Perjodohan Yang Tak Disangka

Perjodohan Yang Tak Disangka
Kontrol Ke dokter


__ADS_3

Setelah sholat subuh Nadia menyiapkan sarapan pagi untuk mereka dan membereskan semua pekerjaan rumah karna Nadia walaupun ia sedang hamil besar ia tidak pernah mau diam diri ia selalu melakukan pekerjaan rumah seperti biasanya .


Nadia sudah menyelesaikan tugasnya dan sudah mandi dan mengajak sang suami untuk sarapan .


Gibran sudah merencanakan akan menemani Nadia untuk kontrol kehamilannya karna tak lama lagi Nadia akan melahirkan tepatnya 1 Minggu lagi ia kan melahirkan persiapan Nadia dan Gibran untuk menyambut kelahiran sang buah hati sudah hampir sempurna . Dari pakaian, kamar tidur, Bok bayi dan lain-lain sudah mereka siapkan.


"Sayang setalah kita sarapan sebelum aku kekantor Abi antar umi dulu ke Dokter Nindi ya ."


"Iya bi tapi bi bukannya Abi ada meeting pagi ini ? "


" sayang ngak perlu khawatir karna Abi udah undurkan jadwal meeting jadi umi jangan khawatir ya!"


" Baiklah kalau begitu, oh ya bi sebenarnya umi ngak sabar tau dengan kelahiran anak kita, umi berharap semoga umi bisa lahir normal, umi ingin merasakan bagaimana perjuangan seorang ibu yang melahirkan anaknya dengan cara normal "


" Abi ngak pernah mempermasalahkan umi harus normal atau sesar, yang Abi harapkan hanyalah keselamatan istri dan anak Abi"


"Amin, janji sama umi ya bi, Abi akan Nemani umi ketika umi bersalin nanti " .


"Umi ngak perlu minta Abi lakukan itu pasti Abi lakukan untuk istri Abi yang paling Abi sayangi ini "

__ADS_1


Mereka menyelesaikan sarapan dan sudah bersiap-siap untuk pergi kerumah sakit.


Tak berapa lama mereka sudah tiba di depan ruangan dokter Nindi .


Gibran pun mengetok pintu ruangan dokter Nindi " assalamualaikum"


" waalaikumsalam , masuk " .


mereka berdua telah masuki ruang dan merka mengobrol terlebih dahulu apakah ada keluhan , atau udah merasa sakit,Ternyata tidak ada keluhan dari nadia .


Dan dokter Nindi pun mempersilahkan Nadia untuk berbaring di tempat pemerikasaan .


"Alhamdulillah bayinya sehat dan insyaallah tidak ada halangan dan atas izin Allah 1 Minggu lagi ibu Nadia akan melahirkan, Dan tolong jangan melakukan aktivitas terlalu kuat lagi, takut nanti ada apa dengan bayinya .


" baik dok terimakasih atas bantuannya" ucap Gibran .


" Iya sama-sama pak "


" kalau begitu kami pamit dulu dok " Nadia dan Gibran berpamitan .

__ADS_1


Gibran telah mengantar Nadia untuk ke sekolah karna hari ini adalah hari terakhir Nadia mengajar di sekolah, karna ia sudah mengambil hari cuti melahirkan.


"Umi , Abi pamit ya nanti setelah Abi pulang dari meeting dan menyelesaikan urusan kantor Abi jemput umi jangan kemana atau naik kendaraan lain selagi Abi ngak jemput umi di sekolah "


" iya bi, Abi hati-hati "


Nadia masuki karidor sekolah dan memasuki ruangan guru. Dan menyelesaikan semua tugasnya seorang guru, ia akan berpamitan dengan siswa/i karna semalam 3 bulan ia tidak masuk sekolah .


Nadia memasuki ruangan kelas XII IPA1 Karan ia menjadi wali kelas untuk kelas tersebut " Assalamualaikum"


"waalaikumsalam" ucap siswa/i"


" baiklah kita belajar melanjutkan materi kemarin dan kumpulkan tugas kalian kemarin "


siswa siswi melakukan tugas Mereka . setelah mereka mengumpulkan tugas merka Nadia menjelaskan pelajaran selanjutnya setelah selesai menjelaskan Nadia duduk kembali dan mengoreksi tugas siswa/i .


Tiba akhir jam pelajaran dan Nadia berpamitan kepada siswa-siswi bahwa selama 3 bulan kedepan ia tidak masuk sekolah dan akan cuti .


Siswa/i pun meras sedih dengan apa mereka dengar karna selama guru Nadia mengajar , Nadia tidak pernah marah-marah dan selalu membuat siswa/i nyaman ketika belajar.

__ADS_1


__ADS_2