
Setelah sholat magrib berjamaah Nadia dan Gibran makan malam bersama dan Nadia menyemprotkan cukup banyak parfum di leher dan pakaian yang ia gunakan rambut yang panjang terurai sebatas pinggul miliknya. Nadia sangat anggun dan begitu cantik membuat Gibran kagum dengan istrinya .
Nadia mulai menyiapkan makanan di piringnya dan sedikit mendekatkan badannya dengan Gibran Bahakan ketika mengambil lauk pauk yang sedikit jauh dari jangkauannya Nadia mengambil dan rambut Nadia terurai di hadapan muka Gibran sehingga Gibran sangat tercium aromanya .
" Bisa-bisa mati gue kayak gini " gumamnya .
" Kok mati sih pak ? kenapa emangnya ?" tanya Nadia polos .
" Ngak kok salah dengar kamu , Masud aku mati tadi ayamnya udah mati " alasan Gibran .
" lah iya donk masak iya aku masak ayam hidup pak ".
" ya udah cepat siapin makanan untuk gue "
Setelah makan Gibran masuk keruangan kerja disusul dengan Nadia membawa secangkir susu coklat hangat untuk Gibran .
"Ini susunya pak !"
" susu apa ? aku ngak pernah suka susu "
" ini susu coklat pak , enak kok coba aja dulu kalau bapak mau , kalau bapak ngak mau ya ngak apa-apa " .
" mana sini gue rasain dulu kalau ngak enak cepat jauhkan dari hadapan ku"
" kalau enak aku urut bapak ya dan Nemani bapak di ruangan ini sampai selesai "
" Kok gitu ? "
" Iya itukan udah untung bagi bapak"
Setelah Gibran mencicipi susu Gibran begitu menikmati sampai habis .
"Alhamdulillah yes saya menang donk Pak jadi aku tetap disini Nemani bapak sambil urut pak Gibran biar tambah rileks ." Nadia mulai mendekati Gibran dan mulai memijatnya dengan penuh kelembutan .
__ADS_1
"Ya Allah enak baget sentuhan itu sangat lembut , jangan sampai aku tergoda dengan ni cewek " batin Gibran .
selesai memijat Gibran Nadia akhirnya duduk di sofa dan menunggu Gibran sambil memainkan ponsel miliknya.
Hampir 2 jam dalam ruangan bersama akhirnya mereka masuk kedalam kamar, " bapak istri ya karna pak Gibran udah capek selamat malam pak dan maafin Nadia hari ini assalamualaikum"
"waalaikumsalam" .
hari Minggu Gibran rencananya ingin pulang kerumah orang tuanya dan ingin membawa Nadia sekalian . " Kita hari ini pulang kerumah mama dan papa, kemarin mama nelpon kata mama dia kagen sama kamu " .
" Oh ya aku juga kagen sama mama dan papa ".
Setelah sarapan Nadia dan Gibran berangkat untuk kerumah mertuanya .
Sekitar 45 menit mereka sudah sampai dirumah orang tua Gibran mereka disambut dengan hangat oleh mama dan papa Gibran berserta Rafa .
" Ya ampun mama kagen baget dengan menantu mama" mencium pipi Nadia dengan terus menerus .
" Iya mama ngerti ko , ayo masuk kita ngobrol-ngobrol dulu terus kita masak karna mama udah kagen makan masakan menantu mama ."
Gibran masuk di dalam kamar disusul dengan Nadia, Nadia mulai menaruh barang barangnya kedalam lemari dan kembali turun untuk siap-siap untuk membantu mbok Marni . Namun Gibran melarang Nadia untuk turun Gibran memerintahkan Nadia untuk tetap di dalam kamar sebelum Gibran perintahkan.
" Disini sudah ada pembantu jadi kamu diam dikamar sebelum aku perintah, nanti mama banyak tanya tentang rumah tangga kita"
" Iya pak, tapi saya akan tutupi kebenarannya pak , Tapi jika mama mintak cucu gimana ? "
" Iya jawab aja belum di kasih kepercayaan sama Allah , jawab aja kayak gitu ngerti !"
" Emmm gimana di kasih kepercayaan pak Gibran aja ngak mau sentuh saya " Nadia mulai membuka hijabnya dan mulai mendekat dengan Gibran yang sedang duduk di atas ranjang .
" Lo mau ngapain ? 'tanya Gibran gelagapan.
" Bapak mau Nadia ngak ?" goda Nadia .
__ADS_1
" hey apa sih jauh sana jangan buat aku kaya gini tolong lah Nadia, please "
" alah baru di kaya gitu bulu kuduknya udah berdiri gimana yang lain " Nadia kembali memakai hijabnya kemudian keluar meninggalkan Gibran.
" Awas kamu Nadia saya balas kamu "
...****************...
Waktu sudah malam akhirnya Nadia dan Gibran memutuskan untuk bermalam di rumah orang tua Gibran .
Nadia yang tanpa sengaja tidur terlebih dahulu di ranjang Gibran , dimana Gibran sebelumnya tidak ada dalam kamar . Gibran masih di mengobrol dengan sang papa mengenai bisnis yang saat ini jalani .
Gibran pun mengakhiri pembicaraan dan Ingin masuk ke kamar . " Ya udah Pa Gibran masuk kamar dulu kasihan Nadia udah nungguin " .
" Emm iya cepat-cepat ya kasih Papa cucu" .
Gibran hanya tersenyum dan meninggalkan sang papa.
Ketika melihat kamar Gibran telah melihat Nadia tidur di atas ranjangnya . " Oh berani ya tidur di atas kasur saya, awas ya gue kerjain kamu " .
Gibran melepaskan baju tersisa baju koas dalam dan Gibran menggunakan sarung, Gibran sengaja membuat Nadia kapok karena Nadia sering mengerjainya akhir-akhir ini .
Ketika waktu sudah azan subuh Nadia terbangun dan tangan Gibran telah melingkar di pinggang dan melihat Gibran hanya menggunakan kaos dalam dan sarung, Nadia terkejut dan berteriak " ah ah ah"
Gibran terbangun Lo kenapa sih kok teriak kencang nanti mama dan papa ngira kenapa lagi "
" Bapak ngapain kok tidur dengan saya ?" Bukan Nadia Bagun dari tempat tidurnya malah Nadia membalikan badan dan menatap Gibran mendekatkan badannya dengan Gibran bahkan tidak ada jarak diantara keduanya.
Gibran hanya mematung memandangi wajah yang disertai alis mata yang lentik hidung yang mancung serta bibir yang tipis membuat air server ditelan dengan paksa .
" Bapak kalau kamu saya bilang donk "
" Hey oon jangan buat saya marah ya , udah sana wudhu sholat subuh ,nanti keburu kesiangan.
__ADS_1