
Ketika Nadia sudah sampai di tempat kerja Nadia sedikit lebih semangat karna rindu kepada sang ayah sudah terobati .
Hari ini adalah rapat guru untuk ujian akhir
dan Fajar yang akan memimpin rapat tersebut .
Ketika rapat sudah dimulai, Fajar mimpin doa untuk membuka rapatnya. Fajar melihat Nadia yang sibuk dengan berkas-berkas yang akan disampaikan mengenai ujian .
Semua guru mata pelajaran sudah menjelaskan semua mengenai permasalahan yang dan hambatan mengenai ujian .
kini tiba masanya Nadia yang akan menjelaskan, fajar sedikit tersenyum dengan Nadia. Karna orang yang ia tunggu akhirnya berbicara juga.
Baik, saya Nadia Ahmad sebagai guru Agama Islam dan beberapa pelajaran agama Islam (seperti fiqih, hadits dan SKI ) saya yang bertanggung jawab .
Untuk itu izinkan Saya untuk menjelaskan beberapa penjelasan mengenai ujian dan hambatan atau Maslah yang harus diselesaikan disini .
Beberapa menit Nadia menjelaskan semuanya mengenai mata pelajaran yang ia pertanggung jawabkan . Fajar begitu kagum karna apa yai Nadia jelaskan sangat detail dan lengkap.
Fajar terus memperhatikan Nadia Samapi berakhirnya rapat . "Baik Saya sebagai kepala sekolah baru, Saya berharap bisa berkerja sama dengan kalian semua, bisa membangun sekolah ini lebih sukses nanti ". Ucap fajar
Amin ucap seluruh guru dan stap .
"Oh ya sebagai kepala sekolah baru disini saya untuk mengundang para stap dan guru-guru lain makan bersama di sebuah restoran di kota ini ".
" Wah makan enak donk hari ini" ucap Bu Susi cetus .
"Iya ni" jawab guru lain.
Nadia sediri sedikit binggung apakah ia bisa ikut dengan ajakan Fajar dan guru-guru lain .
Sampai Ratna sendiri memperhatikan gerak gerik Nadia yang sedikit binggung .
"Hey kok kayak binggung gitu sih kamu ? ada apa ?" tanya Ratna .
" Ngak kok mbak, ini lagi binggung ikut apa ngak, takut suami Nadia ngak izinin".
" Mending kamu izin dulu dengan pak Gibran" saran Ratna .
" Iya deh mbak makasih ya sarannya "
__ADS_1
" iya sekarang kamu hubungin dia "
Nadia pun mencoba menghubungi Gibran Naum Gibran sibuk dengan urusan kerjanya .
akhirnya Nadia mengirim pesan untuk izin bisa hadir di makan bersama .
Gibran telah selesai dengan lebtop ia pun melihat ponselnya ada beberapa kalau panggilan dari Nadia dan pesan darinya .
" Oh mau makan dengan bersama atau makan berdua bersama dengan kepala sekolah baru mu " gumam Gibran . Akhirnya ia menghubungi Nadia untuk memastikan
" assalamualaikum, kenapa mau makan bersama atau berdua dengan kepala sekolah baru mu ? " tanyanya dengan bertanya secara tutup poin.
" waalaikumsalam, ngak kok pak , benaran kalau ngak perca bapak bisa datang di restorannya nanti nanti saya WhatsApp ke bapak alamat dan nama restorannya" jawab Nadia jujur.
" Ya udah saya izinin kamu"
" makasih pak "
akhirnya setelah dapat izin Nadia dan stap serta guru-guru lain akan berangkat namun Nadia sendiri binggung harus mengunakan kendaraan apa untuk pergi . sedangkan semua guru yang menggunakan kendaraan motor atau mobil sudah terisi semua .
"Akhirnya Nadia akan memesan ojek online, namun dicegah oleh Ratna mending kamu ikut dengan pak fajar, pak fajar juga pakek mobil dan sendiri . mungkin ngak bermasalah untuk mengajak mu, Aku ingin membawa mu namun Bu Susi udah terlebih Dalu mau ikut kendaraan saya.
Bu susi mendengarnya menjawab ia tidak akan mengalah dengan Nadia .
Akhirnya Ratna memberanikan diri untuk berbicara dengan Fajar .
"Pak boleh bapak bawa Nadia sampai restoran tempat kita makan ? " tanya Ratna .
"Sangat boleh sekali , saya sendiri ngak keberatan selain Bu Nadia ada guru lain yang ikut saya ? "
" Ngak ada pak cuma Nadia karna Bu Nadia ngak bawa kendaraan "
Akhirnya Nadia ikut mobil Fajar, tanpa sepengetahuan Nadia ternya Gibran sudah tiba di restoran tempat Fajar pesan . Dan melihat Nadia turun dari kendaraan Fajar dan hanya berdua .
" Oh apakah ini katakan istri sholeha ?, dasar cewek matre " gumam Fajar dari dalam mobil miliknya .
Gibran memasuki restoran tanpa diketahui orang lain termasuk Nadia istrinya.
Saat itu juga meja fajar dan Nadia berhadapan dan fajar tak henti-hentinya memperhatikan Nadia .
__ADS_1
Nadia sendiri sedikit risih dengan Fajar karna perlakuan Fajar dan tatapnya tidak jauh dari hadapannya.
" Oh sekarang duduk berhadapan juga , ingat Nadia kamu tau aku tidak mau diuji dengan seperti ini , dan jangan pernah kamu ini permainan mu , aku kan beri pelajaran lebih dari ini jika itu mau mu" , batin Gibran .
Sudah satu jam berapa rangkaian acara makan bersama dan Bahakan mengobrol sesama guru sudah mereka jalani, akhirnya tiba waktunya pulang . Fajar sendiri akan menawarkan untuk mengatakan ia pulang namun Nadia menolak ajakan Fajar, ia memilih untuk naik taksi online atau ojek online . tapi sebelum pulang Nadia ingin toilet terlebih dahulu .
Gibran menarik tangan Nadia sebelum masuk ke dalam ke toilet . Dan Nadia sangat terkejut dengan kehadiran Gibran di restoran tersebut .
Ya ampun kok bapak bisa disini ? tanya Nadia kaget .
" Oh ini kelakuan kamu dibelakang ku " hardik Gibran .
"Maaf pak ini semua bisa saya jelasin" Jawab Nadia gugup .
"Oke cepat kamu ke toilet, aku akan tungguin kamu di depan kita pulang bareng, ngerti kamu .
" Baik pak ".
Akhirnya Nadia pulang bersama dengan Gibran selam perjalanan Nadia diam dan Gibran pun sama .
Tak butuh lama Nadia dan Gibran mobil telah tiba di halaman rumah , dan Gibran dengan cepat turun dan disusul dengan Nadia .
Gibran langsung memasuki kamar dan dengan cepat menarik tangan Nadia .
sampai Nadia sedikit merintih kesakitan oleh ulah Gibran .
" Nadia Ahmad", ucap Gibran kuat dan lantang .
" i..... ya pak " jawab Gibran gugup .
" Sekang Aku mau penjelasan mu apa yang kamu lakukan di belakang saya ? "
Aku liat kamu turun dari mobil Kepala sekolah itu duduk berhadapan Bahakan ia sering mengajak mu ngobrol dan terus memperhatikan mu ? , oh atau kalian ada hubungan sehingga ia bisa mengajukan jabatan ke sekolah saya itu karna kamu ? "
" Maaf pak itu semua ngak semua bapak lihat , saya sebenarnya ingin naik taksi online atau ojek sebelum pergi ke tempat makannya namun mbak Ratna menawarkan agar aku ikut pak Fajar , turus untuk ngobrol itu hanya sebatas pekerjaan dan yang bapak tuduhkan itu semua tidak ada hubungannya dengan ku Bahakan aku sendiri baru mengenalnya " .
Gibran sedikit menarik pinggang Nadia lebih dekat dengan tubuhnya, jangan pernah kamu bermain-main dengan ku dang ingat kamu masih berstatus istri saya , "Apakah ini dikatakan istri yang Sholeha ? , kamu tak layak menjadi wanita Sholeha di hadapan ku" bisik Gibran di telinga Nadia .
Air mata Nadia pun menetes dan mencoba melepaskan rangkulan Gibran darinya.
__ADS_1
" Maafin kesalahan Nadia hari ini dan jangan pernah bapak berpikir bahwa aku ada hubungan dengan Fajar" . ucap Nadia singkat dan meninggalkan Gibran dengan keadaan ia menangis .