
"Bagus, rencanaku berhasil. Tinggal sedikit lagi." Batin Vita.
"Aku akan memberitahukan kebenarannya. Ini kalian lihat sendiri." Kata Diki sambil memperlihatkan sebuah vidio di ponselnya. Vidio itu berisi tentang Alea dan Vita saat mengobrol hingga Vita jatuh.
"Bagaimana bisa dia merekam semua kejadian itu, kenapa aku tidak melihatnya tadi." Batin Vita tegang.
"Apa, jadi Vita yang mendorong Alea ke jurang." Kata Mita terkejut.
"Jadi yang di katakan Alea memang benar, kamu memfitnahnya." Kata Cika melihat bagaimana Vita jatuh.
"Apa-apaan ini, Vit? Kamu telah membohongi kita." Tanya Mila.
"Itu semua bohong, jangan percaya. Alea memaksaku untuk bicara begitu dan menyuruhku untuk memfitnahnya." Kata Vita membela diri.
"Jika memang kamu di paksa, kenapa kamu tidak terlihat takut? Malah terlihat santay saja." Tanya Mico
"Sebenarnya aku takut, tapi Alea terus memaksaku untuk bersandiwara seperti yang dia inginkan." Jawab Vita.
"Alea dan teman-temannya sudah merencanakannya untuk memfitnahku, buktinya dia bisa merekam vidionya dengan detail. Jika dia tidak sengaja seharusnya vidionya tidak lengkapkan." Jelas Vita.
"Iya, masuk akal juga." Kata Mila.
"Lalu bagaimana dengan vidio yang ini." Kata Toni sambil menunjukkan vidio di ponselnya yang berisi ketika Natasya dan Vita sedang menyusun rencana untuk memfitnah Alea.
"Bagaimana Toni bisa merekam aku dengan Vita tadi? Aku akan terkena maslah." Batin Natasya.
"Ini asli tanpa rekayasa, vidio ini di rekam saat jam istirahat tadi." Jelas Toni.
"Sial, bagaimana ini bisa terjadi." Batin Vita.
Flashback on
Alea dan Mico masih duduk di bangku kelas, tanpa ada percakapan di antara mereka. Mico masih asik memainkan ponselnya, sedangkan Alea menyandarkan kepalanya di atas meja dengan bertumpu menggunakan kedua tangannya sambil memejamkan mata.
"Apa dia tidur?" Kata Mico melihat Alea.
"Mico! Ternyata kamu ada di sini." Kata Diki saat memasuki kelas.
"Ssttt, jangan berisik." Kata Mico.
"Ada apa?" Tanya Diki pelan.
"Alea sedang tidur." Jawab Mico pelan.
.....
Natasya dan Vita sedang menyusun rencana untuk memfitnah Alea.
"Jadi apa rencananya?" Tanya Natasya.
"Aku akan membuat Alea seakan-akan mencelakaiku dan membuatnya di benci oleh banyak orang. Lebih bagus lagi jika dia dikeluarkan dari sekolah." Jawab Vita.
"Tapi caranya bagaimana?" Tanya Natasya.
Toni dan Arga sedang berjalan dari halaman sekolah
menuju kelas, di tengah perjalanan mereka tidak sengaja melihat Natasya sedang mengobrol dengan Vita dari kejauhan.
"Itu Natasyakan, sedang apa dengan Vita?" Tanya Arga sambil menunjuk ke arah Natasya dan Vita berada.
"Jangan-jangan mereka bekerja sama." Kata Toni.
__ADS_1
"Kalau begitu mereka sedang merencanakan sesuatu." Kata Arga.
"Ayo kita menguping pembicaraan mereka!" Ajak Toni.
"Kamu bawa Hp gak, Ton." Kata Arga setelah mendengar pembicaraan mereka.
"Bawa, kenapa?" Tanya Toni.
"Rekam, Ton. Ini bisa jadi bukti." Kata Arga.
"Tumben kamu pinter." Kata Toni.
"Aku akan bicara berdua dengannya lebih dulu di tempat yang sepi, rencanaku lokasinya di tangga dekat dengan lapangan, biasanya di sana sering sepi. Dan tugasmu adalah memanggil Alea untuk menemuiku, pastikan dia sedang sendiri dan setelah itu kamu membawa beberapa orang terutama Mila, Cika dan teman-temannya Alea untuk melihatnya." Jelas Vita.
"Lalu kamu akan membuatnya mendorongmu, begitu." Kata Natasya.
"Iya." Kata Vita.
"Baiklah, aku akan membujuk Cantika nanti untuk membantu. Lalu kapan kita akan melakukannya?" Tanya Natasya.
"Aku akan mencari waktu yang tepat lebih dulu, nanti akan aku kabari." Jawab Vita.
"Baiklah sampai nanti, aku akan mencari Cantika." Kata Natasya kemudian pergi meninggalkan Vita.
"Ternyata sangat mudah memanfaatkanmu, sekarang langkah selanjutnya adalah mencari waktu yang tepat untuk menjalankan permainan ini. Dan setelah itu aku pastikan Alea akan di keluarkan dari sekolah ini. Alea akan merasakan apa yang dulu aku rasakan." Kata Vita kemudian tersenyum sinis.
"Sudah cukup, ayo kita pergi menemui Alea! Pastikan vidionya tersimpan." Kata Arga.
"Iya, sudahku simpan. Ayo!" Ajak Toni.
....
Fani dan Rita memasuki kelas dengan membawa masing-masing satu buku, yang mereka pinjam dari perpustakaan.
"Kenapa kalian berdua berbisik-bisik?" Tanya Rita.
"Alea sedang tidur." Jawab Mico.
"Kenapa dia, tidak biasanya?" Tanya Rita.
"Tidak tahu." Jawab Mico.
"Alea!" Teriak Toni tiba-tiba datang bersama Arga.
"Hah, ada apa?" Tanya Alea langsung bangun karena terkejut.
"Toni, Alea sedang tidur kenapa berteriak?" Tanya Fani.
"Maaf, tapi ada berita penting." Jawab Toni.
"Berita penting apa?" Tanya Alea.
"Semuanya, ayo berkumpul!" Kata Toni.
"Lihat ini." Kata Toni menunjukkan vidio di ponselnya.
"Itu Natasya dan Vita." Kata Rita.
"Mereka bekerja sama." Kata Fani.
"Vita ingin memfitnahmu, Al." Kata Mico.
__ADS_1
"Iya aku tahu, itu sudah biasa dia lakukan." Kata Alea.
"Sekarang bagaimana, apa langsung saja kita laporkan?" Tanya Arga.
"Jangan dulu, lebih baik kita ikuti permain mereka." Jawab Alea.
"Caranya bagaimana?" Tanya Toni.
"Iya, Al. Kita tidak tahu kapan mereka akan melakukannya." Kata Arga.
"Tunggu sebentar." Kata Alea sambil berfikir.
"Mico, kamu hari ini ada ekskul ipakan bersama Diki." Kata Alea.
"Iya, kenapa?" Tanya Mico.
"Apa Vita ikut ekskul juga?" Kata Alea kembali bertanya.
"Oh iya aku baru ingat, Vita dan kedua temannya juga ikut ekskul hari ini." Jawab Mico.
"Jika begitu, kemungkinan mereka akan melakukannya setelah pulang sekolah." Kata Alea.
"Tentu saja kenapa tidak, aku akan membuat mereka melakukannya setelah pulang sekolah nanti." Kata Alea lagi.
"Bagaimana caranya?" Tanya Mico.
"Biasanyakan aku menunggu pak Ardi di parkiran guru cukup lama sendirian. Vitakan selalu mengawasiku, jadi dia pasti akan mencari tahu keberadaanku. Dengan begitu mereka pasti akan melakukannya nanti, setelah itu aku akan mengikuti permainan mereka." Jelas Alea.
"Lalu kami bagaimana?" Tanya Mico.
"Begini, karena kamu dan Diki hari ini mengukuti ekskul jadi, nanti biar Diki yang merekam saat aku bersama Vita. Aku akan membuatnya mengakui bahwa dialah yang mendorongku ke jurang, untuk di jadikan bukti. Vidionya harus lengkap dari awal sampai Vita menjalankan aksinya." Jelas Alea.
"Tunggu dulu, jika Diki yang merekam lalu aku ngapain." Kata Mico.
"Sebentar, Mic. Aku belum selesai menjelaskan." Kata Alea.
"Setelah itu pasti Natasya dan kedua temannya Vita akan datang, mungkin beberapa orang lainnya akan datang juga dan Mico akan ikut bersama mereka untuk bersamdiwara seperti yang lainnya. Dengan begitu akan membuat seolah-olah Vita berhasil melakukan rencananya, intinya kita membiarkannya menang lebih dulu. Setelah itu barulah Diki keluar menunjukkan vidionya." Jelas Alea.
"Lalu kami berempat bagaimana, Al?" Tanya Fani.
"Kalian berempat sebaiknya menunggu di luar gerbang saja, seakan-akan kalian sudah pulang. Nanti aku akan mengirim pesan kepada salah satu dari kalian dan aku juga akan mengirim pesan kepada Diki nanti untuk ke lokasinya. Jika nanti Vita membela diri, maka Toni akan menunjukkan vidio yang tadi." Jelas Alea.
"Wah, rencana yang bagus. Hebat kamu, Al." Kata Toni memuji Alea sambil mengacungkan jempol.
"Keren, kamu cocok jadi detektif, Al." Kata Mico memuji Alea sambil mengacungkan dua jempol.
"Hehe, Alea gitu." Kata Alea.
Flashback off.
"Apa, ternyata kamu hanya memanfaatkanku saja." Kata Natasya setelah melihat kata-kata terakhir dari Vita di vidio itu.
"Jadi selama ini kamu berbohong, Vit. Aku dan Cika bela-belain kamu, begini balasannya. Kamu menggunakan kami untuk memfitnah Alea, keterlaluan kamu." Kata Mila.
"Aku tidak menyangka, Vit. Kamu bisa berbuat begini, padahal kami menerimamu sebagai teman itu tulus." Kata Cika.
"Sekarang semuanya sudah jelaskan siapa yang bersalah." Kata Toni.
"Sudah-sudah, jangan ribut. Kamu, kamu, kamu dan kamu ikut saya sekarang!" Kata Ardi menunjuk Vita, Natasya, Diki dan Toni.
"Alea juga ikut." Kata Ardi lagi.
__ADS_1
Ardi pun membawa mereka menemui kepala sekolah.
Bersambung.....