
Hari berganti hari, minggu, bulan, bahkan tahun, setelah pertemuan Sulastri dengan bu Sulis, dan harus mendengar berita menyesakkan dada. Bahwa Arman sang dosen pria yang di dicintainya, akan menikahi wanita cantik yang bernama Kinara. Yakni pilihan bu Sulis, yang tak lain ibu kandung Arman.
Sulastri kembali mengalah. Wanita cantik itu memilih pindah ke kampus yang lain di universitas negeri. Lebih baik fokus mengejar cita-citanya. Kuliah sambil mengembangkan kemampuan menjahitnya. Tidak bertemu lagi dengan dosen yang masih ia cintai hingga kini, tidak lagi mendengar caci maki bu Sulis. Tidak lagi di buli oleh wanita sombong yang bernama Bella.
Ia pindah mencari kontrakan mengumpulkan kepingan receh, menerima jahitan, membuat kerudung dari kain perca. Tidak puas sampai di situ, Lastri membuat kue ketika subuh. Kemudian ia pasarkan di kampus dimana ia kuliah. Bahkan mulai mendapat pesanan karena kue buatannya memanjakan lidah para konsumen.
Nasip baik bersamanya. Lastri berhasil mengumpulkan uang dan ia gunakan untuk uang muka menyicil BTN. Walapun rumah kecil, ia memboyong kedua orang tuanya dan juga ketiga adiknya untuk tinggal bersamanya.
Lastri memfokuskan diri untuk belajar dan terus belajar. Kerja kerasnya tidak mengkhianati hasil.
"Selamat anakku" bu Santi memeluk tubuh putrinya, di susul pak Suryo. Saat putrinya baru turun dari panggung setelah di pindahkan tali topi wisuda oleh sang rektor kampus.
"Terimakasih Pak, Bu" senyum mengembang di wajah sumringah Sulastri. Walaupun kampus ini tidak keren seperti kampus yang dulu. Namun setidaknya Lastri bisa belajar dengan tenang, tidak lagi di tindas oleh wanita yang bernama Bella. Tidak tertekan dengan status sosial yang menganggapnya remeh.
__ADS_1
Tidak tanggung-tanggung nilai Cum laude pun ia raih. Waktu 3,6 Lastri bisa menyelesaikan kuliahnya dengan predikat nilai tertinggi yakni 4. 00.
Mungkin biasa bagi orang-orang yang berduit untuk bisa meraih gelas sarjana ekonomi. SE. Namun sangat luar biasa bagi Lastri. Gadis Desa yang terlahir dari orang yang tidak mampu. Bahkan sekedar untuk membeli satu kg beras pun sang bapak harus berjuang dengan memeras keringat.
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
"Selamat bagi yang mendapatkan nilai Cum laude, sekarang saatnya kami akan memberikan gratis kuliah S2, masiswi yang mencapai nilai tertinggi. Dengan cacatan harus mempertahankan nilai" begitulah pengumuman dari panitia. "Dan kami akan memanggil saudari Sulastri agar naik keatas panggung"
Plok plok plok
"Ibu" Lastri menutup mulutnya tidak percaya bahwa akan mendapatkan semua ini. Lastri menenggelamkan wajahnya di pangkuan bu Santi menangis membasahi kebaya sang ibu. Tangis bahagia, keberhasilannya tidak lepas dari doa sang Ibu dan juga bapak.
"Yang bernama Sulastri hadir?" panitia memindai sekeliling mencari sosok yang bernama Sulastri.
__ADS_1
"Semangat Nak. Ayo maju" dengan suara serak karena turut menangis, bu Santi mengusap kepala putrinya.
"Baik Bu" Dengan langkah semangat Lastri naik ke podium memberikan sepatah dua patah kata. Memberikan ucapan terimakasih di iringi tangis haru, oleh kedua orang tuanya, para dosen, dan juga para sahabat yang sudah memberikan dukungan atas kerja kerasnya.
"Selamat Tri, sukses terus ya" sahabat yang selalu mensupport Lastri bernama Rena memeluknya setelah Lastri turun dari podium.
"Terimakasih Ren, kamu selalu ada buat aku"
*******
Assalamualaikum readher, apa kabar? Maaf kisah Lastri sempat tertunda. Buna akan lanjut menulis. IsyaAllah.
Selama menulis bab ini aku sambil menangis loh, seolah aku ada di dalam cerita ini.
__ADS_1
Setelah ini Lastri akan menjalani babak baru, bagaimana perjalanan usahanya, kelanjutan pendidikan S2-nya? Dan apakah Lastri akan bertemu dengan Arman? Kita ikuti.