
Nadia dan Gibran telah kembali ke Indonesia, merka semakin mesra dan kedua orang tua Gibran pun senang melihatnya.
Gibran selalu menempel dengan Nadia semenjak mereka berhubungan suami istri Gibran selalu menggoda Nadia bahkan selalu membuat pipi Nadia merah .
Gibran yang sudah kembali bekerja sama seperti Nadia yang mulai kembali mengajar disekolah .
Setiap pagi Gibran mengantar Nadia, dan kepala sekolah Nadia pun sudah tau bahwa Nadia adalah istri dari pemilik sekolah yang ia pimpin saat ini . Fajar menyesal karna telah menyukai istri dari seorang Gibran .
****************
...Gibran yang telah tiba di kantor setelah mengantar istrinya kerja . Ia di sambut oleh Talita dengan senyuman yang mengembang di bibirnya Talita....
" Eh kamu udah datang, kamu makin ganteng aja sekarang " goda Talita
" Iya makasih " jawab Gibran singkat .
Talita mulai mengikuti Gibran sampai keruangan Gibran dan mulai menjalankan aksinya .
" aku kagen " sambil memeluk Gibran dari belakang .
__ADS_1
Gibran langsung sadar dan langsung menepis tangan Talita yang melingkar di pinggangnya " lepaskan Talita saya sudah memiliki istri " tolong jaga sikap mu .
Talita yang mengunakan pakaian seksi, serta buah dada yang menonjol begitu terlihat . banyak orang yang menggoda talita namun Talita tidak memperdulikan karna yang ia harapkan hanyalah Gibran.
Talita semakin menarik lengan bajunya kebawah sampai buah dadanya sedikit lagi akan terbuka . ia akan mencoba menggoda Gibran dengan cara kotornya saat ini demi mendapatkan dan menikah dengan seorang Gibran.
" Talita tolong kamu keluar dari ruangan saya , dan tolong kamu jangan memakai pakaian yang seperti kamu pakaian saat ini, ini kantor saya jadi ikuti aturan dalam kantor ini mengerti" Gibran memalingkan wajahnya agar ia tidak melihat Talita .
"Gibran, masak kamu ngak tertarik, kamu belum pernah menyentuh istri kampungan itukan, jadi gue rela melayani mu " Talita mendekat dan mulai membisikan itu semua dengan Gibran.
" Sekarang kamu keluar sendiri sebelum gue tarik kamu keluar " Puncak kemarahan Gibran memuncak .
Akhirnya Talita keluar dari ruangan Gibran .
Sudah sore Gibran memutuskan untuk pulang karna ia kagen dengan istrinya . " kok aku mudah kaget baget dengan istri ku sekarang ya " . ia melakukan mobil dengan cepat agar cepat sampai dirumah.
Suara mobil di halaman rumah sudah terdengar Nadia mulai merapikan rambutnya Karna Nadia dari berbaring di tempat tidur untuk beristirahat sejenak .
" mas udah datang ?"
__ADS_1
" Iya donk mas kagen sama kamu sayang " Gibran mencium kening kemudian pipi kiri kanan mata dan juga hidung Nadia.
'Emmm masak baru berapa jam udah kagen "
" ngak tau kamu pakek doa apa sih, Kok bisa buat mas kagen terus dengan kamu "
"hahahaha Nadia cuma doa agar suami ku selalu senantiasa selalu bersama Nadia sampai mau memisahkan, udah yuk kita masuk"
Nadia menyambut Gibran dengan senyuman dan penuh pelayanan.
" Sayang, mas mau "....
" Mau apa mas ?"
Kemudian Gibran mulai merangkul Nadia, dan mulai membelai rambut dan juga mengelus pundak Nadia " mas mau segera dapat anak, mama dan papa selalu bertanya kapan kasih merka cucu"
" Aduh mas ini, kita berdoa dan usah ya mas, semoga kita di kasih kepercayaan oleh Allah "
" Iya sayang sekarang Kita usah ya "
__ADS_1
" Baiklah jika itu mau mas " .
merka pun menikmati surga duniawi berpadu kasih diantara keduanya meminta kepada Allah agar mereka bisa cepat mendapatkan keturunan untuk meneruskan keturunan mereka.