pekerjaannya tak terasa waktu sudah hampir 12 malam akhirnya Gibran menutup lebtop miliknya dan melihat nadia sudah tertidur dengan begitu pulas.


Malah tidur disini dia , gumam Gibran . udah ah biarin aja .


namun Gibran tidak tega melihat Nadia yang tertidur di atas sofa . akhirnya ia mengangkat tubuh Nadia untuk pindah tidur di kamar bawah dan menyelimutinya .


Maafin gue seharusnya gue ngak lakuin ini dengan kamu , tapi berikan aku waktu untuk bisa menerima mu atau aku tinggalkan kamu. Gibran meninggalkan Nadia dan menutup pintu kamar, Gibran kembali ke kamarnya .

__ADS_1


Malam ini gue bisa tidur dengan tenang . ngak ada yang bisa buat aku risih atau ngak nyaman meskipun dia tidur dilantai .


__ADS_2