
Akhirnya mereka tidur satu ranjang untuk ke dua kalinya . Gibran memperhatikan Nadia yang sedang terlelap, Gibran mulai mengelus pipi mulus Nadia " kamu sangat cantik Nadia, kamu juga wanita yang Soleha serta baik , Kamu melayani ku sangat sempurna tanpa ada 1 kekurangan, tapi kenapa aku masih meragukan mu Nadia " .
" Aku ingin menikahi orang yang aku cinta tanpa ada persyaratan yang aku penuhi dari kedua orang tua ku , Nadia kamu telah menjadi korban dari perjodohan ini , maafkan aku Nadia tapi berikan aku kesempatan untuk pelan- pelan bisa menerima pernikahan ini . teruslah bertahan dengan ujian ku ini " .
gumam Gibran sambil mengelus rambut Nadia dengan lembut.
Tanpa sadar Nadia tidur di tangan Gibran sambil memeluk Gibran layaknya gulung yang begitu nyaman baginya .
Gibran merasa sesuatu yang membuatnya sedikit Sulit untuk bernafas akhirnya ia membuka matanya dan melihat Nadia tidur begitu nyaman tidur di pelukannya. " emm owh kamu udah berani memeluk ku kayak gini " Batin Gibran .
Nadia terus menggeliat dan semakin memeluk Gibran , akhirnya Gibran pun melepaskan pelukan Nadia dengan sedikit memaksa . Nadia yang terusik ada sesuatu tangan yang melepas dari bantal guling yang begitu hangat ia pun membuka mata dan melihat Gibran yang ada di hadapannya. " emm pak Gibran peluk saya ya emmm so sweet deh " ucap Nadia khas dari Bagun tidur .
" hey kamu yang peluk saya sadar diri donk kamu "
" oh saya ya yang peluk ngak apa-apa donk pak Gibran itu suami saya , saya mau cium peluk atau lebih dari situ juga ngak ada masalah itu semua ibadah yang halal bagi suami istri tau ngak pak " .
" Oh menjawab , aku ngak selera tau liat kamu dasar cewek penggoda "
" biar goda suami ku sendiri juga " jawab Nadia ketus .
Akhirnya suara azan subuh sayup-sayup terdengar di telinga keduanya akhirnya mereka menyelesaikan perdebatan dan memutuskan untuk sholat subuh .
****************
Seperti biasanya Nadia lebih mendahulukan Gibran untuk berangkat kerja tapi kali ini Gibran memutuskan untuk mengantar Nadia ke sekolah tempatnya mengajar , Gibran akan mencoba perlahan memberikan tanggung jawab sebagai suami untuk Nadia .
" Hari ini yang antar kamu , cepat selesaikan urusan mu jangan lama-lama nanti telat kamu, aku ngak mau seorang pendidik di sekolah milik ku ada guru yang tak disiplin seperti mu "
" Ngak apa-apa kok pak nanti saya naik taksi aja , bapak duluan aja berangkat kerja " .
"Cepat ini perintah suami , apabila seorang istri tidak mengikuti perintah suaminya maka dosa bagi istrinya "
Akhirnya Nadia menuruti perintah Gibran.
Sampai di halaman sekolah Nadia berpamitan kepada Gibran mencium punggung tangan Gibran dan Nadia memberanikan diri untuk mencium pipi Gibran .
" hey apa yang kamu lakukan ha ?" seru Gibran sambil membuka matanya begitu lebar kehadapan nadia.
" Ini hadiah untuk pak Gibran yang sudah mengantar ku kerja hari ini , ya udah ya pak aku mau kerja dulu assalamualaikum". pamit Nadia .
__ADS_1
" waalaikumsalam"
Gibran sesampai di kantor ia sering tersenyum sendiri Bahakan orang-orang di kantornya merasa aneh karna seorang Gibran merupakan sosok yang pendiam dan tidak bahkan untuk tersenyum kepada stap-stapnya saja jarang terlihat.
Hari ini adalah ada janji dengan sahabatnya Irfan , karna setelah ia menikah merka belum pernah betemu . sahabatnya Irfan juga sangat sibuk dengan bisnis yang ia jalani.
Keduanya melakukan makan siang bersama dan Irfan sedikit dengan sahabatnya Gibran .
Selama ia putus dengan shopia Gibran sangat sulit untuk tersenyum . hari ini Irfan sedikit memperhatikan Irfan yang sangat terawat dan Bahkan badannya sedikit berisi semakin tanpa serta senyum yang terpancar di wajar Gibran sangat terlihat bahwa ia sedang berbunga-bunga .
" Hey bro semakin cakep aja Lo , dan bahkan kamu sedari tadi gue perhatiin lo sering senyuman-senyum sendiri " tanya Irfan
" apa sih Lo biasa aja kok ngak ada apa-apa"
" Emm apa jangan-jangan kamu udah mau jadi ayah ni "
" Hey Lo itu ngomong apa fan, ngak mungkin tau " .
" Bisa aja donk kan kamu udah punya istri "
" Iya , Tapi gue ..... " ia menggantung jawabannya
" Siapa bilang, jangan sok tau kamu "
" Gue tau kita udah lama sahabatan jadi gue tau klau kamu lagi bohong dengan gue "
" Aku belum bisa menerima dia dengan seutuhnya "
" What .... ? kenapa ? bukannya dia merawat mu begitu baik , kamu sendiri yang ngomong kemarin di telepon"
" Iya sangat baik dia sangat sempurna untuk menjadi seorang istri "
" Terus apa yang kurang darinya ?"
" Gue takut jika dia akan harta gue dan dia akan tinggalin gue "
" Hey bro jangan samakan Nadia dengan shopia , Nadia wanita baik-baik "
" Lo percaya dari mana ? , Lo aja ngak kenal dengan dia " .
__ADS_1
" Ya gue belum mengenalnya tapi aku sudah mencari tahu semua tentang Nadia semenjak Lo kenalin dia sebagai calon istrimu ketika kita berada di cafe "
" Kenapa kamu suka dengan istri ku ? ".
tanya Gibran tanda tak suka .
" Bro , gue itu sahabat mu jadi gue ngak akan biarin sahabat gue terjerumus dengan wanita seperti shopia , Tapi kalau Lo ngak mau dengan Nadia , Lo lepasin dia . Aku akan membahagiakan dia ". Jawab Irfan begitu serius dengan Gibran .
" Lo jangan macem-macem ya , ingat dia itu istri gue , gue tidak akan lepasin dia walaupun apa yang terjadi kedepannya " .
" Udah cinta tu " Ejek Irfan .
" Udah ah , disini gue mau makan bukan cerita tau "
ha ha ha merka pun tertawa memecahkan suasana.
Merka makan bersama dan Gibran mulai galau dengan ucapan sahabatnya Irfan .
Akhirnya tak beberapa lama merka pun memutuskan untuk kembali kekantor
" Gibran yang akan melakukan meeting bersama perusahan Wijaya grub yang begitu Gibran tunggu , ingin berkerja sama dengan perusahan tersebut "
Namun ia memikirkan Nadia , karna Nadia akan sedikit lama menunggunya pulang karna meeting yang ia adakan setelah sholat Isyak.
" apa gue kabarin aja dulu ya " gumam Gibran
akhirnya ia mengubungi Nadia ia memberitahu Nadia bahwa ia akan lewat waktu .
Nadia pun paham apa yang di sampaikan suaminya , namun Nadia akan tetap setia untuk menunggu kedatangan suaminya.
Gibran melakukan meeting dan akhirnya perusahan Saputra Ekonomis grub miliknya bekerja sama dengan wijaya grub .
Setalah meeting Gibran melihat jam sudah menunjukan pukul 10 malam akhirnya Gibran dengan cepat menarik kunci mobil menuju parkiran dan ia dengan cepat meninggalkan kantor .
Tiba dirumah Gibran mengetok pintu namun tidak ada jawaban akhirnya Gibran membuka pintu dengan kunci yang ia pegang .
Dan melihat Nadia telah tertidur di atas sofa ruang tamu " Ya Allah maaf aku telah membiarkan istri ku ketiduran " .
Akhirnya Gibran membopong tubuh Nadia untuk tidur di kamar , Gibran membaringkan Nadia di lantai namun ia tidak tega akhirnya ia meletakan tubuh Nadia di atas kasur .
__ADS_1