Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru

Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru
Menjenguk Pak Ardi


__ADS_3

Hari ini adalah hari senin waktunya Alea kembali sekolah, namun tidak dengan Ardi, karena masih sakit. Seperti biasa mereka berkumpul di meja makan untuk sarapan.


"Alea, nanti setelah pulang sekolah, langsung pulang ya, jangan kemana-mana. Pulangnya naik taxi aja." Kata Ardi.


"Iya, Om." Kata Alea setelah menghabiskan sarapannya.


"Ya udah, Alea berangkat, assalamualaikum." Kata Alea sambil mencium punggung tangan Ardi.


"Iya, waalaikumsalam." Kata Ardi.


"Eh, satu lagi. Jangan dekat-dekat dengan Mico." Kata Ardi menghentikan langkah Alea.


"Memangnya kenapa?" Tanya Alea.


"Ya kamukan sudah punya aku, masa dekat-dekat dengan laki-laki lain. Gitu aja pake nanya." Jawab Ardi kesal.


"Hihihi, iya iya." Kata Alea sambil tertawa.


"Bener lo ya." Kata Ardi lagi.


"Iyaa, Pak Ardi yang ganteng." Kata Alea sambil tersenyum kemudian pergi.


Ardi pun tersenyum menanggapi perkataan Alea.


"Benarkan, apa yang ibu bilang. Dia juga akan bersikap baik, kalau kamu bersikap baik juga kepadanya." Kata Tantri sambil membereskan piring kotor.


"Iya, Bu." Kata Ardi.


.....


Alea sudah sampai di sekolah dengan di antar oleh ayah mertuanya, tak sengaja ia berbarengan dengan Fani dan Rita yang di antar juga hingga depan gerbang.


"Alea, kok tumben gak bareng pak Ardi." Kata Fani.


"Iya, pak Ardi lagi sakit." Kata Alea.


"Hah, pak Ardi sakit, sakit apa, Al?" Tanya Fani sedikit berteriak.


"Gak usah ngegas juga kali, Fan." Kata Rita.


"Dia demam, gara-gara kehujanan waktu pulang dari pasar malam." Jawab Alea.


"Kamu sih, ngajak main terus. Jadi kehujanankan." Kata Fani.


"Kenapa kamu yang protes, emang kamu siapanya pak Ardi coba?" Tanya Alea kesal.


"Bukan siapa-siapa sih, tapikan aku peduli dengan pak Ardi." Jawab Fani.


"Lebay kamu, Fan. Udah kalik fokus belajar, sebentar lagi ujian kelulusan." Kata Rita.


"Bener tuh kata Rita, jangan cuma pak Ardi mulu yang di pikirin." Kata Alea kesal.


"Terserah akulah." Kata Fani.


"Dasar si Fani, orang pak Ardi udah jadi punya ku juga." Batin Alea kesal.


.....


Ardi sedang berbaring di kamarnya, ia tidak tidur hanya bergulang-guling saja di atas kasur.


"Kenapa hari ini begitu lama, rasanya sepi sekali tidak ada Alea." Kata Ardi sambil memeluk guling.


"Jam segini biasanya Alea sedang istirahat, sedang apa dia ya. Aku merindukanmu Al." Kata Ardi.


"Oh iya, kenapa tidak aku chat saja." Kata Ardi kemudian menggambil ponselnya.


》"Alea, kamu sedang apa? Sudah makan atau belum?" Ardi mengirim pesan ke Alea.

__ADS_1


"Mana, kenapa tidak di balas, jangan-jangan dia bersama Mico. Kenapa aku harus sakit segala." Batin Ardi kesal sendiri karena menunggu balasan pesan dari Alea yang tak kunjung di balas.


.....


Alea sedang di perpustakaan bersama Fani, Rita dan juga Mico, mereka berpencar mencari buku yang mereka butuhkan. Setelah mendapatkannya, mereka segera kembali ke kelas, namun saat keluar dari perpustakaan mereka berpapasan dengan Indah.


"Alea!"


"Iya, Bu."


"Apa benar Pak Ardi sakit?" Tanya Indah.


"Iya, Bu." Jawab Alea.


"Sakit apa?" Tanya Indah lagi.


"Demam, Bu." Jawab Alea.


"Lalu bagaimana keadaannya sekarang?" Tanya Indah lagi.


"Sudah lebih baik, Bu." Jawab Alea.


"Ya sudah, tapi bolehkah nanti saya menjenguk pak Ardi?" Tanya Indah.


"Tentu saja boleh." Jawab Alea.


"Baiklah kalau begitu, nanti pulang sekolah kita bereng aja ya." Kata Indah.


"Iya, Bu." Kata Alea.


"Alea, ini kesempatan kita untuk mencari tahu tentang mereka." Kata Fani berbisik setelah Indah pergi.


"Mereka siapa?" Tanya Alea tidak mengerti.


"Pak Ardi dan bu Indah." Jawab Fani.


"Bener juga sih, aku juga penasaran." Kata Alea.


"Maka dari itu, nanti setelah pulang sekolah aku juga akan ikut menjenguk pak Ardi." Kata Fani.


"Yaa, modus." Kata Rita.


"Bukan modus, tapi bonus. Hahaha." Kata Fani kemudian tertawa.


Sedangkan Mico hanya menyimak saja karena tidak mengerti apa yang para ciwi-ciwi itu bicarakan.


Setelah sampai di kelas, Alea kemudian meletakkan bukunya di atas meja dan melihat ponselnya dan ternyata ia mendapat pesan dari Ardi, kemudian ia membalasnya.


》"Aku baru kembali dari perpustakaan. Iya aku sudah makan."


Ting


Suara notifikasi dari ponsel Ardi.


"Akhirnya di balas juga." Batin Ardi sambil melihat layar ponselnya.


》"Kenapa baru di balas? Kamu bersama siapa ke perpustakaan?"


Ting


Suara notifikasi dari ponsel Alea.


Alea mendapatkan balasan pesan dari Ardi dan segera membalasnya.


》"Bersama Fani, Rita dan Mico."


》"Sudahku bilang jangan dekat-dekat dengan Mico." Balas Ardi.

__ADS_1


》"Cie cemburu." Balas Alea.


》"Iya aku cemburu, akukan suamimu." Balas Ardi.


》"Cie ngaku." Balas Alea


》"Kenyataannya memang begitukan." Balas Ardi.


"Alea sedang apa sih, dia sedang chatan dengan siapa." Batin Mico melihat Alea senyum-senyum sendiri sambil bermain ponselnya. Karena penasaran ia mencoba mengintip, namun Alea menyadarinya kemudian menutup ponselnya dengan tangannya.


"Kamu lagi chatan sama siapa sih, Al?" Tanya Mico.


"Sama om Ardi." Jawab Alea.


"Kenapa di tutupin?" Tanya Mico.


"Karena rahasia. Hehe." Jawab Alea.


"Jangan-jangan kamu pacaran sama pak Ardi ya." Kata Mico.


"Apa, tidak. Mana mungkin aku pacaran dengan omku sendiri." Kata Alea.


"Hehe, aku hanya bercanda." Kata Mico.


.....


Waktu pun berlalu, kini saatnya para murid pulang kerumah masing-masing kecuali yang melaksanakan ekstra kurikuler. Seperti yang di katakan Indah tadi, jika ingin menjenguk Ardi. Ia menunggu Alea di depan gerbang sekolah, namun ia tidak sendiri melainkan bersama Anik, Reni dan Evi.


"Alea, apa mereka juga akan ikut?" Tanya Fani berbisik melihat para guru wanita yang bersama Indah dari jauh.


"Aku tidak tahu, kalau mereka ikut, aku bisa di omeli oleh pak Ardi nanti." Jawab Alea berbisik juga.


"Kalau begini rencana kita bisa gagal." Kata Fani masih berbisik.


"Sudahlah, ayo!" Kata Alea sambil menarik tangan Fani.


"Alea, kami juga akan ikut menjenguk pak Ardi, bolehkan." Kata Anik.


"Boleh saja, tapi aku tidak yakin pak Ardi akan senang jika di kunjungi banyak orang." Kata Alea.


"Pasti senang, ayo kita berangkat sekarang!" Kata Anik.


Alea menatap Indah seakan bertanya, kenapa mereka ikut, namun Indah hanya tersenyum mengerti maksud tatapan Alea kepadanya dan tetap saja ia juga tidak bisa berbuat apa-apa.


.....


Ardi masih saja gulang-guling di atas tempat tidur, gelisah menunggu Alea pulang.


"Alea mana sih, kenapa lama sekali." Kata Ardi.


"Assalamualaikum." Ucap Alea.


"Waalaikumsalam." Ucap Tantri


"Eh ada ibu guru datang kemari, ada apa ini?" Tanya Tantri.


"Kami mendengar, pak Ardi sakit, jadi kami ingin menjenguknya." Jawab Anik.


"Tidak perlu repot-repot, Bu. Ardi sudah sembuh, hanya saja memang hari ini belum mengajar saja." Kata Tantri.


"Tidak repot kok, Bu. Kami sangat senang bisa menjenguk pak Ardi." Kata Anik lagi.


"Nah itu dia, tapi kok ramai." Kata Ardi mendengar suara Alea dan beberapa orang ada di luar.


"Itu seperti suaranya Bu Atik, sedang apa dia ada disini." Kata Ardi.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2