Perjodohan Yang Tak Disangka

Perjodohan Yang Tak Disangka
Swiss 2


__ADS_3

Merka kembali ke hotel, tapi sebelumnya keduanya memesan ke resepsionis hotel untuk membuatkan makanan yang halal karna takut keduanya diberikan makanan non halal.


Mereka membersihkan badan setelahnya melakukan aktifitas seperti biasanya sebagai seorang muslim. Gibran merasa lapar iapun memberitahu Nadia untuk ikut dengannya turun untuk makan malam di ruang makan di hotel tersebut .


Nadia mengikuti suaminya karna ia merasa belum terlalu lapar namu ia tidak ingin aduh mulut dengan sang suami .


Melihat makanan yang sudah tersaji Gibran mempersilahkan Nadia untuk mencicipi makanan apakah Nadia menyukai makanan yang telah disiapkan . karna Gibran tahu bahwa Nadia tidak menyukai makanan yang dari luar terutama sejenis frozen food bahkan Nadia tidak menyukai fiza , dll.


Nadia melihat makanan yang Gibran pesan , mencoba mencicipinya dan Nadia merasa cukup menyukai makanan tersebut .


" Nadia suka pak makannya "


" Oke , kalau gitu habisin jangan ada sisa "


" Ha , nanti aku gemuk pak, nanti pak Gibran berpaling dari Nadia "


" ha ha ha kamu ngomong apa sih" mana mungkin aku berpaling dengan mu , walaupun apapun yang terjadi di rumah tangga ini aku tidak akan melepaskan mu Nadia " gumam Gibran .


Gibran melihat Nadia yang sedang asik makan tiba-tiba , ada sahabatnya Irfan menghampiri mereka " hey bro Lo kok kalian ada disini jangan-jangan lagi honeymoon ni ? " tanya Irfan .


" Ngak gue ada urusan kerja " jawab Gibran singkat.


" ye bro sekalian lah honeymoon ya kan nad ? "


" Emm iya mas Irfan , oh ya mas Irfan Kok ada disini ? "


" ya saya lagi ada urusan kerja , Oh ya boleh ikut gabung ngak sama kalian ? "

__ADS_1


" Boleh mas , duduk aja " Nadia mempersilahkan Irfan duduk diantara ia dengan Irfan .


" Ngak apa-apa ini kan bro ? " tanya kepada Gibran .


" iya ngak Masalah kok "


Irfan yang lebih banyak berbicara dengan Nadia di banding sahabatnya sendiri Gibran , Nadia juga sangat antusias mengobrol dengan Irfan karna Nadia juga merasa bosan kebanyakan diam karna Gibran selalu bersikap dingin , dan ketika berbicara merka pasti cekcok .


" Oh ya Nad , kamu udah ke mall belum ? "


" emm belum mas , mungkin 2 hari sebelum pulang ke Indonesia mas "


" Emm oke kabarin saya ya , nanti saya yang akan nemani kamu atau bahkan saya akan membelikan kamu barang-barang yang kamu suka , itu kalau sahabat gue ini sibuk , saya akan suka rela nemani kamu oke Nad "


" Iya mas insyaallah ya "


"Lo lu bilang ada kerjaan "


Gibran hanya diam dan melanjutkan makannya dengan raut wajah kesal Irfan bisa menebak bahwa sahabatnya itu lagi cemburu " emm biar tau rasa Lo , istri cantik baik kaya gini sia-siain " batin Irfan .


setalah merka makan Nadia dan Gibran ingin kembali ke kamar namun Gibran bertanya bahwa Irfan menginap di hotel yang sama atau tidak , ternyata Irfan hanya ada keperluan bisnisnya di hotel tersebut , Irfan tidur di hotel yang sedikit jauh dari Gibran dan Nadia tempati .


Sesampainya di kamar Gibran bertanya dengan Nadia " kaya udah akrab aja dengan Irfan ? bukan main ngobrol dengan dia dengan suami sendiri di cue Ki , sibuk manggil dia mas Irfan lagi geli saya dengarnya "


" Owh jadi pak Gibran mau saya panggil mas juga ya , dengan senang hati lah saya akan tunaikan permintaan pak Gibran , Mas Gibran " suara manja Nadia di keluarkan


" I geli lah aku dengarnya "

__ADS_1


" Ye ya udah kalau ngak mau saya akan tetap panggil pak Gibran oke "


" Ehhh iya Boleh kamu panggil saya Mas Gibran sekarang "


" Alhamdulillah siap Mas Gibran ganteng , Suami Nadia paling baik " .


Nadia terus-menerus memperbaiki rumah tangganya , dia mencoba mendekatkan diri dengan suaminya , meski ia sudah sering namun Gibran selalu cuek dengannya .


" Mas Nadia tidur disini ya , Nadia capek mau tidur di sofa "


" Ngak boleh " Sabil menghempaskan badan dan posisi Gibran telentang tanda tidak membolehkan Nadia untuk tidur dengannya .


" Ya mas ayo donk aku capek , kalau mau boleh deh aku urut mas sebagai upahnya "


" Eh tapi ingat jangan macem -macem kamu "


" yang ada mas Gibran yang tergoda dengan saya "


" Apa kamu bilang saya tak nafsu ya dengan kamu "


" Oh ya oke ingat ya mas , nanti mas akan menjilat ludah mas sendiri "


Nadia Menganti pakaiannya dengan baju daster yang sebelumnya ia pakai ketika beristirahat waktu sore . Dan nadia setelah membagi pakaian tidur ia pun berbaring di atas kasur namun Gibran mencegahnya


" Hey kamu bilang , kamu akan urut badan saya , sekarang urut sampai aku tertidur "


" em oke oke", Nadia menuruti perintah suaminya . bukan Gibran yang tertidur malah sebaliknya Nadia yang tertidur dan pipinya berada di punggung Gibran . Gibran kemudian membenarkan posisi Nadia .

__ADS_1


__ADS_2