Perjodohan Yang Tak Disangka

Perjodohan Yang Tak Disangka
Perjalan Bulan Madu .


__ADS_3

Gibran membersihkan tubuhnya setelahnya ia membaringkan tubuhnya di samping Nadia , rasa lelahnya sedikit terobati setelah ia melihat raut wajah Nadia yang begitu teduh enak dipandang dan Gibran kembali mengecup kening Nadia .


" Maafkan aku , aku hanya berani melakukan ini ketika kamu tidur , gengsi ku sangat sulit aku kalahkan Nadia " gumamnya dan akhirnya Gibran memejamkan matanya .


Keesokan pagi rumah Gibran kedatangan tamu , tak lain adalah Mama dan Papa Gibran .


" Mama Kok ngak ngabarin kami , kalau kalian mau datang ? " Tanya Gibran Ramah


" Iya maaf ya karna kami mau bikin kejutan dengan kalian "


" Wah mama bisa aja deh , Ya udah yuk kita sarapan kebetulan kami belum sarapan ma, pa" ucap Gibran.


" Iya ma pa , mari kita sarapan " Bujuk Nadia .


" Iya udah yuk pa kita sarapan dengan anak menantu kita " Ajak sang mama .


Akhirnya mereka sarapan bersama , dan ketika sarapan mama memberikan amplop kepada Nadia.


"Apa ini ma ? " tanya Nadia sedikit binggung.


" Buka aja dulu sayang "


" Iya ma kok Nadia aja yang di kasih Gibran ngak " .


" Emm itu untuk kalian berdua kok jawab sang pa , itu hadiah pernikahan kalian , mama dan papa belum kasih kalian hadiah kemarin, iyakan pa ? "


" Iya , buka aja " jawab sang papa .


" Ayo sayang buka hadiahnya " ajak Gibran kepada Nadia untuk menuntun Nadia membuka hadiah tersebut.


Keduanya begitu terkejut dengan apa yang mereka lihat " itu adalah tiket bulan madu ke Swiss , Swiss adalah negara yang ke dua yang ingin Nadia kunjungi selain . karna yang pertama Nadia ingin ke Madinah .

__ADS_1


" Ha bulan madu" ucap keduanya .


" Iya donk kan kayaknya mama belum ada tanda bakal ada cucu tu , karna kalian itu sibuk , jadi nanti pas bulan madu , kalian Fokus untuk bikin Mama cucu "


"Iya ma , tapi kami bisa kok ma bulan madu di Indonesia ngak perlu jauh-jauh " jawab Nadia .


" iya ma benar kata menantu mama tu " sanggah Gibran .


" Udahlah kalian pokonya harus pergi besok , mama ngak mau tau , jika kalian tolok mama akan kecil hati dengan kalian " . ancam sang mama .


" Iya ma makasih atas hadiahnya"


" Iya sama-sama sayang , kalian harus cepat beri mama cucu , udah hampir ½ tahun kalian menikah tapi belum ada tanda-tanda "


" Iya ma maafin kami " jawab Gibran, karna sebenarnya Gibran sangat bersalah karna ini adalah salahnya .


Gibran yang selalu menolak Nadia , bahkan Nadia sering menawarkan dirinya kepada Gibran namun Gibran yang terus menolak dan bahkan sering menyakiti hatinya.


Keesokan harinya, Nadia sudah menyiapkan semua pakaian untuk suaminya dan juga dirinya , Nadia meminta izin kepada suaminya untuk memberikan surat izin cuti untuk beberapa hari ke sekolah . namun Gibran melarangnya karna Gibran sendiri yang telah menghubungi stap kantor sekolah bahwa ia akan membawa istirnya untuk berlibur .


Karna waktu penerbangan keduanya tak berapa lama lagi .


Keduanya pun bersiap untuk ke bandara " Ayo kita berangkat , kita Wujudkan permintaan mama dan papa " ucap Gibran .


" Iya pak , Aku juga udah pengen punya anak " Jawab Nadia singkat .


" Apa kamu bilang anak , jangan mimpi kamu ".


" Kan pak Gibran sendiri yang ngomong barusan bahwa bapak mau mewujudkan permintaan mama "


" Iya tapi ke Swiss aja bukan anak ya , ingat jangan goda-goda saya di sana nanti "

__ADS_1


" Emm aku akan terus menggoda suami ku karna itu ibadah , dan aku akan mendapat pahala " jawab Nadia bijak .


"Udah yuk berangkat berhenti debat "


" Ye kan bapak sendiri yang ngajak Nadia debat" .


akhirnya keduanya berangkat dan akan melakukan penerbangan setengah jam lagi. mereka menyelesaikan urusan Meraka dan tak butuh lama merka pun menaiki pesawat yang begitu mewah dan di dalamnya di lengkapi pasilitas begitu mewah dan hanya merka berdua penumpang yang ada di dalamnya .


karna sang papa telah menyiapkan semuanya . khusus anak dan menantu kesayangannya.


"Ya pak mewah baget , terus kok kita berdua aja disini dimana penumpang yang lain " Tanya Nadia .


" Papa yang nyiapin ini semua "


" Alhamdulillah Nadia beruntung bisa dapatin mertua sebaik papa dan mama" .


" Owh puji mama dan papa aja " .


" Emm bapak kan ngak pernah baik sama Nadia , eh becanda deh , bapak itu suami saya jadi pak Gibran itu terbaik untuk Nadia " .


" emm "


" Kok em aja "


" Udah sekarang mending kamu duduk manis dan nikmati perjalanannya " .


" Baik pak Gibran sayang ku " goda Nadia .


Nadia selama di dalam pesawat Nadia terus berdoa untuk keselamatan dirinya dan suaminya . Dan tak lupa terus melihat pemandangan yang indah dibawah dari atas langit .


Nadia merasa bosan akhirnya ia memilih untuk tidur . Gibran melihat Nadia tertidur tersandar di samping jendela akhirnya ia berinisiatif untuk memindahkan Nadia di kamar pesawat . Dan Gibran hanya duduk di samping Nadia sambil membayangkan kemesraan ia dengan Nadia , namun ia sadar dengan lamunannya dan menepis semua nya jauh jauh ..

__ADS_1


__ADS_2