Perjodohan Yang Tak Disangka

Perjodohan Yang Tak Disangka
Mulai Perhatian


__ADS_3

Nadia terbangun di ½ 3 malam melihat keadaanya sudah ada dalam kamar.


Lo kok bisa tidur di kamar bukannya aku tertidur di ruang tamu ? terus siapa yang mindahin gue ? apa benar pak Gibran yang mengendong saya ke dalam kamar ?


Nadia tidak menghiraukan siapa yang memindahkannya tapi ia tau bahwa tidak ada lain dirumah selain gibran .


Nadia sholat malam dan memanjatkan doa untuk rumah tangganya dan keluarganya .


waktu pagi sudah tiba waktunya Nadia berangkat untuk berkerja sebelum berkerja seperti biasanya Nadia menyiapkan keperluan suaminya dan tidak lupa bekal tidak ketinggalan .


Nadia mencium punggung suaminya dan memberikan bekal untuknya


" pak ini bekalnya "


Ha bekal emang gue anak sekolah ?


" bukan pak, tapi aku ingin merawat suami ku dengan baik aku tidak akan membiarkan suami ku terlalu sering memakan makanan diluar sana . dimana diluar sana belum bisa menjamin semua kebersihannya pak ".


Kamu kira saya makanan makanan yang tidak higenis gitu ? , gue makan makanan dari restoran yang bersih dan higenis ya jadi jangan sok ngajarin saya kamu .


"Maafkan saya pak jika perkataan saya barusan membuat bapak tersinggung, Tapi Nadia hanya ingin bapak memakan makanan dari tangan ku sendiri . jika bapak ngak mau membawa bekalnya ya udah ngak apa-apa kasih aja sama orang kator bapak , sekretaris mu , atau satpam , anggap ini sedekah dari kita . Sedikit tersenyum .


Gibran pun mengambil bekal dari Nadia dan cepat meninggalkan Nadia.


Setelah kepergian Gibran Nadia bersiap untuk berangkat berkerja seperti biasanya dan ia mengunakan kendaran umum . Ia akan turun sedikit jauh dari halaman sekolah takut rekan gurunya mengetahui bahwa ia tidak diantar oleh suaminya, ia akan selalu menjaga aib suaminya.


Sedangkan Gibran sampai di kantor disambut oleh semua karyawan dan tak lupa dengan sekertaris dia yang selalu menyapa dengan ramah dia adalah Nadira .


Pagi pak , Oh ya pak kok kayanya bapak lagi Betek ? tanya Nadira .


"Udah diam kamu mau gue pecat ha ? jawab Gibran marah ".


Galak amat pak ? pasti ibu Nadia ngak kasih bapak jatah ya malam tadi ? goda Nadira .


"Apa Kamu bilang ? Udah ya jangan banyak tanya dan jangan banyak ikut campur dengan urusan gue dengar kamu . Ni gue ada bekal buat kamu , kamu makan aja gue ngak minat ."


Lo kok gitu pak ini kan buat pak Gibran . ini pasti dari ibu Nadia ?


" ngak perlu tau itu dari mana. kamu makan aja , gue ngak suka" , Ya udah lanjutin kerjaan kamu "


baik pak terimakasih bekalnya , pak Gibran baik .


Gibran memasuki ruangannya , dan mulai sibuk dengan urusan bisnisnya memang sangat banyak proyek-proyeknya yang berkerja sama dengan perusahan ternama di Indonesia bahkan diluar negri .


Tiba makan siang Gibran masih bekerja dan menyiapkan beberapa berkas untuk dibawak Meeting sore ini. Perut Gibran sudah berbunyi tanda mintak isi , akhirnya ia keluar untuk makan siang dan sekalian untuk sholat Zuhur .


Pada saat keluar ia disambut dengan sekretarisnya dan mengucapkan terimakasih .


Pak terimakasih udah memberikan bekal terenak yang pernah Nadira rasakan. Pak Gibran pasti nyesel udah ngasih bekal sama Nadira , kalau bekal itu betul-betul enak .


"Siapa bilang gue nyesel ha ?' Tapi dalam batin Gibran memang sedikit kesal karna ia memberikan bekal kepada Nadira, karna ia akan memakan bekal dari Nadia dalam ruangnya tidak perlu susah untuk mencari makanan diluar.

__ADS_1


Oh ya pak beli dimana kayanya aku akan order makanan di rumah makan itu deh setiap hari . karna itu benar-benar enak orang itu ngasih bumbu banyak terus dia juga kayanya ngak ngasih penyedap rasa deh . ini makanan sehat Lo pak , jarang baget rumah makan yang jual makanan tanpa penguat rasa (MSG) .


"ya jelas lah istri gue yang masak makanya enak " batinnya .


"Udah ngocehnya kamu cari sendiri dari mana gue beli bekal kamu makan tadi". jawab Gibran ketus dan meninggalkan Nadira .


Is pak Gibran kebiasaan deh sukanya marah-marah aja.


Gibran kembali ke ruangan setelah makan siang dan melaksanakan kewajibannya . Di dalam ruangan m, Gibran kedatangan tamu tak lain mantan kekasihnya yaitu Shopia.


Mau apa kamu ke kantor saya ?


Sayang kok bicara gitu sih ! aku kan kagen dengan kamu . Kita sarapan yuk ? ajak shopia


Ngak bisa gue banyak kerjaan mending kamu keluar dari ruang ku .


Shopia menggelayut manja dengan Gibran, nun Gibran tidak sama sekali membalasnya dan terus memaksa untuk melepasnya .


Namun Shopia tidak pernah ingin menyerah menggoda Gibran. Sampai Shopia duduk dipangkuan gibran membuat Gibran marah dan menarik tangan shopia sampai keluar ruangannya .


Shopia kesal karna tidak dapat menggoda Gibran membuatnya tidak berputus asa , untuk mendapatkan Gibran kembali di pelukannya .


Gibran menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat dan memutuskan untuk cepat pulang kerumah .


Sesampai dirumah namun Gibran tidak mendapatkan keberadaan Nadia .


" Dimana dia "? gumamnya .


Gue kan ngak ada nomor ponselnya. Dimana dia sekarang ? Mending gue hubungi sekolah dulu karna udah sore baget kayak gini belum pulang . Seru Gibran


"Hello assalamualaikum"


waalaikumsalam dengan siapa?


"Iya saya Gibran Saputra, suami dari Nadia Ahmad ".


Pak Gibran, maaf pak ada yang bisa saya bantu ? Ucapan stap sekolah.


"Apakah ibu Nadia sudah pulang atau masih berasa di sekolah ? "


"Maaf pak sepertinya ibu Nadia sudah pulang .


Tapi sebelumnya saya sempat dengar kalau beliau ingin berbelanja kebutuhan sehari-hari"


"Oke Terimakasih, Assalamualaikum "


"Iya pak sama sama waalaikumsalam" .


Gibran menyambar kunci mobil dan tanpa pikir panjang Gibran menyusul Nadia , Gibran lupa bahwa semalam ia membawa Nadia pergi untuk berbelanja kebutuhan rumah .


Sampai di Mall Gibran mencoba mencari keberadaan Nadia namun sulit karna mall itu sangat besar dan cukup ramai yang mengunjunginya .

__ADS_1


Akhirnya Gibran menghubungi Salah satu stap Sekolah untuk mengirimkan nomor ponsel milik Nadia.


tak beberapa lama ia sudah mendapatkannya dan memutuskan untuk menghubungi Nadia.


Hello Assalamualaikum


Waalaikumsalam ya siapa ? jawab Nadia


Ini gue Gibran, sekarang kamu dimana ?


"Saya lagi belanja untuk kebutuhan rumah pak . Nadia sempat nungguin bapak disekolah namun bapak tak kunjung datang akhirnya aku memutuskan untuk pergi sendiri ."


" Iya aku mintak maaf karna aku kelupaan, aku udah di mall ngak terlalu jauh dari tempat mu kerja jadi aku yakin kamu pasti disini ".


" Iya pak benar, sekarang aku di tempat bahan dapur ".


Tunggu aku disana. Gibran mematikan ponsel dan mencari keberadaan Nadia .


Mereka bertemu, dan tanpa pikir panjang merka melanjut belanja . Gibran membeli kebutuhan rumah yang sangat banyak .


akhirnya selesai dan Gibran mengambil kartu untuk membayarnya namun Nadia lebih dahulu memberikan kartu kepada kasir .


"maaf mbak kartu ini aja ucap Gibran pada kasir . "


"Tapi pak . "


"udah kamu simpan uang itu kamu gunakan kebutuhan kamu dan buat bantu-bantu ayah juga. "


Sebelum pulang Gibran Nadia mampir di sebuah restoran yang mewah Gibran telah memesan makanan dari ponselnya dan hanya mengambil pesanan untuk di Bawak pulang.


"Malam ini ngak usah masak , karna ini udah ada makanan. Sambil memberikan bungkusan dari restoran ".


" Iya pak "


Sampai di rumah Nadia memutuskan untuk mandi terlebih dan Nadia lupa membawa hijab ke dalam kamar mandi .


Gibran memasuki kamar mendengar suara air dari kamar mandi , Gibran memilih untuk berbaring di atas ranjang sambil menunggu Nadia keluar . karna ia akan melakukan rutinitas mandi .


Di dalam kamar mandi Nadia sedikit gelisah karna ia ketinggalan hijabnya .


"Aduh gimana ni oh ya aku kan ada handuk mending handuk ini aja aku gunakan untuk gantiin hijab aku . "


Click suara kamar mandi terbuka, Gibran membelikan mata melihat sang istri sudah mandi namun tidak mengungkapkan hijab tapi menggunakan handuk untuk menutupi kepalanya, tapi sedikit keluar rambut Nadia karna rambut Nadia sangatlah panjang.


Gibran memperhatikan Nadia dari ujung kaki sampai kepala, "sangat cantik" ucapnya singkat .


Iapun sadar " aduh gue ngomong apa barusan ? bodoh Gibran kamu baru segitu gimana yang lain." Mati gue kalau kayak gini . batinnya, dan berdiri berjalan memasuki kamar mandi .


...****************...


Ayo besthei tolong bantuan dan dukungannya untuk novel ini , semoga bisa menghibur para pembaca ya jangan lupa di like, komentar dan di share juga .

__ADS_1


__ADS_2