
Gibran Merasa bahwa ia telah jatuh hati dengan Nadia namun ia sedikit sulit untuk mengakuinya dengan Nadia . Gibran yang terbaring di samping Nadia mencoba mengatur detak jantungnya yang berdetak tak beraturan .
Gibran mulai memejamkan mata namun sedikit sulit untuk tidur.
****************
Di sisi lain Irfan di dalam kamar hotelnya memikirkan sahabatnya Gibran yang begitu kelihatan kesal dengannya karna Gibran sangat cemburu dengannya karna ia mencoba mendekati Nadia .
" Gibran-gibran Lo kenapa sih ngak mengakui kalau kamu udah jatuh hati dengan istri mu, Seharusnya kamu harus bersyukur punya istri yang baik dan juga cantik seperti Nadia " gumam Irfan.
Irfan Sudah lama tidak memiliki kekasih hati namun ia tak kalah ganteng dengan Gibran , ia juga anak orang kaya tapi tak sebanding dengan sahabatnya Gibran .
Irfan anak semata wayang, dan ia merintis karir dari nol sampai titik ia bisa mencapai kesuksesan sehingga ia bisa menikmati kehidupannya saat ini .
Irfan bersahabat dengan Gibran dari zaman sekolah dasar , kedua orang tua mereka juga bersahabat .
****************
Nadia Terbangun dari tidurnya ia membuka matanya dengan pemandangan yang tak pernah ia lihat selama ini dimana ia membuka matanya ada sosok suami dihadapannya .
" Mas , mas itu ganteng baget tapi kenapa mas selalu bersifat dingin dengan nadia Bahakan kita selalu ribut dengan hal-hal kecil, mas maafin Nadia yang belum bisa menjadi istri yang baik untuk mu " gumamnya .
Gibran sudah Bagun namun ia sengaja tetap berpura-pura tidur " Maafin saya Nadia telah menjadi suami yang Tak pantas untuk mu, kamu istri yang baik ". jawab Gibran dalam hati.
akhirnya Nadia Bagun dan mengambil wudhu dan ia juga membangunkan suaminya untuk melaksanakan sholat subuh bersama .
Nadia mencoba menyapa Gibran
__ADS_1
" Mas hari ini kita mau kemana ? "
" Kita Diam di hotel aja saya lagi malas keluar"
" Lo mas ngapain kita dalam hotel, bosan tau " jawab nadia sedikit kecewa .
" Udah ah aku mau tidur lagi " jawab Gibran dan kembali di atas ranjang tidur.
Nadia mencoba menerimanya akhirnya Nadia memilih untuk membaca novel sambil menunggu waktu matahari muncul .
Namun apa yang terjadi Nadia malah tertidur atas sofa , Gibran melihatnya " emmm malah ikut tidur juga dia hhhh "
Gibran masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan selesai mandi ia mencoba membangunkan istrinya yang tertidur di atas sofa " Hey Bagun udah siang , Nadia "
" Ha udah siang , kok mas ngak Bagunin Nadia dari tadi sih "
Nadia menyelesaikan semuanya dengan waktu 30 menit dan merka sarapan pagi, Gibran ingin membawa Nadia ke salah satu wisata yang di negara sweet .
" Nanti setelah sarapan siap-siap kita mau keluar "
" Kemana mas ? " Nadia begitu semangat menjawab Gibran .
" Ya ikut aja nanti juga tau " .
" Oke "
Gibran begitu gemes dengan tingkah Nadia yang lucu serta sedikit centil ketika ia bersama Gibran . Nadia sosok anak yang manja namun ia berubah ketika ia ditinggal oleh sosok seorang ibu yang ia cinta .
__ADS_1
" Nadia kamu itu manja, tapi kamu mencoba menyembunyikan sifatnya " batin Gibran .
Gibran dan Nadia menyelesaikan sapan pagi merka , merka meninggalkan hotel menuju tempat yang akan mereka tuju .
Setelah sampai keduanya menikmati wisata yang begitu indah dan keduanya begitu akrap dan serasi keduanya tidak ada percekcokan dan bahkan Gibran memperlakukan Nadia begitu baik . sering kali Gibran mencuri-curi pandangan terhadap Nadia dan selalu merangkul pinggang Nadia agar Nadia tidak jauh darinya .
Waktu sudah hampir sore akhirnya mereka memutuskan untuk pulang . Sesampai di hotel keduanya langsung membersihkan tubuh dan beristirahat .
Waktu Istirahat sudah mereka nikmati tak terasa waktu sudah mulai gelap mereka makan malam setelah makan malam Gibran di atas ranjang Nadia yang mengunakan baju daster yang minim namun di lapisi dengan kardigan miliknya .
setelah ia Menganti pakainya ia menghampiri Gibran yang sedang memainkan ponselnya
"Mas ", sambil mengambil body lotion untuk dipakai di tangannya .
" Ya ampun ini kenapa lagi , kenapa dia Makai baju kayak gini lagi " gumam dalam hati .
Gibran memalingkan pandangan dari Nadia dan memainkan ponselnya .
" Mas kok kayak gugup kayak gitu kenapa ? "
tanya Nadia polos .
" Ng..... Ng.....ngak kok "
" Udah mas Mending mas pandang Yang ada di hadapan mu ni dari pada ponsel mas ini " Nadia mengambil ponsel Gibran dari tangannya kemudian menyimpannya di atas meja samping ranjang .
Gibran yang sedikit gugup , sama seperti Nadia namun Nadia selalu menyembunyikan rasa takut dan rasa gugup terhadap suaminya .
__ADS_1