
Mas Gibran, Nadia mendekatkan diri pada sang suami . Gibran merasa hawa dala tubuhnya tidak bisa terkendali "Ya Allah dia istri ku dan dia hak ku jadi aku bisa lakuin apa aja sebagai tanggung jawab ku untuk berikan ia nafkah batin " batin Gibran .
" Nadia " Ucap Gibran sambil memandang wajah cantik Nadia .
tak sempat Nadia menjawab Gibran telah mencium kening Nadia dan memeluknya begitu erat . " izinkan mas untuk menguasai mu malam ini "
" Ha" , Jujur di dalam hati Nadia ada rasa takut dan rasa tak mampu menghadapi semua ini, tapi inilah awal pernikahannya setelah sekian lama kali ini Gibran ingin menyentuhnya . " Iya mas , Mas mau ngapain Nadia itu hak mas "
Gibran yang mulai mengelus pipi Nadia, dengan sangat lembut membelai rambut panjang miliknya .
" Mas Nadia sayang dengan mas Gibran "
" Maafin mas Selama ini Nadia "
" Maafin Nadia juga mas sering buat mas kesal" .
Gibran mulai beralih mencium hidung mata dan Gibran mulai membuka baju yang Nadia gunakan switer telah lepas terlihat bentuk tubuh Nadia yang mulus .
"Mas Kita sholat dulu yuk " Nadia menghentikan gerakan Gibran .
akhirnya keduanya sholat 2 rakaat berjamaah. setelah sholat Nadia mencium tangan sang suami . Gibran pun mencium kening Nadia cukup lama. Nadia menyimpan peralatan sholat dan mulai menaiki ranjang dimana di atas ranjang sudah menunggu.
Gibran mulai menyambut kedatangan sang istri dengan penuh senyum .
__ADS_1
Gibran mulai menyentuh Nadia mencium pipi beralih ke mata , hidung , beralih ke leher jenjang Nadia . Gibran menghirup aroma tubuh Nadia yang begitu wangi . " Mas suka aroma tubuh mu "
Nadia hanya mengangguk , " Mas Nadia ngak kuat " . lirih Nadia.
Gibran beralih di baju linier melorotkan tali di nya sebelah kanan terlihat indah milik Nadia
Gibran menciumnya dengan penuh lembut dan menyentuhnya . setelah mencium dan menyentuhnya beralih ke kanan Gibran melakukan hal yang sama .
Nadia sudah menahan suara " mas " .
" Iya sayang"
Nadia bagia Gibran memanggilnya dengan sebutan saya . Tanpa pikir panjang Gibran melanjutkan aksinya .
****************
suara azan subuh di ponsel Nadia sudah berkumandang Kedua insan tersebut tidur dalam keadaan berpelukan rasa bahagia yang merka rasakan setelah lama berumah tangga baru malam ini di kota swiss terjadinya Malam pertama untuk keduanya .
Nadia terbangun dari tidurnya " Mas Bagun udah subuh " Nadia melonggarkan pelukan sang suami . Gibran menyadari bahwa sang istri akan ke kamar mandi namun Gibran menahannya " Mas masih kagen dengan kamu " Gibran mencium kening sang istri sambil mengatakan " Terimakasih untuk semuanya " .
" Iya mas , udah ya kita mandi dan sholat subuh berjamaah "
" Mas bantu ya ke kamar mandi , tunggu mas siapin dulu air hangat untuk kamu " Gibran beranjak dari tempat tidur mengunakan kain sarung yang sudah ia gunakan semalam setelah sholat sunah berjamaah dengan sang istri .
__ADS_1
" Iya mas " .
tak butuh lama Gibran keluar dari kamar mandi dan menuntun sang istri untuk ke kamar mandi untuk mandi wajib .
"Makasih mas " ucap Nadia .
" Iya , nanti klau butuh bantuan panggil mas aja ya "
" Iya " .
Gibran menutup pintu kamar mandi , dan tersenyum makasih istriku melihat noda merah di seprai tempat tidur.
Tak berpa lama Gibran mendengar pintu kamar mandi terbuka melihat sang istri sudah selesai mandi .
" udah selesai mandi " Gibran mengambilkan pakaian Nadia dari dalam koper milik sang istri " tanpa malunya mengambil semua pakaian yang Nadia butuhkan
" Mas ngak usah Nadia malu tau "
" udah ngak apa-apa mas juga udah liat semuanya ".
" mas " mata Nadia melotot , merasa malu dengan tingkah sang suami .
Gibran pun memasuki kamar mandi dan melakukan mandi wajib
__ADS_1