
Gue bakalan kenalin kamu dengan calon istri gue yang lebih baik dari mu .
Gibran menghampiri Nadia dan Ratna
"Lo kok Pak Gibran kesini sih, bukannya yang perempuan maksud tadi kamu ya dek ?" ucap Ratna sedikit binggung .
"Nadia ngak tau mbak, mungkin salah dengar tu mbak kamu "
" ngak kok mbak ngak salah dengar, dan ngapain pak Gibran nyamperin kita "
Gibran tiba dimeja makan Nadia dan Ratna
" Nadia ucapnya, Ikut gue jika kamu tidak mengikuti perintah saya maka kamu akan ku pecat dan adik mu Rati akan segera dikeluarkan disekolah ku " .
"Kok gitu pak ucap Ratna dengan tegas, apa salah Nadia ? "
" Kamu ngak usah ikut campur dengan urusan saya " Gibran bicara tegas dengan Ratna .
" iya pak, tapi mau ngapain pak saya ngak mau terlibat dengan urusan pak Gibran "
" kamu diam dan ikut dengan saya " sambil berjalan meninggalkan Nadia yang masih mematung .
" mbak Nadia ke Mekah makan pak Gibran dulu jika terjadi sesuatu sama Nadia , Nadia mohon bantuin Nadia ya mbak " sambil menempelkan kedua tangan di depan dada .
" iya mbak akan bantuin kamu udah sana nanti dimarahin pak Gibran juga kamu "
"iya mbak, doain Nadia ya mbak dah " sedikit berlari kecil menyusul Gibran .
" Ini calon istri gue dan kami akan cepat segera menikah jadi kamu jangan bermimpi akan mendapatkan saya kembali "
Nadia terdiam dengan apa yang ia dengar barusan dari mulut sang Gibran Saputra .
Irfan pun terpesona dengan kecantikan Nadia miliki , Irfan tidak bisa menjauhkan pandangannya dari sosok Nadia yang berdiri di samping Gibran .
"Yang benar bro ini calon istri Lo"
"Iya dia adalah Nadia Ahmad yang berkerja menjadi guru disekolah saya dan sebagai guru ngaji dari pada adik saya Rafa " .
Shopia terdiam dan hanya menyebut " tidak mungkin " dan sedikit menggelengkan kepala beberapa kali.
__ADS_1
" ngak mungkin ini Gibran kamu tetap miliki saya tidak ada perempuan lain yang akan memiliki kamu selain gue , termasuk perempuan kampungan ini "
"Hey perempuan kampungan ilmu apa yang kamu gunakan sehingga Gibran bisa memilih kamu sebagai istrinya ? atau gara-gara sok alim mu ini sehingga ia bisa terpikat oleh mu ". shopia sedikit menarik hijab Nadia yang ia gunakan
Nadia menunduk dan terdiam dengan apa yang Shopia tuduhkan padanya .
" jangan pernah kamu hina calon istri ku dan jangan pernah kamu sakiti dia , jika kamu berbuat sesuatu dengan calon istri ku gue tidak segan-segan berbuat sesuatu dengan mu Shopia"
Dan Gibran meninggalkan Shopia dan mengatakan kepada Nadia ia kan mengantarkannya pulang " Ayo kita pulang aku akan antar kamu sampai rumah "
"Tapi pak saya masih mau ngobrol dengan mbak Ratna " .
"kamu batalkan acara mu hari ini besok bisa bertemu lagi dengan Ratna "
" ya Udah bentar aku pamit dulu sama mbak Ratna "
Gibran hanya mengangguk tanda setuju dengan apa yang Nadia ucapkan padanya.
"Mbak Nadia harus pulang pak Gibran mau antar Nadia pulang dan ada yang pak Gibran bicara dengan Nadia atas apa yang ia ucapkan sama tu cewek " sambil mengarahkan mata ke arah shopia .
"Iya udah ngak apa-apa kamu hati hati ya . kabari mbak jika kamu udah sampai dirumah".
Didalam perjalanan Gibran dan Nadia kelihatan canggung dan memilih untuk diam, tetapi didalam Benat Nadia ia ingin bertanya kepada Gibran namun Nadia tidak berani untuk bertanya karna Nadia melihat emosi Gibran bum stabil .
Setengah perjalanan Gibran memutuskan berbicara kepada Nadia , Gibran telah memutuskan semuanya dengan baik bahwa ia akan menerima perjodohan sang papa dan mamanya.
" hey kamu "
"Iya saya Pak ?"
"Iya lah siapa lagi yang disini selain kamu!"
" Aku akan menikahi mu "
" Ha menikah !!" dengan terkejutnya Nadia mendengar ucapan Gibran
"Iya besok aku akan melamar mu, dan hari ini aku akan bicara dengan ayah mu setelah kita sampai dirumah mu ".
" Lo kok seenaknya saja bapak mengambil keputusan tanpa persetujuan dari saya "
__ADS_1
" Hey perempuan" Gibran menghentikan mobil di sisi jalan .
"Ingat pak saya tidak setuju dengan keputusan bapak secara tiba-tiba kayak gini , aku ngak mau nikah sama bapak "
" Apa kamu berani sama saya, baik apa alasan mu, tidak mau menikah dengan saya "
" saya belum siap untuk menikah "
" Aku akan pecat kamu dari perkerjaan mu sekaran dan adik mu Rati akan dikuatkan dari sekolah , Serta aku akan lakukan sesuatu dengan keluarga mu " tak segan-segan Gibran mengancam Nadia .
"Tapi apa salah keluarga ku sehingga kamu ingin mencelakai merka bahkan adik ku yang sedang menempuh pendidikan harus diberhentikan" dengan polosnya Nadia bertanya kepada Gibran
" Jika kamu tidak mau menikah dengan ku aku akan membuat mu menikah dengan ku, Gibran mengunci pintu mobil dan Gibran melepaskan sabuk pengaman dari badannya"
" bapak mau apa dengan saya, jangan macam-macam ya pak aku akan terik sekarang " dan Nadia ingin membuka jendela mobil atau kaca mobil tetapi Nadia tidak bisa ia lakukan karna gibran telah mengunci kaca serta pintu mobilnya .
"teriak sekencang-kencangnya ngak ada yang dengar". Gibran mendekatkan badannya dengan Nadia dan memandangi Nadia begitu dekat, jarak diantara keduanya sangat dekat sehingga degup jantung Nadia sangat kuat dan tidak beraturan
" Apa yang bapak lakukan dengan saya " didalam Benat hatinya meminta kepada Allah untuk menyelamatkan dirinya dari Gibran .
" ya Allah bantu aku, jangan buat laki-laki ini menyentuh ku "
wajah Gibran semakin mendekat di wajah Nadia, sehingga Gibran sendiri kagum dengan kecantikan Nadia yang dimiliknya. " aku akan membuat mu menerima ku" dengan senyuman penuh arti memandangi wajah Nadia .
Dengan cepat Nadia histeris menangis " hiks hiks hiks... Aku mau menikah dengan mu tapi stop jangan lakukan ini dengan saya "
Gibran menjauhkan tubuhnya dari tubuh Nadia dan terukir senyuman di bibirnya atas apa ia dengar dari mulut Nadia , Gibran sendiri hanya mengancam Nadia agar Nadia menerima keputusannya. Ia tidak akan melakukan perbuatan bejat yang di benci oleh Allah .
Gibran kembali melanjutkan perjalanan mengantar Nadia . sesampai dirumah Nadia turun dari mobil dan disusul oleh Gibran , pak Ahmad yang sedang duduk di teras rumah sambil membaca buku Kajian tentang agama . melihat sang anak datang ia pun berdiri menyambut Nadia dan Gibran
"Assalamualaikum ayah " mencium punggung tangan ayahnya .
" waalaikumsalam Nadia, kok diantar sama nak Gibran bukannya adik mu yang akan menjemput mu nanti .
" Iya, tadi .... " Nadia menghentikan bicaranya tetapi Gibran langsung melanjutkannya .
" tadi kami bertemu di cafe Om, maaf om Gibran boleh berbicara dengan Om"
" Boleh nak" sambil mempersilahkan masuk kerumah .
__ADS_1