Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru

Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru
Bikin jengkel semua orang


__ADS_3

"Sial, Alea berhasil meyakinkan Cika dan Mila. Jika begini aku tidak bisa berbuat apa-apa. Ternyata dia jago akting juga." Batin Vita kesal.


"Iya aku memaafkanmu." Kata Vita.


"Benarkah, terima kasih." Kata Alea senang.


"Jadi sekarang kita berteman ya." Kata Alea sambil menyalami tangan Vita dengan penuh semangat.


"Hehe, iya kita berteman." Kata Vita sambil tersenyum yang di paksa.


"Menyebalkan." Batin Vita.


Kedua teman Vita tersenyum senang melihatnya, sedangkan teman-teman Alea hanya diam karena tidak mengerti apa yang di lakukan oleh Alea.


"Apa kamu ingin pergi ke kantin?" Tanya Alea.


"Iya." Jawab Vita.


"Kalau begitu ayo kita pergi bersama, aku sudah sangat lapar!" Ajak Alea sambil menarik tangan Vita.


"Kamu mau beli apa, kita samaan ya." Kata Alea sambil menggandeng tangan Vita dan berjalan bersama lebih dulu, kemudian di ikuti oleh teman-temannya.


"Terserah kamu saja." Kata Vita.


"Bagaimana kalau mi ayam saja?" Tanya Alea.


"Apa yang kamu lakukan, hah?" Tanya Vita berbisik sambil mencengram tangan Alea.


"Aku hanya mengikuti permainannmu, apa itu salah?" Jawab Alea berbisik dan kembali bertanya sambil mencengkram tangan Vita.


"Kenapa kamu masih hidup, menyebalkan?" Tanya Vita masih berbisik agar tidak di dengar oleh teman-temannya.


"Jadi kamu memang ingin membunuhku, tapi sayang sekali." Kata Alea berbisik.


"Terserah, tapi aku tidak akan membiarkanmu menang kali ini." Kata Vita masih berbisik.


"Kita lihat saja nanti." Kata Alea masih berbisik juga.


"Iya, aku juga ingin makan mi ayam." Jawab Vita setelah berbisik-bisik dengan Alea.


Mereka terlihat sangat akrab, bergandengan tangan sambil tersenyum bahagia. Padahal yang sebenarnya mereka saling mencengkram tangan semakin lama semakin kuat.


"Apa yang Alea lakukan?" Tanya Toni berbisik.


"Mungkin ini adalah salah satu strateginya." Jawab Diki berbisik juga.


"Tapi kenapa harus berteman dengannya?" Tanya Toni.


"Mana aku tahu." Jawab Diki.


"Sudah jangan berisik, nanti jadi kacau." Kata Mico.


"Kita akan meminta penjelasan kepada Alea nanti." Lanjut Mico.


"Aku tidak mengerti, kenapa Alea dan Vita jadi berteman." Kata Natasya.


"Pasti mereka hanya pura-pura." Kata Cantika.


"Untuk apa berpura-pura?" Tanya Natasya.


"Aku tidak tahu." Jawab Cantika.


"Kenapa perempuan berkacamata seperti dia bisa berbuat begitu?" Tanya Natasya.


"Entahlah." Jawab Cantika.

__ADS_1


"Kenapa dia begitu dendam kepada Alea, hingga ingin mencelakainya?" Tanya Natasya.


"Jika ingin tahu, tanya sendiri ke orangnya langsung." Jawab Cantika.


"Kamu ini di ajak ngobrol, gak tahu mulu jawabannya." Kata Natasya.


"Ya akukan tidak tahu." Kata Cantika.


.....


Setelah dari kantin, Alea dan Vita masih saja berjalan berdua dan masih bergandengan tangan hingga mereka berhenti di tempat yang sepi. Setelah memastikan keadaan aman, suasana pun seketika berubah yang awalnya hangat tiba-tiba menjadi dingin.


"Kenapa kamu ingin membunuhku?" Tanya Alea dingin.


"Karena kamu itu adalah hama yang harus di basmi." Jawab Vita.


"Tidak sadar diri, yang hama itu adalah kamu. Eh bukan-bukan, lebih tepatnya adalah lalat. Hinggap di mana-mana membawa kuman." Kata Alea.


"Apa katamu?" Tanya Vita sambil menarik kerah baju Alea.


"Memang begitukan kenyatannya." Kata Alea sambil melepaskan tangan Vita.


"Kamu sombong sekarang ya." Kata Vita.


"Kenapa memangnya, ada masalah?" Tanya Alea santay.


"Kenapa kamu semakin lama semakin menyebalkan." Kata Vita kesal.


"Kenapa tidak." Kata Alea santay.


"Kamu ini." Kata Vita kesal kemudian pergi meninggalkan Alea.


Akea tersenyum senang karena berhasil membuat Vita kesal sendiri.


.....


Teman-teman Alea sibuk berkeliling mencari keberadaannya, yang sejak tadi tidak terlihat. Terlebih ia bersama Vita, membuat mereka hawatir jika Vita berbuat sesuatu kepada Alea.


"Alea pergi kemana sih?" Tanya Fani.


"Itu Alea." Kata Diki sambil menunjuk Alea yang tak jauh dari sana.


"Alea!" Teriak Fani memanggil Alea, kemudian berlari menghampirinya bersama teman-temannya.


"Kamu dari mana saja, Al?" Tanya Rita.


"Hanya mengobrol sebentar dengan Vita." Jawab Alea.


"Apa yang dia katakan?" Tanya Mico penasaran.


"Bukan apa-apa, hanya obrolan biasa. Tapi yang jelas, dia telah terjebak dalam permainannya sendiri." Jawab Alea.


"Permainan, permainan Apa?" Tanya Rita.


"Kalian lihat sendirikan tadi dia ingin memfitnahku dengan bersandiwara, jadi aku pun ikut bersandiwara saja untuk menjebaknya." Jawab Alea.


"Wah kamu hebat, Al. Aktingmu sangat bagus, kamu sangat cocok jadi aktor pemain drama." Puji Toni.


"Tapi Vita pasti semakin dendam kepadamu, Al." Kata Mico.


"Memang itu tujuannya, dia pasti akan melakukan sesuatu kepadaku. Dengan begitu kita bisa mendapatkan bukti untuk melaporkannya." Jelas Alea.


"Kamu memang pintar." Kata Toni memuji Alea.


"Tapi ini sangat beresiko, Al." Kata Mico.

__ADS_1


"Iya, Al. Kita tidak tahu apa yang akan dia lakukan." Kata Rita.


"Biarkan saja, aku tidak takut." Kata Alea.


"Kamu memang tidak takut, tapi membuat takut semua orang." Protes Fani.


"Cari cara lain saja, Al. Ini terlalu beresiko, bagaimana nanti kalau kamu hilang lagi." Kata Mico.


"Kalau aku hilang, ya kamu carilah." Kata Alea tanpa dosa.


"Alea, aku serius." Kata Mico kesal.


"Aku juga serius." Kata Alea.


"Terserah." Kata Mico sambil melipat kedua tangannya sambil mengalihkan pandangannya.


"Hahaha, aku hanya bercanda, Mic." Kata Alea terlekeh melihat Mico ngambek.


"Mico!" Kata Alea sambil menggoyang-goyangkan badan Mico yang hanya diam saja.


"Apa? Suka ya mempermainkan perasaan orang." Kata Mico masih kesal.


"Ya maaf, aku cuma bercanda. Gitu aja marah." Kata Alea.


"Mico!" Kata Alea sambil mengoyang-goyangkan badan Mico.


"Mico!" Kata Alea sambil tersenyum di hadapan Mico. Sedangkan Mico langsung mengalihkan pandangannya.


"Centil banget sih Alea, cari perhatian sama Mico. Padahalkan dia tolak kemarin, resek banget sih tuh cewek." Kata Natasya yang masih mengawasi Alea dari jauh.


"Caper baget sih tuh cewek." Kata Vita melihat Alea dari jauh.


"Apa maksud Natasya? Alea menolak Mico begitu, tapi kenapa?" Kata Vita tidak sengaja mendengar perkataaan Natasya.


"Kita jadi baigon nih ceritanya." Kata Diki.


"Ehem." Ardi berdeham sambil berdiri di belakang Alea dan Mico.


Alea yang mengetahui itu pun segera menjauh dari Mico dan pergi ke samping Ardi. Dan Mico sendiri pergi begitu saja tanpa permisi, sedangkan teman-temannya bingung sendiri harus apa.


"Permisi, Pak." Kata Toni kemudian pergi dan di susul oleh yang lainnya.


"Sudahku bilang jangan dekat-dekat dengan Mico." Kata Ardi sambil menatap tajam Alea. Sedangkan yang di tatap tajam malah tersenyum manis.


"Alea!" Kata Ardi memanggil Alea.


"Iya, Pak Ardi." Jawab Alea sambil tersenyum manis.


"Kamu kenapa?" Tanya Ardi heran.


"Demam mungkin." Jawab Alea.


"Aneh." Kata Ardi kemudian pergi meninggalkan Alea.


"Hahaha." Tawa Alea.


" Kenapa Alea juga centil dengan pak Ardi." Kata Cantika yang masih setia mengawasi Alea bersama Natasya.


"Perluku apain tuh Alea. Menjengkelkan. Malah ketawa lagi." Kata Cantika lagi.


"Sabar, Can. Kita akan singkir dia nanti." Kata Natasya.


"Alea kenapa sih, hari ini bikin jengkel semua orang." Kata Fani heran melihat Alea dari jauh.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2