Perjodohan Yang Tak Disangka

Perjodohan Yang Tak Disangka
Kembalinya Shopia


__ADS_3

Semenjak kejadian makan malam Gibran sedikit stres dengan apa yang papanya sampaikan didalam kamarnya membuat Gibran terus kepikiran . Perkerjaan kantor yang banyak membuat Gibran sering lembur .


sedangkan Nadia sendiri tetap beraktifitas seperti biasanya dan ia masih kerja sebagai guru privat untuk Rafa . Dan Nadia tidak pernah bertemu dengan Gibran meskipun Nadia sering kerumahnya pak Hadi .


Sahabatnya Gibran main kekantor Gibran iapun memasuki ruangan Gibran , dan sedikit mengganggu perkerjaan Gibran .


" Hey bro kok keliatannya kamu sedikit kusut ya gua perhatiin ? ada Masalah apa kamu ? , cerita donk"


" iya ni gua sedikit stres beberapa hari ini" .


" kenapa bro coba kamu ceritain dengan gua mungkin aku bisa bantu kamu " ucapnya sambil menduduki sofa tamu yang ada di dalam ruangan Gibran .


" Ini Masalah kemarin, yang mana papa mama gua cepat nyuruh gua untuk nikah, sedangka gua sendiri belum punya pasangan "


" Irfan tertawa ohhh itu masalah kamu, ya cari bro apa gua harus cariin kamu cewek ? ucapnya sambil memainkan kedua alisnya .


"perempuan seperti apa yang kamu mau ? seksi, aduhai, berhijab, atau kurus , gendut" dan banyak lagi yang Irfan ucapkan dengan Gibran .


" Udah ah , apaan kamu ini fan buka kamu hibur gua malah buat aku tambah steers, mama dan papa udah mau d


jodohin gua dengan guru ngaji Rafa "


"What guru ngaji, ngak salah dengar bro ? "


"ngak lah, dia juga kerja di sekolah gua apa masalahnya sih kok kamu kaget gitu gua bila cewek itu kerja ngajar sebagai guru ngaji Rafa , guru ngajukan bagus bisa jadi amal jariah buatnya" tanpa sadar Gibran memuji perkerjaan mulia Nadia .


" Kamu mau apa ? " ucap Irfan kepada Gibran, Lo kan udah muji dia , oh ya cantik ngak tu ?


" apa sih gua ngak muji dia , cantik sih"


Pembicaraan Gibran dan Irfan masih berlanjut tetapi di sebuah bandara seorang wanita cantik, berkerja sebagai model dan memiliki badan yang bagus , setiap laki-laki pasti akan menyukainya. Dia adalah Shopia mantan kekasih dari Gibran Saputra .


Shopia berkerja sebagai model yang terkenal di Indonesia bahkan beberapa negara sudah memakai jasa shopia, shopia meninggalkan Gibran oleh sebuah pekerjaan dan perselingkuhannya dengan seorang bos perusahaan dimana shopia adalah sebagai brand ambasador di perusahaan tersebut itulah membuat Gibran memutuskan hubungan dengan shopia .


Shopia mengkhianati Gibran, dan meninggalkan Gibran dengan begitu saja oleh sebuah perkerjaan yang shopia impikan semenjak ia duduk di bangku SMA .

__ADS_1


Shopia, menyewa sebuah apartemen di kota Bandung tidak jauh dari perusahaan yang Gibran miliki saat ini .


" Gua harus memikat Gibran kembali, setelah 4 tahun gua khianati oleh ulah gua, semoga Gibran memaafkan ku dan bisa menerima ku kembali sebagai kekasihnya dan menjadikan aku sebagai istirnya " ia tersenyum dengan cepat membuka pintu apartemen yang ia sewa.


" Gibran aku datang dan aku akan memperbaiki semuanya dan kita akan sama sama seperti dulu "


Sore pun sudah tiba waktunya Gibran untuk pulang kerumah sesampainya dirumah Gibran telah disambut oleh sang mama.


" nak udah pulang pasti kamu capek, kamu bersihin badan kamu dulu dan turun makan kue "


"iya ma, hari ini kerjaan ngak terlalu banyak makanya Gibran lebih awal pulang , iya udah ma Gibran mau masuk kamar dulu nanti selesai Gibran selesai mandi nanti Gibran turun "


Gibran turun menuruni anak tangga dan menemui sang mama di Meja makan


" ma, kayaknya enak kuenya " sambil menarikan kursi makan di samping sang mama .


" iya mama suka baget dengan kue ini , kamu harus coba , ini udah mam buatin teh hangat untuk kamu biar tambah pas dengan kue ini " menyodorkan teh hangat dan kue kehadapan Gibran .


" makasih ya ma , mama memang baik Gibran tambah sayang dengan mama"


"Gibran ngak goda mama tapi Gibran ikhlas ucapin kata itu dari lubuk hati Gibran yang paling dalam " memberikan senyuman kepada sang mama dengan begitu ikhlas .


" iya mama tau, ya udah cepat cicip dulu kuenya pasti buat kamu ketagihan "


" iya deh , bismillah" sambil menyuapkan 1 suapan kue kedalam mulutnya .


" ya Allah ma enak baget kue ini" , Gibran tanpa ia sadari sudah menghabiskan kue didalam piring sampai bersih tidak ada yang tersisa.


" tu kan apa kata mama , mama aja suka adek kamu Rafa itu sampai beberapa kali makan kue ini "


" oh ya ma , mama buat ya ? atau mama beli ?


beli dimana ma ?" tanpa hentinya Gibran bertanya sampai sang mama binggung ingin menjawabnya .


" bukan mama yang buatnya , bukan beli juga "

__ADS_1


"terus mbok Marni buatnya ?"


" bukan juga "


"terus siapa donk? " ucapnya sambil binggung dengan jawaban sang mama .


" Tadi sore mama rencananya mau buat kue , terus Nadia yang telah selesai mengajarkan Rafa mengaji ia mau pamit tapi mama cegah dia , dan mama mintak bantuin ia yang buatin kue ini karna mama mau keluar temani papa ketemu teman kerja papa "


" Jadi ini buatan Nadia ?" sambil memegang mulutnya,


" iya , kok kaget sih kamu " bukan tadi kamu bertanya , mama jawab kok kayak gitu ekspresi wajah kamu"


" ngak kok ma " ucapnya sambil meminum teh hangat buat sang mama.


Tiba tiba ibu Aminah berbicara soal perjodohan " ingat Gibran 2 hari lagi kamu udah bisa menemukan pasangan buat jodoh kamu nanti "


"hu hu hu", Gibran tersedak oleh ucapan sang mama .


"iya ma , udah ya Gibran mau siap-siap sholat magrib bentar lagi azan magrib". Gibran meninggalkan sang mama di Meja makan .


" Iya , ingat pesan mama 2 hari lagi , dan kalau Gibran mau kue ini lagi masih ada dalam lemari pendingin " ibu Aminah sedikit mengeraskan bicaranya karna sang anak sudah sedikit jauh .


" iya ma " jawab Gibran singkat.


Didalam kamar Gibran langsung membaringkan badannya dan mengingat ucapan sang mam , dan Gibran memikirkan tempo waktu papanya bicarakan.


" kue itu benar-benar enak , tapi kenapa dia juga yang harus buatnya, apa memang gua udah menyukai cewek ceroboh itu ha ha ha ngak mungkin " Gibran terbangun dari tidurnya .


udah ah ngak usah gua pikiran cewek itu , tapi yang harus gua pikirin gimana aku harus menyelesaikan jodoh ini karna tempo waktu tinggal 2 hari lagi sedangkan gua sendiri belum menemukannya. gua juga sibuk di kantor gimana Nemu cewek. Gibran mengacak acak rambutnya.


Gibran melihat ponselnya dan melihat foto Nadia yang bersama guru-guru lain dan juga dirinya di sekolah.


" apa gua harus nikah sama kamu Nadia Ahmad , tapi gua sendiri ngak mencintai mu dan Bahakan gua sering kesal oleh mu. apa gua nikahin dia dan buat ia pelajaran atas ulahnya kemarin pada ku" .


Gibran pun terhenti dengan aktivitasnya karna suara azan sudah berkumandang .

__ADS_1


"udah ah mending gua sholat mintak petunjuk dengan Allah ".


__ADS_2