Perjodohan Yang Tak Disangka

Perjodohan Yang Tak Disangka
Mulai Perhatian


__ADS_3

Akhirnya mereka tidur satu ranjang untuk ke dua kalinya . Gibran memperhatikan Nadia yang sedang terlelap, Gibran mulai mengelus pipi mulus Nadia " kamu sangat cantik Nadia, kamu juga wanita yang Soleha serta baik , Kamu melayani ku sangat sempurna tanpa ada 1 kekurangan, tapi kenapa aku masih meragukan mu Nadia " .


" Aku ingin menikahi orang yang aku cinta tanpa ada persyaratan yang aku penuhi dari kedua orang tua ku , Nadia kamu telah menjadi korban dari perjodohan ini , maafkan aku Nadia tapi berikan aku kesempatan untuk pelan- pelan bisa menerima pernikahan ini . teruslah bertahan dengan ujian ku ini " .


gumam Gibran sambil mengelus rambut Nadia dengan lembut.


Tanpa sadar Nadia tidur di tangan Gibran sambil memeluk Gibran layaknya gulung yang begitu nyaman baginya .


Gibran merasa sesuatu yang membuatnya sedikit Sulit untuk bernafas akhirnya ia membuka matanya dan melihat Nadia tidur begitu nyaman tidur di pelukannya. " emm owh kamu udah berani memeluk ku kayak gini " Batin Gibran .


Nadia terus menggeliat dan semakin memeluk Gibran , akhirnya Gibran pun melepaskan pelukan Nadia dengan sedikit memaksa . Nadia yang terusik ada sesuatu tangan yang melepas dari bantal guling yang begitu hangat ia pun membuka mata dan melihat Gibran yang ada di hadapannya. " emm pak Gibran peluk saya ya emmm so sweet deh " ucap Nadia khas dari Bagun tidur .


" hey kamu yang peluk saya sadar diri donk kamu "


" oh saya ya yang peluk ngak apa-apa donk pak Gibran itu suami saya , saya mau cium peluk atau lebih dari situ juga ngak ada masalah itu semua ibadah yang halal bagi suami istri tau ngak pak " .


" Oh menjawab , aku ngak selera tau liat kamu dasar cewek penggoda "


" biar goda suami ku sendiri juga " jawab Nadia ketus .


Akhirnya suara azan subuh sayup-sayup terdengar di telinga keduanya akhirnya mereka menyelesaikan perdebatan dan memutuskan untuk sholat subuh .


****************


Seperti biasanya Nadia lebih mendahulukan Gibran untuk berangkat kerja tapi kali ini Gibran memutuskan untuk mengantar Nadia ke sekolah tempatnya mengajar , Gibran akan mencoba perlahan memberikan tanggung jawab sebagai suami untuk Nadia .


" Hari ini yang antar kamu , cepat selesaikan urusan mu jangan lama-lama nanti telat kamu, aku ngak mau seorang pendidik di sekolah milik ku ada guru yang tak disiplin seperti mu "


" Ngak apa-apa kok pak nanti saya naik taksi aja , bapak duluan aja berangkat kerja " .


"Cepat ini perintah suami , apabila seorang istri tidak mengikuti perintah suaminya maka dosa bagi istrinya "


Akhirnya Nadia menuruti perintah Gibran.


Sampai di halaman sekolah Nadia berpamitan kepada Gibran mencium punggung tangan Gibran dan Nadia memberanikan diri untuk mencium pipi Gibran .


" hey apa yang kamu lakukan ha ?" seru Gibran sambil membuka matanya begitu lebar kehadapan nadia.


" Ini hadiah untuk pak Gibran yang sudah mengantar ku kerja hari ini , ya udah ya pak aku mau kerja dulu assalamualaikum". pamit Nadia .

__ADS_1


" waalaikumsalam"


Gibran sesampai di kantor ia sering tersenyum sendiri Bahakan orang-orang di kantornya merasa aneh karna seorang Gibran merupakan sosok yang pendiam dan tidak bahkan untuk tersenyum kepada stap-stapnya saja jarang terlihat.


Hari ini adalah ada janji dengan sahabatnya Irfan , karna setelah ia menikah merka belum pernah betemu . sahabatnya Irfan juga sangat sibuk dengan bisnis yang ia jalani.


Keduanya melakukan makan siang bersama dan Irfan sedikit dengan sahabatnya Gibran .


Selama ia putus dengan shopia Gibran sangat sulit untuk tersenyum . hari ini Irfan sedikit memperhatikan Irfan yang sangat terawat dan Bahkan badannya sedikit berisi semakin tanpa serta senyum yang terpancar di wajar Gibran sangat terlihat bahwa ia sedang berbunga-bunga .


" Hey bro semakin cakep aja Lo , dan bahkan kamu sedari tadi gue perhatiin lo sering senyuman-senyum sendiri " tanya Irfan


" apa sih Lo biasa aja kok ngak ada apa-apa"


" Emm apa jangan-jangan kamu udah mau jadi ayah ni "


" Hey Lo itu ngomong apa fan, ngak mungkin tau " .


" Bisa aja donk kan kamu udah punya istri "


" Iya , Tapi gue ..... " ia menggantung jawabannya


" Siapa bilang, jangan sok tau kamu "


" Gue tau kita udah lama sahabatan jadi gue tau klau kamu lagi bohong dengan gue "


" Aku belum bisa menerima dia dengan seutuhnya "


" What .... ? kenapa ? bukannya dia merawat mu begitu baik , kamu sendiri yang ngomong kemarin di telepon"


" Iya sangat baik dia sangat sempurna untuk menjadi seorang istri "


" Terus apa yang kurang darinya ?"


" Gue takut jika dia akan harta gue dan dia akan tinggalin gue "


" Hey bro jangan samakan Nadia dengan shopia , Nadia wanita baik-baik "


" Lo percaya dari mana ? , Lo aja ngak kenal dengan dia " .

__ADS_1


" Ya gue belum mengenalnya tapi aku sudah mencari tahu semua tentang Nadia semenjak Lo kenalin dia sebagai calon istrimu ketika kita berada di cafe "


" Kenapa kamu suka dengan istri ku ? ".


tanya Gibran tanda tak suka .


" Bro , gue itu sahabat mu jadi gue ngak akan biarin sahabat gue terjerumus dengan wanita seperti shopia , Tapi kalau Lo ngak mau dengan Nadia , Lo lepasin dia . Aku akan membahagiakan dia ". Jawab Irfan begitu serius dengan Gibran .


" Lo jangan macem-macem ya , ingat dia itu istri gue , gue tidak akan lepasin dia walaupun apa yang terjadi kedepannya " .


" Udah cinta tu " Ejek Irfan .


" Udah ah , disini gue mau makan bukan cerita tau "


ha ha ha merka pun tertawa memecahkan suasana.


Merka makan bersama dan Gibran mulai galau dengan ucapan sahabatnya Irfan .


Akhirnya tak beberapa lama merka pun memutuskan untuk kembali kekantor


" Gibran yang akan melakukan meeting bersama perusahan Wijaya grub yang begitu Gibran tunggu , ingin berkerja sama dengan perusahan tersebut "


Namun ia memikirkan Nadia , karna Nadia akan sedikit lama menunggunya pulang karna meeting yang ia adakan setelah sholat Isyak.


" apa gue kabarin aja dulu ya " gumam Gibran


akhirnya ia mengubungi Nadia ia memberitahu Nadia bahwa ia akan lewat waktu .


Nadia pun paham apa yang di sampaikan suaminya , namun Nadia akan tetap setia untuk menunggu kedatangan suaminya.


Gibran melakukan meeting dan akhirnya perusahan Saputra Ekonomis grub miliknya bekerja sama dengan wijaya grub .


Setalah meeting Gibran melihat jam sudah menunjukan pukul 10 malam akhirnya Gibran dengan cepat menarik kunci mobil menuju parkiran dan ia dengan cepat meninggalkan kantor .


Tiba dirumah Gibran mengetok pintu namun tidak ada jawaban akhirnya Gibran membuka pintu dengan kunci yang ia pegang .


Dan melihat Nadia telah tertidur di atas sofa ruang tamu " Ya Allah maaf aku telah membiarkan istri ku ketiduran " .


Akhirnya Gibran membopong tubuh Nadia untuk tidur di kamar , Gibran membaringkan Nadia di lantai namun ia tidak tega akhirnya ia meletakan tubuh Nadia di atas kasur .

__ADS_1


__ADS_2